Pelabuhan Hati Sang Duda

Pelabuhan Hati Sang Duda
Bertemu Mario


__ADS_3

Setelah mendapatkan obat tidur yang tadi Kenzo minta, Gio langsung membawanya ke rumah Kenzo. Berulang kali Gio mengetok pintu rumah namun tak kunjung terbuka. Ia mulai kesal.


"Apa tuan Kenzo sudah tidur ya" Gio bergumam, ia masih berdiri di tempatnya semula. Di depan pintu yang terus tertutup.


Gio melihat jam tangannya, jarum jam sudah menunjukan pukul dua belas malam, sudah tengah malam lewat dan dirinya masih berdiri di depan pintu rumah Kenzo.


"Huh" ia menarik napas panjang, berbarengan dengan pintu rumah yang terbuka. Gio tersenyum lebar.


"Tuan Gio" ucap Bibi Rus kaget "maaf tuan saya baru buka pintunya, ada apa ya Tuan ?"


"Saya mau mengantarkan pesanan tuan Kenzo Bi" jawab Gio, ia menyerahkan plastik transparan yang isinya obat tidur.


"Tapi tuan Kenzo sudah tidur tuan, dan ini obat apa ?"


"Jika tuan Kenzo sudah tidur, berikan saja besok pagi"


Bibi Rus bingung, namun tetap menganggukkan kepalanya.


"Saya permisi pulang Bi" ujar Gio.


"Tidak menginap saja tuan ? Ini sudah malam ?"


"Tidak bi"


Gio berjalan, meninggalkan rumah Kenzo. Lalu menuju mobilnya yang ia parkir di luar gerbang. Memang dirinya sengaja tak memasukan mobilnya karena pikir Gio ia tidak akan lama.


Kembali menjalankan mobil, Gio tampak sangat mengantuk, sudah berulang kali ia menguap dan mengusir rasa kantuk yang kian menyeruak.


"Tuan Kenzo, ada-ada saja permintaan nya" batin Gio bingung.


********


Keesokan paginya, saat sinar matahari sudah masuk menelusup lewat cela kaca jendela. Membuat mata Kenzo perlahan terbuka. Laki-laki itu baru terbangun.


Ia mengucek kedua matanya, lalu melihat jam dinding yang menggantung.


"Astaga aku kesiangan" pekik Kenzo, lantas berlari secepat kilat untuk masuk ke kamar mandi.


Bagaimana tidak panik, saat ini jarum jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi, Kenzo kesiangan, mungkin karena semalam ia tidur sudah hampir lagi.


Yang biasanya waktu yang ia habiskan sampai tiga puluh menit, kini Kenzo hanya lima belas menit berada di kamar mandi. Laki-laki itu sudah keluar kemudian segera mengenakan pakaian kerjanya.


Setelah siap Kenzo turun ke bawah, biasanya semua orang sudah berkumpul di meja makan tapi kali ini sepi, mungkin semua orang sudah pada sarapan semua.

__ADS_1


"Tumben kesiangan ?"


Kenzo menoleh, menatap sang Mama. Ia tersenyum kikuk. Memang selama ini dirinya tidak pernah kesiangan.


"Semalam aku tidak bisa tidur ma, makanya kesiangan" jawab Kenzo jujur.


Kening Ningrum mengkerut, merasa aneh dengan jawaban putranya. Setau dirinya sudah lama Kenzo tidak bisa tidur. Pasti laki-laki itu sedang memikirkan sesuatu, tebak Ningrum.


"Kau sedang mikirin apa Ken ? Sampai tidak bisa tidur ?" Kembali Ningrum bertanya.


"Tidak memikirkan apa-apa Ma, sekali-kali wajarlah kalau aku tidak bisa tidur" jawab Kenzo. Tidak mungkin ia akan jujur kalau semalam ia memikirkan Dara sehingga tidak bisa tidur..


"Oh ya ini tadi bibi memberikan obat tidur, katanya dari Gio" Ningrum memberikan obat tidur itu pada Kenzo


"Letakkan saja di kamar ku Ma, soalnya aku harus berangkat sekarang, udah telat"


Sembari mengucapkan Salam dan mencium punggung tangan sang Mama, Kenzo sudah melesat pergi .


Di teras rumah ada Dara dan Neysa yang sedang bermain, sesaat laki-laki itu menghentikan langkahnya, menatap kearah Dara sejenak lalu kembali sadar kalau ada meeting penting pagi ini.


"Ney, Papa berangkat ya !" Ujar Kenzo tanpa mendekati putrinya.


