Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 49


__ADS_3

"Kevin,aku harus pergi.Bilang pada Lusi untuk tidak menunggu ku." ucap Thalia sebelum pergi.


"Iya kak,kakak hati-hati." jawab Kevin langsung mengangguk paham.


"Ayo kita pergi." sahut Axel langsung menggandeng lengan Thalia.


Thalia pun langsung menyambutnya dengan tersenyum.Dan akhirnya mereka pun pergi meninggalkan Kevin yang masih berdiri memandang penasaran.


"Apakah pria itu kekasih kak Thalia??Sepertinya kedekatan mereka melebihi seorang teman." tanya Kevin yang masih penasaran.


Axel pun membawa Thalia ke suatu tempat yang belum diketahui Thalia.


Setibanya,Thalia sedikit tercengang melihat suasana cafe yang bernuansa aestetik dan cukup romantis.Terkebih banyak muda mudi pasangan yang ternyata menghabiskan waktu di cafe tersebut.


Axel pun mengarahkan Thalia menuju kursi yang ternyata sudah di pesankan khusus untuk mereka berdua Dan bahkan Axel juga sudah memesankan beberapa menu istimewa yang akan mereka nikmati bersama.


"Bagaimana??Apakah kau suka tempat ini?" tanya Axel sebelum pesanan mereka datang.


"Yah,tempat ini bagus sekali.Darimana kau bisa menemukan tempat ini kak?" tanya Thalia penasaran.


"Dari media sosial yang sedang booming.Katanya tempat ini sudah cukup terkenal dikalangan muda mudi seperti kita." jawab Axel menjelaskan.


"Oh begitu,tapi kurasa umur mu sudah tidak muda lagi.Apakah kau masih cocok dikategorikan muda mudi?Haha." ujar Thalia yang sesaat mengejek Axel.


"Hei..Umur ku mungkin tidak termasuk muda lagi,tapi wajah ku masih dikategorikan 20tahunan Thalia."jawab Axel membela diri sambil tersenyum.


"Yah,sayangnya kau terlalu awet muda.Jadi siapa pun tidak akan ada yang percaya kalau kau sudah tua..haha." gurau Thalia yang mengejek Axel lagi.


"Kau ini sungguh lucu sekali.Tapi ada satu hal kenapa aku sengaja mengajak mu kesini."ujar Axel yang mengubah topik pembicaraan.


Membuat Thalia menatap penasaran.


"Oya?" tanya Thalia.


...****************...


Edward kembali meminta Jasmine terus melayaninya tanpa henti.Hal itu membuat Jasmine semakin muak dan ingin mengakhiri semuanya.Tapi sayangnya ia masih belum mendapatkan arahan untuk mengakhiri sandiwara yang dia lakukan sampai sejauh ini.

__ADS_1


"Sudah tuan,rasanya aku sudah sangat lelah." sahut Jasmine yang saat ini dirinya berada dibawah tindihan tubuh besar Edward.


"Tunggu sayang,sedikit lagi.Setelah ini kita akan beristirahat." jawab Edward yang masih terus memainkan senjatanya didalam kepemilikan Jasmine.


Hingga akhirnya cairan hangat pun menyembur tepat didalam kepemilikan Jasmine.Yang menandakan permainan Edward pun telah usai.Dan Jasmine pun dapat bernafas lega,terlebih saat Edward memindahkan tubuhnya tepat disamping Jasmine.


"Sayang,kenapa kau ingin cepat-cepat selesai??Ini tidak biasanya?" tanya Edward sambil mendekatkan wajahnya ke sisi wajah Jasmine.


"Aku hanya merasa lelah tuan.Mungkin karena hormon ku yang sebentar lagi PMS." jawab Jasmine berbohong.


"Oya?Artinya aku harus menunda hasrat ku dalam seminggu?" tanya Edward dengan nada bicaranya yang santai.


"Yah begitu lah tuan.Oya,apakah tuan akan terus tinggal bersama ku?" tanya Jasmine langsung mengalihkan pembicaraan.


"Tentu saja sayang." jawab Edward.


"Lalu bagaimana dengan istri dan anak mu tuan?" tanya Jasmine menyinggung Kamila dan kedua anaknya.


"Aku tidak peduli lagi dengan wanita itu.Secepatnya aku akan meninggalkan wanita itu,menceraikan dia secara sah.Dan setelah itu aku akan menikahi mu." jawab Edward.


