
Bryan akhirnya mengantarkan Kania pulang sampai ke rumahnya.
"Apa kakak mau mampir?" tanya Kania sebelum ia turun dari mobil Bryan.
"Tidak,lain kali saja.Kita kan baru kenal tidak sopan jika aku langsung mampir ke rumah mu." jawab Bryan menolak ajakan Kania.
"Tidak apa-apa kak,anggap saja kita sudah lama kenal.Mama ku pasti akan senang jika bertemu dengan kakak." ujar Kania.
"Tapi aku masih merasa sungkan,apa lagi kamu ingin aku bertemu dengan ibu mu.Ini seperti memperkenalkan calon pacar..Haha." gurau Bryan.
"Ya sudah anggap saja begitu.Karena sejujurnya aku menyukai kakak." ungkap Kania dengan percaya dirinya.
"Really??Aku hanya menolong mu girl,tidak bermaksud apa pun." kata Bryan yang tak percaya dengan ungkapan Kania.
"Aku serius kak,aku memang menyukai mu.Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan mu kak." ungkap Kania lagi sambil tersenyum lebar.
Bryan hanya tersipu malu dengan ungkapan Kania.
...****************...
Setelah pemotretan,Casey bergegas menuju suatu tempat yaitu kantor Devan.
Tiba di kantor,Casey langsung memasuki ruangan Devan tanpa membuat janji terlebih dulu.Dan bahkan memaksa saat sang sekretaris menahannya untuk tidak masuk ke ruangan Devan.Tapi Casey seakan tidak peduli dengan larangan sang sekretaris.
Melihat Casey yang langsung masuk ke ruangan nya,Devan hanya melirik datar tanpa menyambutnya dengan ramah.
"Aku perlu bicara dengan mu.!" hardik Casey dengan tegas.
"Lain kali saja,aku sedang sibuk." jawab Devan menolak untuk bicara dengan Casey.
__ADS_1
"Tidak bisa,aku harus bicara pada mu sekarang.!Karena ini berhubungan dengan wanita selingkuhan mu itu.!" ucap Casey menyinggung Thalia yang dimaksudnya.
Devan langsung melirik tajam ke arah Casey.
"Apa lagi yang ingin kau katakan?Jangan coba kau mengusiknya.!" tanya Devan sekaligus memberi peringatan pada Casey.
"Ku minta kau harus akhiri hubungan mu dengan wanita sialan itu.Karena aku tidak akan mau bercerai dengan mu.Terlebih kau menceraikan ku hanya karena wanita ja*ang itu.!" pekik Casey memberi peringatan pada Devan.
"Bagaimana jika aku menolak?" tanya Devan yang kini menatap serius ke arah Casey.
"Kau tidak bisa menceraikan aku begitu saja.!Kau harus pikirkan nasib Daffa.Aku tidak mau dia menjadi korban keegoisan mu karena lebih memilih untuk bersama pelakor itu.!!" sentak Casey mengingatkan Devan.
"Memikirkan nasib Daffa?Sejak kapan kau peduli dengan nya?Apakah kau berpikir selama ini kau sudah menjadi ibu yang terbaik untuk dia??Kau bahkan tidak pernah menjemputnya disekolah,walaupun hanya sekali saja.Kau juga tidak pernah memasak makanan untuk nya.Dan aku meragukan bahwa kau juga tidak tahu makanan apa yang disukai Daffa.Apakah kau masih pantas mengatakan kau memikirkan nasibnya?"ungkit Devan panjang lebar.
"Kau sama sekali tidak pantas dianggap seorang ibu untuk nya."timpal Devan.
Sesaat membuat Casey terdiam.Sebab apa yang dikatakan Devan memang benar.Karena ia terlalu sibuk dengan karir dan hanya mementingkan dunia model.Ia sampai tidak tahu apa yang selama ini yang diinginkan sang anak,dan tidak tahu makanan apa yang disukainya.
Seketika membuat Casey langsung syok dan air matanya pun menetes tanpa sadar.
