Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 40


__ADS_3

"Thalia." seru Devan yang begitu kaget melihat Thalia.Terlebih sosok pria yang berada didekat Thalia.


"Devan.-" seru balik Thalia.


"Apa yang kau lakukan disini??Bagaimana bisa anak ku bersama mu?" tanya Devan yang bingung dan penasaran.


"Om dan Tante ini yang sudah menolong Daffa pa,ma." sahut Daffa dengan polosnya.


Pandangan Devan pun masih terus tertuju pada Axel.Pria asing yang sama sekali tidak ia kenal.Dan merasa sangat penasaran,bagaimana bisa Thalia bersama Axel.


"Dia siapa Thalia?" tanya Devan langsung ingin tahu.


"Bukankah aku sudah bilang,bahwa wanita ini yang sedang bermesraan dengan pria lain Devan." sahut Casey yang langsung sengaja mengompori Devan.


"Jaga mulut mu Casey.!" tegur langsung melirik tajam ke arah Casey.


Casey pun langsung terdiam menunduk.


Sebelum ingin meminta kejelasan dari Thalia,Devan pun menyuruh Daffa untuk bermain disebuah arena permainan anak-anak.Dengan tetap diawasi oleh sang petugas permainan,Devan pun meninggalkan Daffa bermain ditempat permainan tersebut sepuasnya.


Dan kini Devan berhadapan dengan Thalia.Sedangkan Axel meninggalkan mereka,sebab Thalia menyuruhnya untuk menunggu dirinya di mobil. Sementara Casey lebih memilih ikut menemani Devan.Walau pun Devan sudah menyuruhnya untuk pergi,tapi Casey begitu keras kepala dan membuat Devan membiarkannya.


"Thalia,bisa jelaskan siapa pria ini??Kenapa kau bisa berduaan dengan dia??" tanya Devan dengan tatapan serius.


"Kurasa aku tidak bisa memberitahu mu." jawab Thalia dengan tenang.

__ADS_1


"Kenapa??Apa aku tidak berhak tahu siapa dia?" tanya Devan memaksa.


"Yah,siapa pun dia kau tidak perlu mengetahuinya." tukas Thalia.


"Sudah ku bilang wanita ja*ang ini hanya ingin mempermainkan mu Devan.Kenapa kau harus memaksa meminta penjelasan darinya.Sudah jelas kau bisa lihat dia bersama pria lain yang sedang bermesraan." sahut Casey yang kembali membuat panas Devan.Seolah ia terus mempengaruhi Devan agar mempercayai semua perkataannya.


"Casey.!Bukankah aku sudah bilang kau tidak perlu ikut campur.!Lebih baik kau pergi saja atau temani saja Daffa di sana.!!" tegur Devan semakin kesal dengan sikap Casey yang terus ikut campur urusannya.


"Aku hanya ingin menyadarkan mu saja.Bahwa tujuan wanita ini mendekati mu hanya untuk balas dendam pada ku.Dia sengaja ingin menghancurkan pernikahan kita.Dan kau lihat sekarang,apa kau masih saja ingin percaya tipu daya wanita gila ini.!" hardik Casey yang terus berusaha menyadarkan Devan dengan ngototnya.


"Maaf Casey,jangan kaitkan aku dengan pernikahan kalian yang gagal.Aku tidak pernah berminat untuk menghancurkan pernikahan kalian." jawab Thalia membela diri dan secara tidak langsung menyerang Casey.


"Diam kau wanita ular.!!Ja*ang sialan.! Kau masih saja berusaha membela diri.Kau benar-benar iblis bermuka dua.!" sentak Casey yang seketika emosi dengan ucapan Thalia yang begitu santai dan tenangnya ,saat menyinggung pernikahan mereka yang sudah gagal dan berakhir.


Plak..


Casey pun langsung memegangi pipinya dan meringis kesakitan,karena tamparan Devan.Dan ia pun seketika menjadi pusat perhatian para pengunjung.


"Devan.!" teriak Casey yang merasa tidak terima.


"Lebih baik kau pergi sekarang atau aku akan menyeret mu ke kantor polisi.Karena kau terus saja menganggu dan mencampuri urusan ku.!" pekik Devan memberi peringatan pada Casey.