"Menikah?" tanya Jasmine mengulang kata Edward.


"Bukan begitu,tapi aku tidak memikirkan sampai sejauh itu tuan.Ku pikir hubungan kita hanya sebatas diatas ranjang." jawab Jasmine sengaja mengelak.


"Mungkin awalnya iya,tapi sepertinya aku ingin memiliki dirimu seutuhnya tanpa berpikir akan melepaskan mu." jawab Edward sambil memeluk tubuh Jasmine.


Seketika membuat Jasmine pun membulatkan kedua matanya.Dan pikirannya pun mulai bingung.


Brengsek..Kau pikir aku mau dimiliki pria tua seperti mu.Sepertinya aku harus secepatnya menghentikan sandiwara ini.Aku tidak mau terikat lagi dengan tua bangka ini.' gerutu Jasmine dalam hatinya.


...****************...


Menjelang hampir tengah malam,Axel pun mengantarkan Thalia pulang ke rumahnya.Sesampainya didepan pintu gerbang,Thalia pun sesaat menoleh ke arah Axel.


"Apa kakak mau mampir?" tanya Thalia sebelum ia turun dari mobil Axel.


"Tidak usah,ini sudah larut malam.Sebaiknya kau istirahat saja." jawab Axel menolak.

__ADS_1


"Baik lah..Sampai jumpa besok kak." kata Thalia yang sembari membuka pintu mobil dan akan turun.


Namun,belum sempat turun Axel tiba-tiba saja menarik tangan Thalia.Axel pun menahan tengkuk leher Thalia dan saat itu juga ia langsung mengecup bibir Thalia dengan lembut.


Sontak membuat Thalia kaget,namun membiarkan Axel mencium bibirnya.Karena untuk pertama kalinya ia merasakan ciuman pertama dari pria yang ternyata selama ini sudah lama ia sukai.


Thalia tak mengira jika ajakan Axel ke cafe yang romantis itu,ternyata Axel ingin mengutarakan perasaannya pada Thalia.Thalia pun seakan tak percaya jika Axel juga memiliki perasaan yang sama dengannya.Karena mengingat hubungan mereka masih saudara,Thalia pikir lebih baik menganggap Axel sebagai kakaknya.


Tapi siapa sangka perasaan yang terpendam ternyata tidak bisa membuat mereka bertahan untuk menyembunyikan.Dan akhirnya Thalia memutuskan untuk menerima Axel sebagai kekasihnya dan menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih.Thalia pun tak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya.Karena dapat menjalin hubungan dengan pria yang sangat ia cintai.


Setelah cukup lama mencium bibir Thalia.Akhirnya Axel melepasnya dan memandang wajah Thalia.


"Terima kasih untuk hari ini.Kau sudah membuat ku bahagia.Aku sangat mencintai mu Thalia." ungkap Axel.


"Aku juga kak.Aku juga sangat mencintai mu " jawab Thalia sambil tersenyum malu.


"Selamat malam marmut kecil ku." ucap Axel sambil mengecup dahi Thalia.


Dan adegan itu ternyata dilihat langsung oleh Kevin secara tidak sengaja.Karena Kevin dapat melihat apa yang mereka lakukan melalui pintu mobil Axel yang sudah terbuka karena Thalia.


Entah kenapa setelah melihat itu,Kevin merasa tidak suka.Dan bahkan ia merasa sedikit kesal dengan Axel.


Kevin yang masih berdiri sambil menatap tajam,akhirnya memilih masuk kembali kedalam rumah.


Sementara Thalia akhirnya turun dari mobil.Dan akan masuk setelah mobil Axel melaju pergi.


Setelah pergi,Thalia pun langsung masuk ke dalam rumah.Sesaat Thalia pun melihat Kevin yang tengah duduk di ruang tamu.Thalia pun menghampiri Kevin.


"Kau belum tidur?" tanya Thalia.


"Belum,aku menunggu mu pulang." jawab Kevin menoleh sambil menatap serius ke arah Thalia.


Thalia pun sesaat mengernyitkan alisnya ke atas. "Menunggu ku?Bukankah tadi aku sudah bilang jangan menunggu ku pulang?" tanya Thalia yang mengingat sedikit perkataannya yang sebelumnya.


Kevin pun langsung beranjak bangkit.


"Kak,apakah aku boleh bertanya serius padamu?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Boleh,soal apa?" jawab Thalia dan bertanya penasaran.


__ADS_2