Dara menatap kepergian Kenzo, kejadian semalam kembali terlintas di pikirannya, membuat senyum kecil terbit di bibir kecilnya.


"Kakak" pekik Neysa seraya menggoyangkan pa-ha Dara pelan.


"Iya sayang, ada apa ?"


"Kakak melamun ya"


"Tidak kok, yuk main lagi"


Dara menghindari pertanyaan Neysa, tentu ia tidak ingin malu karena melamunkan Kenzo, lagian belum tentu perasaannya saat ini akan terbalas.


Apalagi Dara tau betul kalau Kenzo sangat mencintai Allisya. Dan mungkin tidak akan ada yang akan menggantikan posisi wanita yang berstatus ibu dari Neysa itu.


********


Setiba di perusahaan Kenzo langsung masuk ke ruangannya, disana sudah ada Gio yang sepertinya sedang menyiapkan berkas.


"Maaf saya terlambat Gio" ucap Kenzo, walau dirinya seorang pemimpin tapi Kenzo akan tetap meminta maaf kalau dirinya telat.


"Tidak apa-apa tuan, lagian meeting nya belum di mulai"

__ADS_1


Kenzo menarik kursi kebesaran nya, ia pun ikut menyiapkan berkas-berkas yang sepertinya di perlukan. Meeting kali ini lumayan penting bagi Kenzo karena seluruh peninggi perusahaan akan hadir.


"Apa kau yang menundanya ?" Kembali Kenzo bertanya dengan kedua tangan yang sibuk menyiapkan berkas.


"Betul tuan, saat saya lihat jam delapan tuan belum ada di kantor makanya saya undur" jawab Gio.


"Apa karena obat tidur semalam tuan ? Sehingga tuan sampai telat bangun ?" Tebak Gio kemudian


Kenzo melirik "obat nya belum saya minum"


"Kenapa tuan ?"


"Karena saya sudah tertidur, kau lama sekali datangnya ?"


Ingin rasanya Gio menjawab kalau semalam ia sudah tidur lelap, dan untuk mendapatkan obat tidur itu Gio harus berdebat dengan rasa kantuk dan malasnya. Beruntung tubuhnya bisa di ajak kerja sama, jadinya ia bisa pulang ke apartemen dengan selamat.


"Gio siapkan sarapan dulu untuk ku ! Baru meeting di mulai" pinta Kenzo, ia memang tak sempat sarapan tadi. Mungkin sekarang ia sudah merasa lapar.


"Baik tuan"


Gio pergi meninggalkan ruangan Kenzo, menuju rumah makan terdekat kantornya untuk membeli sarapan kesukaan Kenzo. Sepuluh tahun bekerja dengan Kenzo membuat Gio mengerti bahkan paham apa saja yang Kenzo sukai.


Setelah membeli sarapan Gio kembali ke ruangan Kenzo, ia meletakkan sarapan itu di meja dan langsung menyuruh Kenzo sarapan.


Satu jam kemudian, Meeting sudah berjalan dengan baik. Kenzo menjelaskan semuanya dengan sangat hati-hati, hingga semua orang merasa kagum dan mengakui kalau Kenzo memang pantas mendapatkan hasil yang baik.


Semua orang langsung menyetujui untuk bergabung bekerja sama dengan perusahaan Kenzo, dan tentu saja Kenzo merasa senang, karena dengan begitu ia bisa membangun perusahaan nya lebih besar lagi.


Setelah Meeting selesai, semua orang sudah pergi. Tapi satu orang laki-laki paruh baya mendekati Kenzo.


"Anda luar biasa tuan Kenzo, saya salut dengan anda" ucap Mario mengagumi sosok Kenzo.


Kenzo membalas dengan senyuman "tapi anda lebih hebat dari saya tuan Mario, perusahaan saya masih di bawah perusahaan anda" balas Kenzo karena memang begitu kenyataannya.


"Kelak kau pasti akan seperti ku, teruslah berjuang" Mario menepuk pundak Kenzo berulang, memberi semangat untuk pria itu.


"Pasti tuan, tapi saya tidak yakin jika bisa seperti tuan Mario"


"Hahaha" Mario tertawa "kau terlalu memuja ku, aku ini biasa saja"


Kenzo begitu bahagia bisa mengobrol berdua bahkan sedekat ini dengan Mario, padahal setau dirinya Mario adalah orang yang tegas dan terlihat kejam.


"Lain kali berkunjung lah ke perusahaan ku, nanti akan aku berikan tips yang baik" ucap Mario lagi.

__ADS_1


"Pasti tuan Mario"


__ADS_2