Pelayan Keluarga Ravindra

Pelayan Keluarga Ravindra
PKR Dua Puluh Delapan


__ADS_3

“Kali ini aku ingin kalian bersilaturahmi dan menjalin hubungan sebagai mantan dari Bara Bahaduri Ravindra, karena mulai detik ini aku ingin mengakhiri hubungan asmara dengan kalian.”


Ucapan Bara menggemparkan seluruh perasaan wanita yang ada di ruangan tersebut, terkecuali para pekerja cafe yang tidak tahu apa pun.


Inari sangat terkejut dengan ucapan Bara, bukan hanya dengan ucapan Bara saja ia juga tidak menyangka pacar Bara sebanyak ini. Hampir lima puluh orang lebih, Inari tidak bisa membayangkan hubungan seperti apa yang mereka jalani selama berpacaran dengan Bara.


Cecilia maju lebih dulu dan menampar pipi bara dengan sangat kencang. “Aku tidak terima di perlakukan sama seperti mereka, padahal selama ini aku yang menemani kamu. Bahkan aku tidak pernah mempermasalahkan sikap playboymu, tapi apa yang kamu lakukan sekarang. Seolah tak ada artinya sedikit pun aku di hidupmu.”


Bara menatap Cecilia dengan pandangan marahnya. “Apaan sih drama banget, orang bukan aku yang memulai hubungan kita. Kamu yang menyatakan perasaanmu lebih dulu ke padaku aku,” jawab Bara tidak terima.


Perhatian Inari tertuju pada wanita yang berjalan mendekat ke arah Bara. “Jangan minta putus kayak begitu dong, aku masih betah pacaran sama kamu honey.”


“Maaf tapi kali ini aku serius mau putus dari kalian,” jawab Bara.


Cecilia yang merasa di acuhkan memilih pergi dari sana.


“Enggak.”


“Aku enggak mau putus.”

__ADS_1


“Jangan begitu sayang, aku masih mencintaimu.”


Kepala Inari rasanya berdenyut mendengar suara yang ricuh. “Saya Tunggu di luar Tuan,” ucap Inari. Telinganya butuh ketenangan.


Bara menahan tangan Inari. Ia mengangkat tangan Inari yang ia genggam. “Dia yang akan jadi kekasihku, aku ingin serius menjalin hubungan dengannya. Maka dari itu dengan berat hati aku ingin mengakhiri hubunganku dengan kalian semua,” ucap Bara dengan lantang agar semua orang mendengarnya.


Inari menelan ludahnya dengan susah payah saat seluruh pasang mata menatap ke arahnya. ‘Mampus!’


Bara melihat tatapan membunuh dari seluruh pacarnya, ia merogoh kantong mengambil kunci mobil. “Lebih baik kamu tunggu di mobil,” usul Bara.


Inari mengangguk setuju, ia menerima kunci mobil dari Bara dan segera berlari ke luar menuju tempat parkir.


Inari bisa bernafas lega setelah berada di dalam mobil. Dari dalam mobil Inari melihat para wanita yang mulai menutup ruang gerak Bara. “Mampus tuh rasain!” Maki Inari.


Setengah jam lamanya Inari menunggu dengan perasaan bosan, ia tidak melihat tanda-tanda Bara keluar dari cafe bahkan tidak ada satu pun wanita yang keluar dari sana. “Mereka sedang apa sih?” ucap Inari. Ia memilih keluar dari mobil dan berjalan menuju cafe.


Dari pintu cafe yang transparan membuat Inari dapat melihat ke dalam. Matanya menangkap Bara yang tengah di kelilingi para kekasihnya, wanita yang duduk tepat di samping Bara tampak menyuapi Bara.


Inari menyesal mengintip ke dalam, ia pikir Bara tengah sekarat dalam keadaan babak belur. Ternyata Bara tengah menikmati waktu bermanja-manja bersama mantan kekasihnya.

__ADS_1


Inari yang tidak ingin mengganggu dan menunggu lama lebih memilih untuk membawa mobil Bara untuk kembali pulang. Ia tidak peduli dengan Bara lagi.


Inari dengan santai membawa mobil milik Bara, hingga selamat sampai rumah.


Baru saja Inari memarkirkan mobilnya telepon miliknya berdering, tanda panggilan masuk dari Bara.


[Kenapa meninggalkanku begitu saja, kamu di mana?]


“Di rumah,” jawab Inari dengan entengnya.


[Kembali ke sini!]


“Tidak mau,” jawab Inari kesal.


[Lalu aku bagaimana?]


“Pulang saja minta di antar oleh mantan pacarmu yang jumlahnya tidak bisa di hitung oleh jari. Aku rasa masih ada yang bersukarela mengantar tuan kemari,” jawab Inari dingin lalu mengakhiri sambungan teleponnya.


Bara menangkap sikap Inari sebagai rasa cemburu. ‘Ah menggemaskannya kekasihku,'

__ADS_1


Bara tidak masalah dengan sikap Inari yang meninggalkannya, ia sudah cukup senang terlepas dari seluruh pacarnya. Dan kini ia rasa bisa serius menjalin hubungan dengan Inari.


Bara yakin sebentar lagi Inari akan memilih putus dari pacarnya dan menerima Bara.


__ADS_2