Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 24


__ADS_3

Kevin tengah bersiap-siap akan berangkat.Jamila yang melihat,sesaat memandang heran dengan penampilan Kevin yang sedikit berbeda.


"Kevin,kau mau pergi ke kampus apa ke kantor?Kenapa pakaian mu seperti orang kantoran?" tanya Kamila yang penasaran.


"Hari ini aku ada interview disebuah perusahaan ma." jawab Kevin.


"Interview?Memangnya kau melamar kerja?" tanya Kamila semakin penasaran.


"Iya ma.Sudah hampir seminggu aku masukkan lamaran kerja ku di perusahaan.Dan hari ini aku dipanggil untuk melakukan interview." jelas Kevin panjang lebar.


"Kenapa hal ini kau tidak bilang mama?Jadi bagaimana kau mengatur waktu mu untuk kuliah?Ingat Kevin,kuliah itu juga penting.Bukan sedikit untuk membiayai mu kuliah di sana." ucap Kamila mengingatkan Kevin.


"Memangnya selama ini mama peduli dengan ku?Justru aku sadar,karena mama sudah membiayai kuliah ku.Makanya aku mencoba cari kerja agar aku bisa membiayainya sendiri.Karena rasanya tidak enak jika mama terus mengungkit uang yang setiap mama keluarkan untuk ku.Aku jadi merasa seperti di anak tirikan sama ibu ku sendiri."jelas lagi Kevin panjang lebar.


"Kevin.!Sejak kapan kau mulai berani bicara seperti itu pada mama??" tegur Kamila yang tidak terima dengan ucapan Kevin.Yang seolah menyindir.


"Sejak aku menyadari kalau mama terlalu pilih kasih.Karena mama selalu mengutamakan Kania dibandingkan aku." tegas Kevin langsung pergi berangkat tanpa memperdulikan perasaan Kamila sebagai ibu kandungnya.


Sejak kehadiran Kania sebagai adiknya,Kevin selalu diperlakukan tidak adil oleh Kamila.Dan bukan hanya Kamila saja,bahkan Edward juga memperlakukan Kevin seperti bukan anak kandungnya.Selalu mengabaikannya tanpa perduli bagaimana perasaannya selama ini yang selalu dicuekin.


Namun,Kevin tidak merasa sakit hati pada Kania.Karena Kania selalu menjadi adik yang penurut untuknya.Ia hanya merasa tidak terima dengan perlakuan kedua orang tuanya.Sejak itu,Kevin seakan sudah tidak memperdulikan lagi bagaimana kedua orang tuanya memperlakukan dirinya.Hingga akhirnya ia berinisiatif ingin mencari pekerjaan agar bisa membiayai kuliahnya sendiri.Sebab Kamila selalu saja mengungkit dan protes jika setiap ia meminta uang kuliah semester.Seakan Kamila sebagai ibunya tidak mendukung dan merasa keberatan jika ia menghabiskan uang untuk biaya kuliah.


...****************...


Devan dan Sonia kini terlihat sedang sarapan bersama.Sedangkan Daffa sudah lebih dulu diantarkan ke sekolah oleh sang bibi.


"Devan,kemarin istri mu tiba-tiba datang dan ingin menjemput Daffa." ungkap Sonia memberi tahu yang terjadi sebelumnya pada Devan.


"Lalu,apakah mama mengijinkan?"tanya Devan yang sesaat kaget.


"Jelas tidak,'kan kau sendiri yang bilang jangan ijinkan Casey mengambil Daffa dari mu." jawab Sonia.

__ADS_1


Devan pun langsung bernafas lega mendengar jawaban sang ibu.


"Bagus ma,tolong jangan biarkan Casey mengambil Daffa dari ku.Aku sudah mengurus surat perpisahan kami.Dalam waktu dekat kami akan resmi berpisah." ungkap Devan memberitahu Sonia.


"Lalu bagaimana dengan hak asuh Daffa?"tanya Sonia penasaran.


"Pastinya akan jatuh ke tangan ku,karena disini kasusnya dia sudah lalai menjalankan kewajibannya sebagai istri dan seorang ibu."jelas Devan.


"Ya sudah,yang terbaik saja untuk mu.Soal Daffa kau tenang saja,mama pasti akan mengawasinya dan tidak akan membiarkan Casey mengambilnya dari kita." kata Sonia meyakinkan Devan.


