Pelabuhan Hati Sang Duda

Pelabuhan Hati Sang Duda
Kamu Harus Bertanggung Jawab


__ADS_3

Mendengar ucapan Kenzo membuat Vio tidak terima. Wanita itu mendekati Dara dan...


Plaaakk ..


Sebuah tamparan yang teramat keras Vio berikan pada Dara, membuat Dara meringis menahan sakit di bagian pipinya.


"Ini semua karena kamu" Vio mendorong tubuh Dara, sehingga membuat wanita itu mundur kebelakang.


"Kamu mau balas dendam kan sama aku ?, kamu tidak terima kan kalau Mas Kenzo menikahi aku" ucap Vio berapi-api.


"Dasar perempuan murahan" bentak Vio lagi.


"Cukup" teriak Mama Ningrum menggema, membuat Vio seketika bungkam dan kehabisan kata-kata.


Mama Ningrum mendekat, menatap Vio dengan tajam, sungguh ia tidak terima jika Dara di katai sebagai perempuan murahan.


"Siapa perempuan murahan Vio, seperti nya kamu harus berkaca diri" ujar Mama Ningrum.


"Tante, dengerin aku dulu" Vio berusaha menggenggam tangan Mama Ningrum, tapi dengan cepat Mama Ningrum menepis tangan Vio


"Jangan sentuh saya !" .


Sementara itu melihat adegan adu mulut ini, Gio Asisten Kenzo segera membubarkan para tamu. Pria itu mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.


Sedangkan Kenzo tengah duduk di kamarnya, laki-laki itu masih sangat syok dengan kejadian yang baru saja ia terima. Entah kenapa Kenzo menyalahkan dirinya sendiri karena bisa dengan mudah di bodohi oleh Vio.


Harusnya dari awal, ia tidak perlu percaya dengan wanita itu, bukankah saat pernikahan nya dengan Allisya, ia sudah tau kalau Vio bukan wanita baik-baik.


"Brengsek" ia mengusap wajahnya dengan kasar, berusaha menenangkan hatinya yang saat ini tengah kacau.


*

__ADS_1


*


"Bukan karena aku tidak terima kalau mas Kenzo memutuskan hubungan dengan ku.... Hanya saja aku tidak mau kalau dia menikahi wanita jahat seperti mu"


Dara yang sejak tadi diam akhirnya buka suara, membuat suasana ruang tamu semakin panas. Di tambah Mama Wilda yang tidak terima karena Kenzo membatalkan pernikahan ini.


"Sebaiknya kalian kemasi barang-barang kalian, aku tidak sudi rumah ini di tempati wanita seperti kalian berdua" sahut Mama Ningrum.


"Jadi Tante ngusir aku dan Mama ?" Vio menatap Mama Ningrum.


"Tentu saja, tapi kalau kalian masih punya malu, tanpa di usir pun kalian pasti sudah angkat kaki dari rumah ini"


Kemarahan Mama Wilda semakin memuncak, di hari yang sama ia di permalukan dan juga di usir. Membuat Mama Wilda berniat akan membalas Mama Ningrum dan juga Dara.


"Baik kami akan pergi, tapi ingat suatu hari nanti kamu akan menyesal" ucap Mama Wilda menunjuk Mama Ningrum.


"Aku tidak mau pergi Ma" Vio melepaskan tangan sang Mama, saat wanita itu ingin membawanya pergi.


"Tapi Ma.."..


"Sudah ayo ikut"


Dengan amat terpaksa Vio menuruti keinginan sang Mama, keluar dari rumah yang dari dulu sangat ia impikan agar bisa tinggal disana.


*


*


Hari sudah menjelang sore, akhirnya Kenzo keluar dari kamar setelah hampir seharian mengurung diri. Tidak ada yang berani mengganggu pria itu, karena semua orang paham bagaimana perasaaan Kenzo saat ini.


Tatapan mata Kenzo tertuju pada ruang tamu, dimana seorang wanita yang sampai saat ini namanya masih terukir indah di hatinya sedang bercanda dengan Neysa.

__ADS_1


"Tuan, apa anda ingin makan sesuatu ?" tanya Bibi Rus membuat Kenzo terkejut.


"Tidak Bi"


"Tapi tuan belum makan apapun dari pagi"


Kenzo tak lagi menjawab, pria itu berjalan menuju ruang tamu membuat Bibi Rus menarik napas panjang. Wanita itu berpikir Kenzo pasti terpukul karena batal nikah.


Mendengar langka kaki mendekat, Dara menoleh. Detak jantungnya begitu cepat saat melihat Kenzo.


"Ney, kakak pulang dulu ya ! nanti kita ketemu lagi" buru-buru Dara menurunkan Neysa dari pangkuannya, kemudian menyambar tas dan langsung berdiri.


Tanpa menunggu jawaban Neysa... Dara sudah pergi meninggalkan ruang tamu, membuat Kenzo mengejar perempuan itu.


"Mau kemana kamu Ra ?" tanya Kenzo setelah berhasil meraih pergelangan tangan Dara


"Aku mau pulang mas, maaf karena aku sudah membuat kekacauan" jawab Dara menundukkan kepalanya.


"Kamu memang sudah membuat kekacauan yang sangat besar Ra, apa kamu tau karena ulah kamu, aku harus menanggung malu. Jadi kamu harus bertanggung jawab"


Dara membeku, ia tidak menyangka kalau perbuatannya tadi akan membuat kemarahan Kenzo semakin besar. Bahkan kini pria itu menuntut pertanggung jawaban. Lalu apa yang harus Dara lakukan ?, haruskah ia mencari Vio lagi supaya Kenzo tetap menikah.


"Maafkan aku mas" hanya itu jawaban yang bisa Dara katakan.


"Aku tak butuh permintaan maaf mu Ra"


"Lalu apa yang harus aku lakukan supaya mas Kenzo memaafkan aku ?"


Kenzo tersenyum tanpa Dara ketahui, tangan Dara terus ia genggam dengan erat.


"Menikah lah denganku, maka aku akan memaafkan semua kesalahan mu"

__ADS_1


Dara terperanjat, ia mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Kenzo dengan intens.


__ADS_2