Pelabuhan Hati Sang Duda

Pelabuhan Hati Sang Duda
Kebelet Kawin


__ADS_3

Dara masih saja terdiam, bibirnya ingin menjawab tidak, namun tidak dengan hatinya bahwa ia ingin menerima pria itu untuk menjadi suaminya.


Mungkin rasa sakit di hatinya teramatlah besar, tapi Kenzo juga berhak mendapatkan kesempatan kedua. Haruskah Dara melakukan hal itu, dan memberi Kenzo kesempatan.


"Jika kamu menolak, tidak apa-apa Ra" Kenzo menarik napas panjang "Aku mengerti, mungkin sulit bagi kamu untuk memaafkan semua kesalahan ku"


Dara menatap wajah Kenzo dalam-dalam, benar kata pria itu, kalau kesalahannya begitu sulit untuk Dara maafkan. Tapi rasa cinta yang Dara miliki pun teramat besar untuk Kenzo.


"Aku hanya bisa mendoakan, semoga kamu bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari aku" ucap Kenzo lagi.


Dan lagi-lagi Dara tak menjawab, bibirnya seakan terkunci untuk membalas ucapan pria itu. Padahal di lubuk hatinya yang paling dalam, Dara ingin menerima Kenzo lagi untuk memasuki kehidupannya.


"Ya sudah aku mau pamit dulu, ini sudah malam. Maaf kalau mengganggu waktumu"


Kini Kenzo berdiri, laki-laki itu menjadi sadar diri bahwa sekeras apapun ia berjuang Dara tidak akan memaafkan kesalahannya. Dan bukan hanya itu, Kenzo pun sadar sesuatu kalau dirinya tidak pantas bersanding dengan Dara.


"Assalamualaikum Ra" Ucap Kenzo untuk yang terakhir kalinya, ia pun melangkahkan kakinya menuju pintu utama, langka kaki yang teramat pelan di ayunkan hingga mencapai luar rumah.


Sementara itu Dara masih tetap di posisi nya semula, sepasang mata indahnya mulai mengeluarkan cairan bening saat menyadari bahwa Kenzo sudah pergi dari rumahnya.


"Tidak, aku tidak mau kehilangan mas Kenzo lagi" batin Dara, dan langsung berdiri dari duduknya untuk mengejar Kenzo.


"Mas tunggu !" Teriak Dara tapi tidak di balas oleh Kenzo.


Dara semakin was-was saat melihat Kenzo sudah berada di dekat gerbang, tinggal beberapa langka lagi pria itu akan benar-benar meninggalkan rumahnya.


"Mas..." Kini Dara semakin kencang mengeluarkan suaranya, tak peduli kalau saat ini sudah hampir tengah malam dan suaranya akan mengganggu waktu istirahat para tetangga.


Langka kaki Kenzo terhenti saat telinganya mendengar Dara memanggil namanya, ia pun menoleh dan terkejut melihat Dara berlari ke arahnya.


Bruk..


Dara langsung memeluk tubuh tegap itu, membuat tubuh Kenzo terhuyung kebelakang, tapi beruntung ia masih bisa menahan keseimbangan sehingga tidak terjatuh.


"Tolong jangan tinggalkan aku Mas !!, Maafkan aku" ucap Dara dengan pelan.


Kenzo pun membalas pelukan Dara, bahkan ia memeluk tubuh Dara dengan erat untuk melepaskan kerinduan yang selama ini terpendam.


"Aku mencintai mu"


Mendengar hal itu Kenzo tersenyum senang, tidak sia-sia tadi hujan-hujanan dan sampai masuk angin kalau akhirnya bisa mendapatkan Dara lagi.


"Bisa kamu ulangi lagi Ra ?" Ucap Kenzo.

__ADS_1


Dara melepaskan pelukannya, menatap wajah Kenzo dengan malu-malu.


"Ulangi yang mana ?" Tanya Dara pura-pura tidak mengerti.


