Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 22


__ADS_3

Jasmine pun terkulai lemas dengan nafas yang tercekat.Seluruh urat saraf nya seperti diluluhkan secara serentak,sebuah bukti bahwa dia baru saja telah mendapatkan gelombang yang sangat nikmat.


Sementara di atas tubuh Jasmine,Edward masih menumpu bobot tubuhnya dengan begitu kokoh.Edward memandangi wajah Jasmine begitu lekat.Ada senyuman kecil yang tersemat dari wajah cantik Jasmine yang telah menghipnotis dirinya.


Edward pun begitu puas dan bangga,karena diusia yang memang sudah tak muda lagi.Mampu membuat Jasmine wanita muda yang usianya berbeda jauh dengannya,menggelinjang dan melenguh karena permainannya.


Tak peduli meski harus ia mendapatkan cakaran di punggungnya dari kuku-kuku Jasmine yang begitu panjang.Karena semua itu adalah bukti jika dia berhasil membuat wanita yang membuatnya tergila-gila,sempurna mendapatkan kenikmatan.


"Makasih sayang." ucap Edward mengecup dahi Jasmine,seraya membaringkan tubuhnya di samping Jasmine.


Jasmine pun hanya membalasnya dengan senyuman tipis karena merasa lelah dan puas akan kenikmatan yang diberikan Edward.


Edward beberapa kali terus mengecup punggung mulus milik Jasmine.Dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang memang sudah tidak memakai sehelai benang pun.


Dibalik selimut yang tebal,Edward melingkarkan tangannya di perut Jasmine.Dan Jasmine yang sudah terlihat sangat kelelahan,tidak menolak sedikit pun dan membiarkan Edward melakukannya.


Tenaganya seakan sudah terkuras habis karena pria paruh baya yang masih memiliki tenaga yang sangat kekar.


Dan akhirnya mereka pun saling memejamkan mata dan tidur.


...****************...


Devan yang baru saja pulang terlambat,langsung disambut oleh sang ibu.


Sang ibu pun menatap heran dengan gelagat Devan yang ternyata pulang dalam keadaan mabuk.


Devan rupanya sempat menghabiskan waktu pulang kerjanya,dengan bertemu Bryan disebuah bar tempat biasa mereka berkumpul.


Hal itu membuat Sonia sang ibu langsung menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kau pulang terlambat Devan??Terlebih kau dalam keadaan mabuk??"tanya Sonia yang heran dengan Devan sang anak.


"Aku hanya minum sedikit ma,aku tidak mabuk berat..Dimana Daffa??Apakah dia sudah tidur?" jawab Devan dan bertanya.


"Yah,dia sudah tidur.Dia sebenarnya menunggu mu pulang.Karena dia ingin ditemani saat tidur." jawab Sonia memberitahu Devan.

__ADS_1


Sesaat Devan menghela nafas dengan sedikit kecewa.


"Sepertinya aku sudah gagal menjadi ayah untuk Daffa ma." keluh Devan yang mengungkapkan perasaan bersalahnya.


Sonia pun langsung menepuk bahu Devan.


"Ini sudah diatur Tuhan,jalanin saja.Kelak d jika Daffa sudah dewasa,dia pasti mengerti kenapa pernikahan orang tua nya harus berakhir.Dan ini bukan sepenuhnya kesalahan mu." ucap Sonia memberi dukungan dan semangat untuk Devan.


Devan pun sesaat merasa tenang dan lega saat sang ibu memberinya dukungan.


...****************...


Thalia saat sedang bersantai sambil asik memainkan laptopnya,tiba-tiba sebuah pesan masuk kedalam sebuah email nya.


Thalia pun langsung membuka isi pesan tersebut.


Hai..Gadis tangguh,bagaimana kabar mu?Apa kau merindukan ku?Kenapa kau kembali ke Indonesia tanpa memberitahu ku??Tapi tidak masalah,aku akan datang menemui mu.Tunggu aku gadis marmut..😊😊


Thalia yang membaca nya langsung tersenyum.Karena ia sudah bisa menebak siapa seseorang yang sudah mengirimkan pesan tersebut padanya.


...****************...


Keesokan harinya..


Menjelang sore hari,Sonia kedatangan seorang tamu yang tak diduga.Sonia pun menyambutnya dengan tatapan yang tidak begitu suka.Karena seseorang itu tak lain adalah Casey sendiri,menantunya.


"Mau apa kau kesini?" tanya Sonia dengan nada datar.


"Aku ke sini ingin menjemput Daffa ma." jawab Casey memberitahu tujuannya ia datang.


"Tidak bisa." jawab Sonia menolak keinginan Casey.


