Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 31


__ADS_3

Malam ini,Kamila kembali dibuat gelisah.Karena lagi-lagi Edward kembali tidak pulang ke rumah.Hal itu semakin membuat Kamila merasa curiga.


Sementara Kevin sejak ia mulai bekerja,juga jarang pulang lebih awal.


Dan saat Kevin baru saja tiba di rumah,Kamila menyambutnya dengan sikap yang tidak senang.


"Kenapa jam segini kau baru pulang?Mama lihat semakin hari kau selalu pulang terlambat?Apa kau mulai jadi anak yang susah diatur?" tegur Kamila dengan nada ketus.


Kevin pun hanya memandang ibunya dengan tatapan yang datar.


"Bukankah mama sudah bisa lihat,kalau sekarang aku sudah bekerja?Dan sehabis bekerja aku lanjut kuliah.Jadi sudah jelas kan kenapa aku pulang terlambat?" jawab Kevin dengan nada dingin dan berjalan melalui Kamila tanpa memandang sedikit pun ke arah Kamila.


Tapi,Kamila justru dengan cepat menghalangi langkah Kevin.


"Tunggu.! Mama belum selesai bicara.Ada apa dengan sikap mu akhir-akhir ini??Sejak kau sudah bekerja,mama lihat sikap mu sedikit sombong.Dan bahkan kau sering membantah apa yang mama suruh." tanya Kamila ingin minta kejelasan pada Kevin.


"Tidak apa-apa..Aku masih seperti biasa dan itu cuma perasaan mu saja.Kenapa mama begitu peduli dengan sikap ku?Bukankah mama lebih peduli dengan Kania?" sindir Kevin secara tidak langsung.


"Kenapa kau harus membahas Kania,apa kau merasa iri dengan adik mu sendiri??" tanya Kamila lagi.


"Sejujurnya aku tidak merasa iri,hanya saja sikap kalian terlalu membeda-bedakan.Kalian hanya peduli dengan Kania.Kalian selalu memuji dia,sedangkan aku seperti orang yang tidak dianggap.Jadi mulai sekarang aku sudah tidak peduli bagaimana kalian memperlakukan aku.Karena aku akan berbuat sesuka hati ku.Dan membuktikan bahwa aku masih berguna dimata kalian.!" tegas Kevin langsung meninggalkan Kamila menuju kamarnya.


Kamila yang melihat sikap Kevin yang semakin berani padanya.Hanya bisa mendengus kesal.


"Ada apa dengan anak itu?Dia benar-benar mulai berubah.Dan kenapa dia bisa mudah sekali mendapatkan fasilitas mobil dari perusahaannya??Aku harus cari tahu." ujarnya bicara sendiri.


...****************...


Diapartemen,Edward dan Jasmine kembali memadu kasih diatas ranjang yang selalu membuat Edward ingin terus melakukannya.


Entah sudah berapa kali Edward meminta Jasmine melayaninya.Hingga membuat Jasmine meminta untuk menyudahinya.Sebab Edward seolah tidak pernah ada puasnya setiap Jasmine melayaninya.

__ADS_1


"Sudah tuan,aku sangat lelah.Hush." sahut Jasmine langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Baik lah sayang,maaf aku terlalu memaksamu.Karena kau benar-benar membuat ku sangat candu." jawab Edward sambil mengecup dahi Jasmine dan membaringkan tubuhnya tepat di samping Jasmine.


"Tuan,bisakah anda membelikan ku mobil?" tanya Jasmine mulai meminta sesuatu lagi pada Edward.


"Apa??Mobil?" tanya Edward.


"Yah,karena selama ini aku naik taxi terus.Rasanya aku ingin merasakan bagaimana jika aku mengendarai mobil sendiri.Anda tidak keberatan kan?" jelas Jasmine sambil mengeluh dengan sandiwaranya.


"Oh,baik lah.Itu soal gampang.Asalkan kau bisa terus melayani ku.Jangankan hanya mobil,bahkan jika kau ingin menambah perhiasan lagi aku pasti akan membelikannya untuk mu." jawab Edward langsung menyanggupi permintaan Jasmine.