"Yang tadi kamu ucapkan". Balas Kenzo


"Perasaan tadi aku gak ngomong-ngomong apa-apa, kamu salah dengar kali"


Kenzo tersenyum, ia tahu Dara pura-pura tidak tahu. Ia tahu wanita itu malu kalau di suruh mengulang apa yang tadi di ucapkan.


Tidak apa-apa, karena yang terpenting sekarang Dara sudah menunjukan kalau ia memaafkan Kenzo.


"Apa malam ini kita bisa menjalin hubungan lagi ?, Kita lanjutkan hubungan kita yang tertunda" ucap Kenzo dengan nada serius.


"Maaf mas aku gak bisa kalau soal itu"


Kening Kenzo kembali mengkerut, tidak mungkin kan Dara akan menolak dirinya lagi


"Tapi aku mau Mas Kenzo melamar aku di depan Papa dan Mama, umurku sudah matang untuk menikah"


Kerutan di kening Kenzo langsung hilang seketika, berganti dengan senyum penuh kebahagiaan di bibirnya.


"Kalau itu yang kamu mau aku akan sangat siap melamar kamu" balas Kenzo


"Hari kami, sesuai hari jadian kita"


"Kamu masih ingat hari itu ?"


"Tentu Ra, bahkan apapun tentang kamu, aku akan selalu ingat"


"Dasar gombal" dengan gemas Dara memberikan cubitan di pinggang Kenzo, membuat pria itu merintih kesakitan namun di iringi dengan tawa penuh kebahagiaan.


"Ya sudah sana pulang, udah malam" usir Dara.


"Mau ikut gak ?"


"Enggak mas, nanti aja kalau udah halal"


"Ok sip, secepatnya kamu akan aku halalkan"


Sebelum pergi Kenzo mencuri ciuman di kening Dara, membuat wanita itu terlonjak kaget, tapi tersenyum senang. Bahkan Dara terus saja memegangi keningnya seolah bibir Kenzo masih melekat di sana.


*

__ADS_1


*


*


Kenzo memarkirkan mobilnya di garasi rumah, saat turun dari mobil ia harus di buat kaget karena kemunculan Mama Ningrum yang tiba-tiba.


"Astaghfirullah Ma, aku pikir hantu" kata Kenzo sambil mengelus bagian dadanya,


"Dasar anak kurang ajar, Mama sendiri di katain hantu"


"Aku kaget Ma, lagian mama ngapain berdiri di sini, kalau tadi Kenzo jantungan bagaimana ?"


"Biarkan, nanti mama buang kamu sekalian"


"Astaghfirullah Ma, ingat anak mama cuman aku tidak ada yang lain"


Mama Ningrum masih menampakan kemarahannya, sudah sejak tadi ia menunggu kepulangan Kenzo. Dan bukan hanya itu Mama Ningrum juga khawatir karena Kenzo pergi gak bilang-bilang.


"Dari mana kamu ?" Tanya mama Ningrum.


"Rumah Dara" jawab Kenzo enteng.


"Ngapain ?"


"Ngelamar lah, memangnya mau ngapain lagi"


"Terus gimana, di terima gak ?"


"Iya dong Ma, siapa sih yang mau menolak anak mama yang tampan ini"


Mama Ningrum memicingkan sebelah matanya, ia belum percaya dengan ucapan Kenzo, bagaimana mungkin akan secepat ini Dara menerima Kenzo.


"Jangan bohongin Mama Ken !" Hardik mama Ningrum.


"Siapa yang bohong Ma, mending besok Mama siapin semuanya, soalnya hari kamis Kenzo sama Dara akan tunangan"


"Apa" pekik Mama Ningrum, membuat Kenzo menjauhkan telinganya.


"Kenapa dadakan gini Ken ?"


"Aku udah kebelet kawin Ma" balas Kenzo kemudian berjalan cepat meninggalkan sang Mama.


"Kenzo...." Teriak Mama Ningrum menggema "Nikah dulu baru kawin..." Sambungnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2