
Dara terdiam sembari tersenyum, ajakan Kenzo begitu menggiurkan. Jika dirinya dan kenzo jadian itu berarti ia adalah kekasih dari lelaki itu.
"Dara" panggil Kenzo.
"Apa kamu tidak mau menerima aku sebagai pacar kamu? " lanjut Kenzo lagi.
"Aku ma-u mas" jawab Dara pelan.
Kenzo membalas dengan senyuman, dan hari ini ia dan Dara sudah resmi menjadi sepasang kekasih.
"Makasih Ra"
"Untuk apa mas? "
"Karena sudah menerima aku sebagai pacar kamu, kita jalani dulu nanti kita bahas hubungan kelanjutan kita"
Dara mengangguk, ia tentu ingin melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius lagi. Tidak mungkin mereka akan terus pacaran seperti ini terus.
Dengan penuh kebahagiaan, Dara kembali ke kamarnya. Amplop coklat yang tadi Kenzo berikan ia letakkan di dalam laci. Selama empat bulan bekerja di rumah Kenzo uang gajinya ia simpan dan suatu hari nanti akan ia berikan pada panti asuhan.
Dara tidak membutuhkan uang itu, tabungan nya di rumah sudah ratusan juta.
"Hari ini, jam ini aku sama mas Kenzo jadian" bagai anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru. Dara begitu bahagia.
Malam itu ia tidak bisa tidur, asik berbalas pesan dengan Kenzo. Padahal jam sudah menunjukan pukul satu dini hari. Tapi rasanya Dara belum juga mengantuk.
********
Suara adzan subuh berkumandang, menjadi alarm tersendiri bagi Dara, selama ini ia tidak bisa bangun kesiangan walaupun sedang tidak melaksanakan sholat.
Seperti saat ini walau sedang berhalangan tapi Dara tetap bangun, ia mandi dan berganti pakaian. Pagi ini rencananya Dara ingin memasak sarapan untuk Kenzo nantinya.
"Tante sudah bangun? " ucap Dara saat melihat Ningrum sudah ada di dapur. Wanita itu sedang memotong sayuran untuk di masak pagi ini.
"Iya nak, tante mau bikin sarapan untuk Kenzo. Katanya pagi ini dia minta di bikinin capcay"
"Emmm, biar Dara saja Tan"
Ningrum menatap wajah Dara dengan intens, ia mulai curiga dengan hubungan Kenzo dan Dara. Semalam ia lihat Dara begitu lama berada di ruang kerja Kenzo.
Tapi Ningrum tidak ingin bertanya lebih, oa akan menunggu sampai Kenzo ataupun Dara yang bercerita sendiri.
"Boleh" balas Ningrum, lalu memberikan pisau kecil untuk memotong sayuran pada Dara.
Dara menerimanya, ia mulai memotong sayuran itu dengan lihai. Beruntung Dara sudah tau resep membuat capcay yang enak. Ia berharap Kenzo akan menyukainya.
__ADS_1
"Wanginya, Kenzo pasti suka" puji Ningrum saat mencium wangi masakan Dar.
"Gak tau enak apa gak Tan"
"Pasti enak, apalagi kalau masak nya pakai hati"
Ningrum tersenyum setelah mengatakan itu, sementara Dara tampak berpikir.
"Apa Tante Ningrum tau tentang hubungan ku dengan mas Kenzo? " batin Dara
"Jangan sampai lah, aku bisa malu kalau Tante Ningrum tau semua ini"
Tidak berapa lama masakan Dara sudah matang, wanita itu langsung menatanya ke dalam mangkok kemudian menghidangkan di atas meja makan. Disana sudah ada masakan yang lain.
Saat Dara sedang menuangkan air putih kedalam gelas, Kenzo tiba-tiba datang. Membuat Dara langsung gugup bukan main, padahal selama ini biasa saja, tapi kenapa sekarang rasanya berbeda ?, apa karena mereka sudah jadian?.
"Pagi" bisik Kenzo di telinga Dara.
Dara menoleh, lalu menjawab dengan anggukan. Ia tidak berani menjawab dengan ucapan karena disana ada Ningrum.