Dia seakan tidak peduli berapa banyak ia akan menghabiskan uang untuk memenuhi gaya hidup Jasmine.Baginya yang terpenting Jasmine bisa memuaskan hasratnya setiap dia inginkan.


...****************...


Axel kini mengajak Thalia makan malam disebuah restoran mewah.Thalia begitu bahagia nisa menghabiskan waktunya bersama Axel.Karena selain Axel mengajaknya makan malam,Axel juga mengajak Thalia menonton bioskop dan berbelanja.


"Tentu saja aku sangat senang.Karena sebelumnya hari-hari ku sedikit membosankan.Dan kedatangan mu benar-benar membuat ku terhibur." jawab Thalia sambil tersenyum.


"Lalu kapan kau akan kembali ke Malay?" tanya Axel penasaran.


"Aku belum tahu,sebelum semua rencana ku beres mungkin baru akan kembali." jawab Thalia.


"Jadi kembalinya kau kesini,benar-benar ingin membalaskan dendam mu pada mereka?" tanya Axel yang sudah tahu rencana Thalia selama ini.


"Yah,aku ingin mereka merasakan kehancuran dan kehilangan yang pernah kurasakan dulu." jawab Thalia dengan yakin.


"Apakah jika semua dendam mu terbalas kau akan merasa puas?Dan hidup mu akan baik-baik saja?" tanya Axel ingin tahu.


Sesaat Thalia pun memandang serius ke arah Axel.

__ADS_1


"Tujuan ku membalaskan dendam bukan untuk mencari kepuasan.Tapi hanya ingin mengingatkan mereka,bahwa kehidupan senang tidak selamanya bisa mereka rasakan.Akan ada saatnya dimana mereka akan merasa hancur dan menyesali semua perbuatan yang sudah mereka lakukan." jawab Thalia mengutarakan tujuan yang sebenarnya.


"Baik lah,yang penting apa yang kau lakukan tidak melewati batas.Aku tidak mau kau terluka lagi karena mereka." ujar Axel.


"Tenang saja,hal ini semua sudah ku susun rapi tanpa aku harus menyentuh mereka dengan tangan ku sendiri." jawab Thalia meyakinkan Axel.


...****************...


Seminggu kemudian..


Devan pergi menemui Casey yang kebetulan sedang berada di rumah.


Casey dengan percaya dirinya menyambut Devan dengan perasaan senang dam mencoba ingin memeluk Devan.


Namun Devan justru menghadang Casey dengan tangannya agar mundur.


"Maaf,aku datang kesini bukan untuk meluapkan kerinduan mu padaku." ujar Devan dengan nada dingin.


Casey pun memandang bingung." Jadi apa tujuan mu kesini?" tanya Casey yang penasaran.


"Aku kesini ingin memberikan surat perpisahan kita.Silakan kau tanda tangani surat ini.Dengan begitu kita sudah resmi berpisah dan hak asuh jatuh ke tangan ku." ungkap Devan sambil menyodorkan selembar kertas pada Casey.Yang menyatakan surat perpisahan mereka yang sudah selesai Devan urus.


Casey pun sesaat membacanya dan melemparnya ke wajah Devan.Terlihat raut wajah Casey yang seketika berubah menjadi tatapan yang begitu tajam.


"Sudah kubilang,aku tidak mau berpisah dengan mu Devan.!!Kenapa kau masih saja tidak bisa mengerti perasaanku?Dan bagaimana bisa kau memisahkan Daffa dari ku.!" bentak Casey yang langsung meluapkan seluruh amarahnya pada Devan.


"Aku tidak peduli,terima atau tidak kita tetap sudah resmi berpisah.Karena aku sudah tidak ingin hidup bersama mu.!Aku sudah muak melihat tingkah laku mu selama ini.!" jawab Devan dengan tegas.


"Dan untuk Daffa,aku tidak melarang mu untuk bertemu dengannya.Tapi kau tidak bisa mengambilnya dari ku,karena aku akan menuntut mu.Jadi cepat tanda tangani surat ini.Aku tidak punya waktu lagi untuk meladeni mu.!" timpalnya lagi.


Casey dengan amarahnya yang memuncak,pada akhirnya menandatangani surat perpisahan nya.Setelah Devan menerimanya,Devan pun langsung pergi meninggalkan dirinya begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2