"Devan,ku mohon jangan seperti ini.Aku memang salah,tapi aku masih sangat mencintai mu.Kita bisa perbaiki lagi ini semua,hiks."lirih Casey yang langsung menangis memohon pada Devan.Sambil mengenggam lengan Devan.
Devan langsung menepis tangan Casey.Karena ia merasa tidak ingin lagi disentuh oleh Casey.
"Sudah terlambat,kau sudah terlalu banyak mengecewakan ku.Hati ku sudah tertutup untuk,jadi sampai kapan pun aku tidak akan pernah untuk kembali pada mu." jawab Devan langsung pergi.
Casey pun hanya bisa terduduk lemas menerima penolakan dari Devan.Ia tak mengira jika Devan benar-benar akan serius menceraikan dirinya.Bukan hanya karena wanita lain,tapi juga karena perasaan dan dirinya yang sama sekali tidak dihargai oleh Casey.
...****************...
__ADS_1
Malamnya..
Kamila tampak cemas menunggu kepulangan Edward.Hari yang sudah larut malam yang menunjuk kan sudah pukul 12 malam.Tapi suami yang ditunggunya pun masih saja tak menampakkan dirinya untuk pulang.
"Brengsek.!Dimana dia saat ini??Kenapa akhir-akhir ini dia sudah jarang pulang?Bahkan tidak memberiku kabar?Apakah kau benar-benar bermain api dibelakang ku,Edward?"gerutu Kamila dengan perasaan yang begitu cemas dan kesal.
Kania yang melihat ibunya sedang berdiri didepan teras,langsung menghampiri sang ibu.
"Ma,kenapa masih belum tidur?Mama sedang menunggu papa pulang ya?" tanya Casey sekaligus menebak.
"Ah,iya sayang.Sebentar lagi mama akan tidur.Papa mu masih belum pulang." jawab Kamila pada Kania sang anak.
"Menurut mama,Papa apakah benar-benar sibuk sama pekerjaannya?Kenapa yang ku lihat,papa jadi jarang pulang.Dan jarang memperhatikan kami." tanya Kania yang juga menyadari akan perubahan Edward sang ayah.
"Iya nak,papa mu memang sangat sibuk dengan pekerjaannya.Jadi sekarang jarang pulang.Hal ini kau tidak usah pikirkan." ujar Kamila.
"Tapi kenapa aku merasa papa sedikit berubah ma?Papa sekarang juga jarang berkumpul dengan kita,untuk malam bersama saja papa juga tidak ada.Apa mama yakin papa tidak berubah?" ungkap Kania yang ternyata merasa sedikit kecewa dengan Edward.Tapi ia lebih memilih untuk diam daripada protes langsung dengan Edward.
"Sudah lah Kania,lebih baik kau fokus saja dengan sekolah mu.Tidak ada yang berubah dengan papa mu.Dia tetap papa mu yang seperti biasa." ujar Kamila mencoba memberikan pengertian pada Kania.
Kania pun hanya mengangguk paham dan meninggalkan Kamila untuk tidur.Dan Kamila masih terus menunggu Edward pulang ke rumah.
...****************...
Di apartemen yang baru,Edward dan Jasmine kini menghabiskan malamnya disana.Memadu kasih dengan saling melampiaskan hasrat yang sempat tertunda di kantor.
Mereka begitu menikmati permainan panas yang seakan tidak mau berhenti.Edward pun seakan benar-benar candu dengan tubuh Jasmine.Yang terus meningkatkan gairah dalam bercin*anya.Walau pun umur sudah tidak muda lagi,tapi gairah na*su yang terus meningkat membangkitkan seluruh tenaga nya untuk terus mencumbui tubuh Jasmine tanpa henti.
Dengan posisi Edward yang kini berada di atas tubuh Jasmine.Edward langsung menancapkan senjatanya lebih dalam.Hingga terasa ia menyentuh titik denyut milik Jasmine.
__ADS_1
Mereka pun saling mengerang panjang,dengan peluh yang mengucur deras,pun dengan gelora yang telah dilepaskan secara bersama