
Jodoh memang tidak ada yang tau, seperti kisah Kenzo dan Dara tentunya. Dulu Kenzo sudah menjalin rumah tangga bersama seorang wanita, namun tuhan punya seribu cara untuk memisahkan mereka. Hingga akhirnya Kenzo di pertemukan dengan Dara, sosok wanita cantik dan baik hati.
Tak pernah terpikirkan oleh Kenzo, bahwa ia akan menikah lagi setelah kepergian istri pertamanya, Allisya... Dulu Kenzo pernah berpikir bahwa dunia begitu kejam padanya, yang telah memisahkan dengan sang istri. Namun nyatanya di balik kehilangannya, tuhan telah menyiapkan wanita lain yaitu Dara.
Dan kini setelah melewati proses yang panjang, Kenzo dan Dara telah resmi menjadi sepasang suami istri yang sah. Akad nikah pagi tadi berlangsung dengan sangat meriah, dan kini tinggal acara resepsinya.
Di kursi sebelahnya, ada Mama Ningrum yang sejak tadi mengelap pipinya menggunakan tisu, lelehan air mata terus keluar membasahi pipi yang sudah di make up itu. Terharu bercampur bahagia, tidak menyangka putra semata wayangnya kembali membina rumah tangga.
"Malam ini kita tidur di hotel, kemaren aku sudah memesan hotel bintang lima untuk kita" bisik Kenzo di telinga sang istri.
"Tidur di hotel ?, tapi aku sudah berjanji pada Neysa untuk menemani nya tidur mas" Dara menatap pria yang kini sudah sah menjadi suaminya.
"Hanya malam ini sayang, lagian di rumah ada Mama yang menjaga Ney"
"Ta-pi mas"
"Tidak ada tapi-tapian sayang, aku sudah tidak tahan"
Kedua pipi Dara bersemu merah mendengar kata tidak tahan yang Kenzo ucapkan, ia tentu mengerti apa maksud dari ucapan pria itu. Tentu saja mengarah ke adegan 21+.
__ADS_1
Satu persatu para tamu pulang setelah bersalaman dengan Kenzo dan Dara, mereka yang datang menampakkan wajah penuh kebahagiaan.
"Selamat ya" Rendi menjulurkan tangannya ke arah Kenzo, berusaha tersenyum untuk menutupi kepingan hati yang terluka.
Mendapatkan kabar tentang pernikahan Kenzo dan Dara, membuat Rendi mengerti bahwa memang wanita itu tidak tercipta untuknya.
"Terima kasih" balas Kenzo menjabat tangan Rendi.
"Titip Dara, jaga dia dengan baik !" Rendi menepuk pundak Kenzo dengan pelan, kemudian melangkah pergi meninggalkan panggung tanpa menyalami Dara.
"Semoga kamu menemukan jodoh yang baik Ren". batin Dara.
Malam harinya, Kenzo dan Dara benar-benar menginap di hotel, dengan keahliannya Kenzo berhasil membuat Neysa menurut agar tidur bersama Mama Ningrum malam ini.
Awalnya Neysa menolak, ia begitu menginginkan tidur di samping Dara, bahkan anak itu begitu bahagia saat Kenzo mengatakan sudah bisa memanggil Dara dengan sebutan Mama.
Pintu kamar hotel yang Kenzo pesan di buka dengan pelan, membuat mata Dara membulat sempurna. Bagaimana tidak terkejut, kamar hotel itu telah di sulap sangat cantik, aroma mawar begitu kentara.
"Ayo masuk !" ajak Kenzo.
__ADS_1
Namun Dara masih membeku di ambang pintu dengan detak jantung yang sangat kencang, menghirup aroma kamar ini saja tubuhnya sudah merinding, bagaimana kalau mereka sudah melakukan itu.
"Sayang" kini tangan kekar milik Kenzo menarik tangan Dara, membuat wanita cantik itu mendekat, tak lupa setelahnya Kenzo menutup pintu dengan rapat.
"Aku atau kamu yang mandi dulu ?" tanya Kenzo.
"Mas saja yang duluan, aku mau melepaskan gaun ini"
"Ok"
Kenzo melangkahkan kakinya ke kamar mandi, sementara Dara melepaskan gaun yang melekat di tubuhnya, cukup mudah bagi Dara untuk melepaskan gaun itu. Lalu mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang sudah ia siapkan.
Beberapa saat kemudian Kenzo keluar dari kamar mandi, Dara kembali terhenyak saat melihat Kenzo hanya mengenakan handuk yang melilit pinggangnya. Dada bidang Kenzo membuat aliran darah begitu cepat di tubuh Dara.
"Kenapa ??" kedua tangan besar Kenzo berada di pinggang Dara.
"Mas pakai baju dulu !" pinta Dara kemudian, ia tidak sanggup melihat keindahan alami itu.
"Pegang saja kalau mau ! jangan malu-malu sayang, ini semua milikmu"
__ADS_1
Dan kini Kenzo menciumi kening, pipi dan terakhir di bibir Dara.
"Emmmmm" tanpa sadar suara itu lolos begitu saja di mulut Dara, membuat gelora di tubuh Kenzo semakin besar.