"Capcay nya siapa yang masak? pasti bukan mama" tanya Kenzo. Ia menatap ke arah Ningrum untuk mencari jawaban. Sementara Dara sudah ketar-ketir takut kalau capcay buatannya tidak pas di lidah Kenzo.
"Memang bukan Mama" jawab Ningrum singkat.
"Terus siapa? "
Blaassss.
Wajah Dara bersemu merah mendengar ucapan Ningrum, ia jadi malu sendiri.
"Apa capcay nya tidak enak mas? " tanya Dara.
"Enak, bumbunya pas. Nanti malam aku mau di masakin ini lagi"
"Enak mana, bikinan Dara atau bikinan Mama? " tanya Ningrum sambil mengu lum senyum nya.
"Dua-duanya ma" jawab Kenzo kemudian.
Dara tersenyum, ia bahagia karena Kenzo menyukai masakan nya. Seandainya tadi capcay buatannya tidak enak, pasti Kenzo akan berpikir ulang untuk melanjutkan hubungan nya dengan Dara.
Setelah sarapan yang lumayan banyak, Kenzo langsung pamit untuk berangkat bekerja, seperti biasa ia menitipkan Neysa agar di jaga dengan baik.
********
Hari sudah beranjak siang, saat itu Dara sedang menemami Neysa bermain di teras depan rumah sembari mencari angin. Karena memang cuacanya begitu terik.
__ADS_1
Sejak tadi ponse Dara terus berbunyi, Dara pikir itu adalah Kenzo namun ternyata bukan, melainkan Sang Papa.
"Papa" batin Dara, keningnya mengkerut karena bingung kenapa sang Papa menelponnya berulang kali.
"Ney, Kakak jawab telepon bentar ya nak" ucap Dara pada Neysa.
"Iya kak, jangan lama-lama ! "
"Kamu nya jangan kemana-mana tapi, Kakak gak akan lama kok"
Dara berdiri lalu sedikit menjauh dari Neysa, ia takut pembicaraannya dengan Mario akan di dengar oleh Ningrum. Padahal sampai saat ini baik Ningrum maupun Kenzo taunya Dara dari kampung.
"Assalamu'alaikum Pa, ada apa? "
"Wa'alaikumsalam, kamu bisa pulang sekarang nak? "
Nada bicara Mario di seberang sana begitu panik, membuat Dara takut kalau terjadi apa-apa di rumah.
"Ada apa memangnya Pa? kenapa nada bicara Papa panik seperti ini? "
"Mama kamu masuk rumah sakit sayang, ini Papa sudah di rumah sakit, Kakak kamu sudah di perjalanan ke sini" jelas Mario membuat Dara terkejut, ponsel yang ia pegang hampir saja jatuh karena mendengar ucapan Sang Papa.
"Mama masuk rumah sakit? "
"Iya nak, kamu pulang ya! "
"Baik Pa, tungguin Dara di rumah sakit ya! Dara akan segera ke sana"
"Iya sayang"
Dara mematikan sambungan telepon, air matanya sudah menetes dan rasa takut kian membesar. Hari ini ia harus pulang kerumah, apapun yang terjadi karena kesehatan Syerli sangat penting menurut Dara.
Ia kembali mendekati Neysa, dan tanpa mengatakan apapun Dara langsung menggendong Neysa untuk masuk ke dalam rumah.
"Tante" panggil Dara.
Ningrum yang saat itu memang duduk di ruang tamu langsung menoleh, ia terkejut saat melihat Dara berjalan cepat ke arahnya sambil menangis.
"Ada apa Ra? kenapa kamu menangis ? " tanya Ningrum yang ikut panik.
Dara menurunkan Neysa dan mendudukannya di sofa, kemudian menatap ke arah Ningrum.
"Hari ini Dara pamit pulang ya Tan, Ibu saya sakit dan sekarang sudah di bawah ke rumah sakit"
"Astaghfirullah, terus keadaannya gimana? sakit apa Ra? "
__ADS_1
"Belum tau tante, karena dokter masih memeriksa keadaannya. Tolong izinkan Dara pulang, ! Dara janji akan kembali lagi setelah Ibunya Dara sembuh"
"Akan tante izin kan sayang, tapi kamu izin juga sama Kenzo"