Casey pun hanya bisa menatap tajam ke arah Devan tanpa berkata apa pun.Dan sebelum ia pergi,tatapannya pun tak lepas dari Thalia.


"Kau tunggu saja,aku pasti akan membalas mu wanita brengsek.!" ucap Casey memberi peringatan pada Thalia.Dan akhirnya Casey pun pergi meninggalkan Devan dan Thalia.

__ADS_1


Kini Devan kembali menatap serius pada Thalia.


"Thalia,tolong jawab dengan jujur siapa pria itu sebenarnya??Jangan bilang bahwa yang dikatakan Casey benar,kalau kalian sedang berkencan?" tanya Devan masih terus memaksa Thalia mengatakan yang sebenarnya siapa sosok Axel.


"Bukankah aku sudah katakan bahwa kau tidak perlu tahu." jawab Thalia.


"Please Thalia,jangan seperti ini Aku sangat mencintai mu.Kenapa kau seolah tidak menghargai perasaan ku.Aku sudah mengorbankan semuanya untuk mu.Meninggalkam Casey agar aku bisa bersama mu." ungkap Devan mengungkit perasaanya kembali.


"Maaf Devan,aku tidak pernah meminta mu untuk meninggalkan mantan istri mu.Justru aku tidak tahu jika kau sudah menikah dan pernikahan kalian diambang kehancuran.Jadi jangan menganggap seolah kau mengorbankan pernikahan mu demi untuk bisa bersama ku,karena sampai saat ini aku tidak pernah memberi mu harapan tentang perasaan mu padaku." jawab Thalia panjang lebar.


Yang sontak membuat Devan begitu terkejut.Saat ia tahu ternyata Thalia sama sekali tidak memikirkan dan tidak menghargai perasaannya selama ini.


"Thalia,kenapa kau seperti wanita kejam??Apakah artinya kau sudah menolak ku?Kau tidak pernah berniat ingin bersama ku?" tanya Devan memastikan lagi.


Sesaat Thalia pun langsung bangkit dan menatap dalam pada Devan.


"Tidak Devan.Kedekatan ku selama ini hanya menganggap mu sebagai teman.Dan itu tidak lebih.Jika apa yang dikatakan Casey selama ini tentang balas dendam ku pada nya.Anggap saja mungkin itu bisa dikatakan secara kebetulan,membalasnya secara tidak langsung dan aku tidak mengetahui jika dia adalah istri mu.Yang selama ini memang aku sudah lama ingin balas dendam padanya." ungkap Thalia panjang lebar dan langsung pergi meninggalkan Devan begitu saja.


Devan pun langsung mengejar Thalia dan menahan tangan Thalia.


"Tunggu Thalia,kau tidak bisa melakukan ini padaku.Bukankah kau juga sudah memberi ku lampu hijau untuk bisa dekat dengan mu. Kenapa sekarang kau berdalih menganggap ku hanya sebagai teman??Dari awal aku sudah mengungkapkan bahwa aku sangat menyukai mu,dan bahkan mencintaimu.Dan bukan dari itu saja,aku juga berniat ingin menikahi mu.Kenapa kau mudah sekali berubah pikiran?" ungkit Devan panjang lebar.


"Aku tidak berubah pikiran,tapi kau saja yang terlalu over thinking bahwa aku akan menerima mu untuk menjalin hubungan serius.Melihat mu sudah meninggalkan Casey,kurasa sudah saatnya hubungan kita berakhir sebagai teman.Anggap saja kita tidak pernah saling kenal.Karena tujuan ku sebenarnya memang ingin membuat Casey ditinggal oleh suaminya sendiri." Ungkap Thalia dan benar-benar menolak tegas perasaan Devan padanya.


Devan pun hanya bisa diam mematung.Dan membiarkan Thalia pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Entah bagaimana perasaannya saat ini,melihat Thalia ternyata tidak pernah memberinya kesempatan untuk bisa bersamanya.Dan justru menjadikan dirinya sebagai umpan untuk membalaskan dendamnya pada Casey.


Hatinya pun kini hancur tak bersisa.Mendapatkan penolak kan langsung dari wanita yang selama ini sudah sangat ia cintai.


__ADS_2