Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 53


__ADS_3

Seminggu kemudian..


Toni mendatangi rumah sakit untuk menjemput Delisa sang ibu.Karena kondisinya sudah semakin membaik,akhirnya Delisa pun diperbolehkan pulang.


Sementara Delisa yang keadaan nya sudah sembuh total dari penyakitnya,terlihat tidak merasa senang dan bahagia.Sebab ia merasa kesembuhannya tak membuat hidupnya semakin tenang.Dikarenakan,kesembuhannya justru akan membuat hidupnya akan berakhir di panti jompo.


Toni pun menemui sang ibu yang sudah terlihat bersiap-siap menunggunya.Toni pun memandang wajah ibunya yang murung tanpa semangat.


"Apa ibu sudah siap?" tanya Toni sebelum membawanya meninggalkan ruang perawatan.


"Yah." jawab Delisa dengan kepala menunduk tanpa melihat Toni sedikit pun.


Toni akhirnya membawa Delisa meninggalkan rumah sakit.Saat meninggalkan rumah sakit,Delisa sesaat menatap bingung.Kala Toni menuntun dirinya pada sebuah mobil sedan hitam dan dikemudikan langsung oleh Toni sendiri.


Diperjalanan,Delisa hanya memilih diam dan tak bicara sedikit pun.Sedangkan Toni hanya memilih fokus mengemudikan mobil dan sesekali melirik ke arah sang ibu.


"Apa ibu lapar?Kita bisa berhenti sebentar untuk makan dulu." tanya Toni sesaat menoleh ke arah ibunya.


"Tidak,fokus saja dengan kemudi mu." jawab Delisa dengan nada datar.


Toni pun menuruti perkataan ibunya.


Cukup lama diperjalanan yang memakan waktu hampir 2 jam.Akhirnya mereka pun sampai disebuah rumah minimalis dengan pagar kecil.Yang membuat Delisa memandang bingung.


"Kenapa kita kesini?ini dimana Toni?" tanya Delisa yang penasaran dan bingung.


"Kita masuk saja dulu Bu." jawab Toni menuntun sang ibu memasuki rumah tersebut.


Delisa pun semakin bingung saat memasuki rumah tersebut.Terlebih saat ia juga disambut oleh seorang wanita dengan menunjukkan senyuman yang ramah.


"Selamat datang di rumah nyonya Delisa." sahut wanita itu bernama Arini.

__ADS_1


Delisa pun langsung kaget dan bingung,dan bahkan menoleh ke arah Toni.


"Dia siapa Toni?Kenapa kita kesini?Ini rumah siapa?"tanya Delisa yang semakin penasaran.


"Ibu duduk dulu,Bu Arini tolong buat kan minuman untuk ibu saya." jawab Toni sembari menyuruh Bu Arini membuatkan minuman untuk ibunya.


"Baik tuan."jawab Bu Arini langsung pergi ke dapur.


"Ibu,mulai sekarang kita akan tinggal disini.Dan wanita tadi adalah Bu Arini yang akan mengurusi dan merawat ibu selama aku bekerja di luar kota." ungkap Toni menjelaskan nya pada Delisa.


Delisa pun semakin kaget dan syok.


"A..apa?tinggal di rumah ini??Bagaimana bisa?Lalu ini rumah siapa Toni?" tanya Delisa yang makin bingung.


"Ini rumah kita ibu,dan Bu Arini adalah art kita yang akan mengurusi semua pekerjaan rumah dan mengurusi semua keperluan ibu." jelas Toni.


"Tapi,bukankah kau ingin menitipkan ibu di panti jompo?"tanya Delisa mengungkit yang sebelumnya.


Yang langsung membuat Delisa syok sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


"Astaga,jadi ini semua pemberian dia??Kenapa dia tiba-tiba saja berubah pikiran?Bukankah dia begitu membenci ibu dan ingin menyingkirkan ibu dari mu." ucap Delisa yang tak menyangka jika Thalia akan berbuat baik padanya.


