Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 45


__ADS_3

Kamila yang tengah bersantai,tiba-tiba melirik jam dinding.


"Rasanya aku sudah lama tidak makan siang bersama Edward.Terlebih makan di restoran yang biasa kami datangi.Apakah sebaiknya aku temui saja Edward dan mengajak makan siang??Yah..Lebih baik aku ke kantornya saja." ujar Kamila langsung beranjak bangkit untuk bersiap-siap dan menuju pergi ke kantor Edward.


Setelah bersiap-siap,Kamila langsung diantarkan sang sopir menuju kantor Edward.


Disisi lain,Jasmine menemui Edward yang tengah sibuk di ruangannya.Tanpa rasa malu,Jasmine langsung menghampiri Edward dengan sembari duduk di atas pangkuan Edward.


Edward pun langsung menyambutnya dengan ******* bibir Jasmine dengan rakusnya.Sambil menyelipkan tangan nya kedalam kemeja Jasmine yang begitu ketat dan memainkan kedua benda kenyal Jasmine dengan liarnya.


"Sudah tuan." sahut Jasmine langsung menjauhi bibirnya dari Edward dan menutupi bibir Edward dengan tangannya.


"Kenapa sayang??Kau yang datang duluan padaku,." tanya Edward sesaat menghentikan permainannya.


"Aku sangat lapar,aku kesini sebenarnya ingin mengajak tuan makan siang." jawab Jasmine memberitahu Edward.


"Oh..Ternyata boneka kecil ku sedang lapar rupanya.Baiklah ayo kita pergi makan diluar,tapi setelah itu aku ingin kita melanjutkannya lagi.Oke ."jawab Edward menuruti ajakan Jasmine tapi juga harus menuruti keinginannya.


"Itu gampang tuan." jawab Jasmine mencubit pipi Edward dengan manja.


Edward pun beranjak bangkit dan langsung menggandeng pinggang Jasmine meninggalkan ruangannya.Mereka pun berjalan tampak begitu mesra tanpa memikirkan pandangan para staff yang ternyata sudah sering melihat kemesraan mereka.Yang layaknya seperti sepasang kekasih.Edward pun tak merasa ragu menunjukkan Jasmine sebagai sekretaris kesayangannya.


Akhirnya Edward dan Jasmine pergi meninggalkan kantor untuk makan siang diluar.


Dan baru saja beberapa menit mereka meninggalkan kantor,Kamila justru baru saja tiba di kantor dan langsung menuju ruangan Edward.


Sayangnya Kamila harus menelan kekecewaan karena momen yang ditunggunya untuk bisa makan siang bersama suami yang dicintai ternyata tidak ada di ruangannya.


Kamila pun meninggalkan ruang kerja Edward dan berniat akan meninggalkan kantor.


Namun,tanpa sengaja seorang staff wanita datang menyapa Kamila.


"Selamat siang nyonya Kamila." sapa wanita tersebut.


Kamila pun langsung menoleh dan tersenyum.


"Siang juga." sapa balik Kamila.


"Apakah nyonya ingin bertemu dengan tuan Edward?" tanya wanita itu penasaran.


"Yah,tapi sepertinya dia tidak berada di ruangannya.Apakah dia sedang pergi?" jawab Kamila dan bertanya.

__ADS_1


"Benar nyonya.Tuan Edward baru saja meninggalkan ruangannya bersama Jasmine." jawab wanita itu memberitahu.


"Jasmine?Apakah sekretarisnya?" tanya Kamila menebak dan memastikannya lagi.


"Benar nyonya.Mungkin mereka pergi makan siang." jawab wanita itu.


"Makan siang??"


Wanita itu pun mengangguk.


"Apakah mereka sering melakukan itu?" tanya Kamila lagi.


"Sepertinya iya nyonya,saya sering melihat Jasmine selalu pergi berdua dengan tuan Edward.Bahkan mereka terlihat sangat mesra,seperti bukan antara sekretaris dan atasan." ungkap wanita itu apa adanya.


Membuat Kamila langsung mengepalkan kedua tangannya,seolah sedang menahan amarahnya.Setelah mendengar sesuatu yang diberitahukan oleh sang staff wanita tersebut.


"Terima kasih untuk informasinya." ucap Kamila langsung meninggalkan wanita tersebut.


Kamila pun langsung menuju suatu tempat,yang mungkin dia tahu dimana Edward saat ini.


Pria brengsek.!beraninya dia melakukan ini padaku.' umpat Kamila dalam hati sambil menahan amarahnya yang akan meledak pada waktunya.


Tiba disuatu tempat,Kamila berjalan mencari keberadaan Edward.Dan perhatiannya pun tertuju pada satu restoran yang membuat langkahnya langsung terhenti.


Bagaimana tidak,jika ia melihat langsung saat Edward sedang menyuapi Jasmine dengan mesranya.


Tanpa pikir panjang Kamila langsung menghampiri mereka berdua.Dan menarik rambut Jasmine secara kasar dari belakang.


"Akh sakit." lirih Jasmine yang kesakitan memegangi rambut.