"Kenapa tidak bisa ma??Dia anak ku,dan aku ibu nya.Aku berhak menjemput dan membawa Daffa pulang." tanya Casey dan memperjelas dirinya.


"Tapi Devan tidak mengijinkan mu untuk membawa Daffa pulang bersamu,jadi harus ada ijin dulu dari Devan,baru kau bisa membawa Daffa pulang."jelas Sonia dengan tegas.

__ADS_1


"Alasan macam apa itu?Aku ini ibunya Daffa ma,dan kami juga masih berstatus suami istri.Mama tidak bisa melarang ku untuk membawa Daffa pulang bersama ku."ucap Casey yang tidak terima dengan alasan Sonia.


"Tapi aku tetap bisa membiarkan mu membawa Daffa pulang bersama mu.Ibu macam apa yang sudah mengabaikan anaknya,tanpa memperhatikan segala keperluannya?Kau hanya sibuk dengan karir mu.Sejujurnya aku juga kecewa memiliki menantu seperti mu.Karena kau tidak bisa menjadi seorang istri dan ibu yang baik untuk keluarga mu." kata Sonia meluapkan kekecewaannya pada Casey.


"Ma,tolong jangan bersikap seperti ini.Jangan hanya sepihak menyalahkan ku.Mama harus tahu,kami seperti ini karena Devan sudah berselingkuh dibelakang ku." ungkap Casey yang mencoba membela diri.


"Hal itu aku sudah tahu,memang aku tidak membenarkan Devan untuk berselingkuh.Tapi setelah mama tahu alasan Devan melakukan itu,ternyata semua berawal dari diri mu sendiri.Kalau saja kau bisa melakukan tugas kewajiban mu dalam rumah tangga,Devan pasti tidak akan mengkhianati mu." jelas Sonia lagi mengungkit semuanya.


"Jadi mama mendukung perselingkuhan Devan,begitu?" tanya Casey memastikan.


"Jika memang itu untuk kebahagiaan Devan.Mungkin aku akan mendukungnya.Jadi terima saja resikonya ,jika kesalahan itu semuanya berawal dari mu."jawab Sonia.


"Ma,kau tidak bisa melakukan ini padaku.Kenapa kau justru mendukung perselingkuhan anak mu.!Kenapa kau menyalahkan aku semua.!" sentak Casey yang langsung meninggikan nada bicaranya.Karena ia benar-benar merasa tidak terima dengan ucapan Sonia,sang ibu mertua yang ternyata mendukung Devan berselingkuh.


"Aku tidak peduli,sebaiknya kau pergi saja dari sini.Jangan coba datang jika tanpa seijin Devan.Dan aku juga tidak akan membiarkan mu mendekati Daffa,kau tidak pantas disebut seorang ibu untuk cucu ku." kata Sonia yang kini mencoba mengusir Casey dari rumahnya.


"Ma,tolong biarkan aku bertemu Daffa.Dia anak ku,aku sangat merindukan Daffa. ma..Hiks." lirih Casey yang lagi-lagi menggunakan air matanya untuk memohon dengan memelas pada Sonia.


"Jangan pernah katakan kalau kau merindukan Daffa,selama ini apa kau pernah memikirkan perasaan Daffa yang selalu merasa jauh dari ibunya sendiri?Kau seharunya bersyukur selama ini sudah memiliki suami dan anak yang sayang pada mu.Tapi kau justru mengabaikan mereka dan mengecewakan mereka.Tanggung saja akibatnya.!" ucap Sonia yang terus mencoba mengusir Casey hingga keluar dari rumahnya


Dan setelah membuat Casey keluar,Sonia langsung menutup pintu rumahnya dengan cukup keras.


"Ma,buka pintunya.! biarkan aku bertemu dengan Daffa..Ma..!!"teriak Casey sambil mengetuk-ngetuk pintu rumah Sonia.


Tapi Sonia tidak memperdulikannya dan membiarkan Casey terus memukul pintu rumahnya.


Yang pada akhirnya Casey menyerah dan meninggalkan kediaman ibu mertuanya.


Lagi-lagi Casey harus menerima perlakukan. yang tidak mengenakan.Yang sebelumnya dari Devan suaminya sendiri,dan kini dari sang ibu mertuanya sendiri.Yang dengan tega melarang dirinya untuk bertemu dengan Daffa,putra semata wayangnya.


Sonia pun berusaha menenangkan dirinya sembari kembali duduk.


"Wanita gila,masih beraninya dia datang untuk menjemput Daffa."gerutu Sonia yang kesal.


"Oma." panggil Daffa sang cucu yang tiba-tiba datang menghampirinya.

__ADS_1


__ADS_2