"Aku juga tidak menyangka jika dia tiba-tiba berubah pikiran Bu.Mungkin karena aku mengutarakan perasaan ku saat aku harus memutuskan untuk menuruti persyaratan yang dia inginkan.Tapi ternyata dia langsung merubah pikirannya.Dan aku rasa mungkin dia merasa tersentuh dengan yang ku katakan." jelas Toni panjang lebar.


Delisa pun langsung memeluk tubu Toni sang anak.


"Terima kasih nak,terima kasih karena sampai saat ini kau masih peduli dengan ibu..Hiks..Ibu tidak tahu harus berkata apa,ibu sangat bersyukur karena ibu masih bisa bersama mu nak..Hiks." isak Delisa langsung meluapkan rasa haru dan bahagianya.Karena dirinya tidak jadi dititipkan ke panti jompo.


"Berterima kasih lah pada nona Thalia Bu.Dia lah yang sudah berjasa pada kita." kata Toni mengingatkan Delisa pada Thalia.


"Iya nak..Hiks..Ibu sadar ibu sudah banyak dosa padanya di masa lalu.Ibu masih tidak menyangka jika Thalia bisa sebaik ini pada kita.Hiks."jawab Delisa masih tetap menangis haru.

__ADS_1


...****************...


Kania yang baru saja pulang dari sekolah,langsung menatap bingung saat melihat dua orang pria dan wanita yang baru saja bertamu ke rumahnya.


Kania pun langsung menghampiri Kamila ibunya.


"Mereka siapa ma??Sepertinya aku tidak kenal?" tanya Kania yang penasaran.


"Mereka orang yang baru saja melihat rumah kita " jawab Kamila.


"Melihat rumah kita?Maksudnya?" tanya Kania yang bingung.


"Rumah ini akan kita jual,berikut mobil kita juga." jawab Kamila.


Sontak membuat Kania terkejut. "Hah?Dijual??Kenapa ma??Kenapa harus dijual?" tanya Kania


"Karena papa mu sudah tidak pernah lagi memberi nafkah untuk kita.Dia sudah tergila-gila dengan wanita ja*ang itu.Dia bahkan memblokir nomor kontak mama,agar mama tidak bisa menuntutnya.Jadi mama terpaksa berencana menjual rumah dan mobil ini,untuk menghemat biaya hidup kita." jelas Kamila panjang lebar.


"Jadi maksud mama,kita sekarang jatuh miskin??Kita tidak punya apa-apa sekarang begitu?" tanya Kania memperjelas nya.


"Yah,kita terpaksa Kania." jawab Kamila sambil menghela nafas panjangnya.


"Tidak ma,aku tidak mau jatuh miskin.Bagaimana bisa hidup kita jadi seperti ini??Sebentar lagi aku sudah di mau lulus ma,aku ingin kuliah.Kalau kita jatuh miskin,bagaimana aku bisa kuliah.!"protes Kania yang langsung tidak terima dengan pernyataan Kamila.


"Kau tenang saja Kamila,mama berencana akan membuka usaha.Jadi kita masih bisa bergantung hidup dengan usaha itu.Mama hanya minta,kau harus belajar menerima dan mengerti keadaan kita sekarang."


Sesaat Kania pun terdiam.


"Papa dan kakak mu Kevin sudah tidak peduli lagi dengan kita.Kalau bukan kita yang sendiri berjuang,mau kemana kita akan bergantung hidup Kania." jelas Kamila meminta pengertian pada Kania.


Kania pun hanya bisa mendengus kesal.

__ADS_1


"Intinya jangan karena ulah kalian,aku tidak bisa kuliah.Kalian sudah menghancurkan masa depan ku.Sebagai orang tua kalian tidak bisa menjaga perasaan ku dan tidak memikirkan masa depan ku.Aku kecewa sama mama.!" sentak Kania langsung meninggalkan Kamila.Tanpa peduli dengan ucapan nya yang sebenarnya sudah menyakiti perasaan Kamila sebagai ibunya.


__ADS_2