"Kamila." seru Edward yang kaget melihat kemunculan Kamila.


"Wanita ja*ang sialan.!!Beraninya kau bermain dengan suami orang?Apa kau sengaja memanfaatkan posisi mu untuk merayu suami ku??!" sentak Kamila yang langsung meluapkan seluruh kemarahannya pada Jasmine.


Hal itu langsung membuat Edward panik dan berusaha menjauhkan Kamila dari Jasmine,dengan melepaskan cengkraman tangannya dari rambut Jasmine.


"Sudah,lepaskan tangan mu dari rambutnya Kamila.!" sentak Edward yang dengan reflek mendorong tubuh Kamila.


"Kenapa kau membela ja*ang sialan ini?!Apa karena dia sudah memuaskan senjata mu yang hampir berkarat itu??Pria brengsek,sialan.!" umpat Kamila yang juga menghina Edward sebagai suaminya dan tidak peduli ia menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran itu.


"Kau..Kau akan menyesalinya Kamila." ucap Edward langsung menatap tajam dan membawa Jasmine pergi meninggalkan Kamila begitu saja.

__ADS_1


...****************...


Setelah melakukan pemotretan,Casey berniat akan pulang.Namun,seorang pria setengah paruh baya datang menghampirinya.Pria itu tidak lain adalah sang produser yang sudah membuat karirnya semakin naik.


"Casey.Apakah kau sudah mau pulang?" tanya pria itu bernama Alfred.


"Ah,iya tuan Alfred." jawab Casey dengan tersenyum ramah.


"Bagaimana jika aku mengantar mu pulang?Tapi sebelum pulang,aku ingin mengajak mu makan malam.Bagaimana?" tukas Alfred menawarkan ajakan makan malam dan mengantarkan pulang pada Casey.


Tanpa pikir panjang,Casey pun langsung menerima ajakan Alfred.Karena dengan ajakan Alfred,Casey dapat memanfaatkan Alfred untuk menawarkan dirinya dengan produser lain yang bisa memakai dirinya untuk terjun ke dunia entertain yang selain menjadi seorang model.Terlebih Alfred juga pria yang royal dan sangat kaya raya.Dengan kecantikan yang dimilikinya,akan memudahkan Casey memanfaatkan Alfred sebagai batu loncatan untuk membuat dirinya semakin terkenal.


"Oh,baik tuan.Dengan senang hati." jawab Casey menerima ajakan Alfred.


Alfred pun seketika langsung tersenyum senang,karena Casey tanpa ragu menerima ajakannya.


Alfred langsung mengajak Casey untuk terlebih dulu makan malam disebuah restoran yang cukup mewah.


Alfred pun dengan royalnya memesankan menu yang sangat mahal di restoran tersebut.Hanya karena untuk menyenangkan Casey dan membuatnya terkesan.Alfred dan Casey pun menikmati makan malam mereka dengan perasaan bahagia.


"Bagaimana makanannya??Apakah kau suka?" tanya Alfred setelah ia selesai makan malam.


Casey pun mengangguk sambil tersenyum. "Yah tuan, saya sangat suka.Terima kasih karena tuan sudah mengajak saya kesini dan makan malam di tempat yang begitu mewah." jawab Casey yang merasa terkesan dengan makanan dan suasana restoran yang dipilihkan Alfred.


"Oh,syukur lah kalau kau menyukainya.Dan jangan panggil aku tuan jika kita sedang berada diluar Casey." ujar Alfred.


"Maksud tuan?" tanya Casey yang tidak mengerti.


Sesaat Alfred meraih tangan Casey dan menggenggam tangan Casey.Yang seketika membuat Casey langsung kaget.


"I..Ini apa maksudnya tuan?" tanya Casey yang masih kaget dan bingung.


"Casey,sebenarnya aku sudah lama memperhatikan mu.Dan sejujurnya aku menyukai mu,aku suka kepribadian mu.Mungkin yang ku katakan ini tidak tepat,terlebih kau belum lama berpisah dengan suami mu.Tapi aku juga tidak bisa menunggu lagi untuk mengungkapkan bahwa aku sebenarnya ingin memiliki mu.Apakah kau bersedia menjadi kekasih ku Casey.?" ungkap Alfred panjang lebar sambil tetap menggenggam tangan Casey.


Casey pun semakin kaget mendengar ungkapan Alfred.Karena tidak mengira lelaki paruh baya yang seharusnya menjadi ayah nya tapi justru memiliki perasaan padanya.


Dan kini pun ia bingung,bagaimana ia harus menjawabnya.Karena sebenarnya ia masih mencintai Devan.Dan tidak berpikir atau pun berniat ingin menjalin hubungan dengan siapa pun.Termasuk Alfred,pura tua yang sama sekali bukan kriteria yang dapat menggantikan posisi Devan.


"Bagaimana Casey?" tanya Alfred yang ingin mendengar jawabannya langsung dari Casey.


"So..Soal itu.-"

__ADS_1


Belum sempat Casey menjawab,tiba-tiba seorang datang menghampiri mereka berdua.


__ADS_2