"Terima kasih ma."ucap Devan.


...****************...


Kevin telah tiba di perusahaan,dimana dia akan melakukan sebuah interview dengan seorang atasan.


Kevin pun diminta menunggu diruang yang ternyata bukan ruang interview.Melainkan ruangan seorang direktur utama di perusahaan tersebut.


Tap..Tap..


"Selamat pagi,maaf membuat mu menunggu." sahut seorang wanita yang membuat Kevin langsung terkejut.Karena tidak mengira jika seorang direktur yang baru pertama kali ia lihat ternyata adalah Thalia.Wanita yang sempat ia lihat saat Thalia berada dirumahnya.


"Se..selamat pagi nyonya direktur." ucap Kevin langsung bangkit dan membungkuk memberi hormat pada Thalia.


"Haha..tidak perlu seperti itu,santai saja.Bukankah kita sudah pernah bertemu." ujar Thalia mengingatkan Kevin.


"Anda bukankah wanita yang pernah datang ke rumah saya dan mengaku..-"


"Kakak tiri mu.Yah,itu benar kita memang pernah bertemu dan mengakui aku sebagai kakak tiri mu." kata Thalia memperjelas kata-kata Kevin.


"Wah,ini sangat kebetulan dan suatu kehormatan untuk saya bisa bertemu lagi dengan anda.Terlebih posisi saya akan interview dengan anda." ujar Kevin merasa bangga dan senang bisa bertemu dengan Thalia.Thalia pun langsung menanggapinya dengan senyuman.Sebab ia bisa lihat kepolosan wajah Kevin yang memiliki keinginan untuk serius kerja padanya.

__ADS_1


"Jangan berbicara dengan bahasa yang kaku,santai saja.Disini mungkin aku memang atasan mu,tapi diluar anggap lah aku sebagai kakak mu." kata Thalia.


Kevin pun tersenyum mendengar perkataan Thalia.


"Dan langsung saja,aku akan menempatkan posisi mu yang sesuai dengan jurusan kuliah mu,jadi kau tidak perlu lagi melakukan interview dengan ku." ucap Thalia memberitahu Kevin dengan menerimanya.


Seketika membuat Kevin terkejut mendengar ucapan Thalia yang menerima dirinya langsung tanpa interview.


"Be..Benarkah??Apakah anda serius?"tanya Kevin memastikannya lagi.


Thalia mengangguk sambil tersenyum.


"Ya Tuhan..Terima kasih untuk kebaikan anda nona Thalia." ucap Kevin langsung berterima kasih pada Thalia.


"Tapi aku perlu bantuan mu,dan ku harap kau bisa membantu ku.Karena ini diluar dari pekerjaan mu." ucap Thalia sebelum menerima tanda terima kasih pada Kevin.


"Bantuan?Apa pun itu aku pasti akan lakukan.Diterima langsung oleh mu di perusahaan ini saja,sudah lebih dari cukup untuk ku.Jadi apa saja aku pasti akan bantu nona Thalia." jawab Kevin langsung menerima permintaan Thalia.


"Bagus,aku berharap pada mu." kata Thalia langsung berjabat tangan pada Kevin.Kevin menerima berjabat tangan Thalia dengan suka cita.


...****************...


Pada saat jam makan siang,Devan kini menunggu kedatangan Thalia untuk mengajaknya makan siang bersama.Thalia pun terpaksa menerima ajakan Devan untuk bertemu.Karena Devan terus menerus menghubunginya siang malam tanpa henti.Dan membuatnya merasa sangat terganggu.


Tak berapa lama Thalia pun datang dan langsung menghampiri Devan.


"Maaf,aku terlambat.Jalanan sangat macet." ujar Thalia sembari menarik kursi untuk duduk.


"Tidak apa-apa,berapa lama pun aku pasti akan menunggu mu.Justru aku merasa tidak enak hati karena memaksa mu untuk bertemu dengan ku."kata Devan.


"Tidak masalah,hanya saja akhir-akhir ini memang sedikit sibuk.Jadi aku tidak sempat mengabari mu." jelas Thalia dengan berbohong.Karena memang sebenarnya dia malas untuk bertemu dengan Devan.Mengingat Casey masih berkaitan dengan Devan.Dan belum berhasil membuat pernikahan mereka berakhir.

__ADS_1


__ADS_2