Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 32


__ADS_3

Melihat Devan pergi begitu saja,Casey pun langsung berteriak histeris seperti orang gila.


"Arrghhh..Brengsek kau Devan..!!!" teriak Casey sekencang mungkin.


Bagaimana tidak,jika apa yang dimiliki selama ini.Casey seolah tidak bersyukur dan selalu berbuat sesuka hatinya.Yang hanya peduli dengan dunia modeling dibanding suami dan anak yang amat mencintainya.Hingga akhirnya ia harus kehilangan segalanya karena keegoisannya sendiri.


...****************...


Kania terus mencoba menghubungi Brian,tapi ia selalu tidak mendapatkan hasil.Brian seakan sedang menghindari dirinya setelah Brian merebut kesuciannya dalam keadaan tidak sadar.Hingga akhirnya Kania pun memutuskan untuk pergi ke club,dimana Brian sempat membawanya kesana.


Saat ia akan bersiap-siap berangkat,Kamila pun langsung menghampiri.


"Kau mau pergi kemana Kania?"tanya Kamila seolah sedang mencurigai Kania.


"Euh,aku ada tugas kelompok dengan teman-teman ma." jawab Kania terpaksa berbohong.


Sesaat Kamila melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan sudah pukul 7malam.


"Jam segini??Tugas kelompok apa jam segini?Jangan coba membohongi mama Kania.!" hardik Kamila yang tidak percaya begitu saja.


"A..Aku beneran ma,tidak bohong.Aku akan pulang tepat waktu kok." jawab Kania meyakinkan Kamila.


"Baik,kalau sebelum jam 10 kau belum tiba di rumah,mama akak menghukum mu.Paham.!" ucap Kamila memberi peringatan pada Kania.


"I..Iya ma.Aku pamit." jawab Kania langsung mengangguk paham dan dengan cepat meninggalkan Kamila.Sebel Kamila merubah pikirannya dengan melarang nya pergi.


...****************...


Setelah menemui Casey,Devan pun langsung membuat janji dengan Thalia untuk bertemu.


Thalia pun tampak bersiap-siap akan pergi menemui Devan.Axel yang baru saja datang,langsung memandang heran melihat Thalia sudah terlihat rapi.


"Kau mau pergi?" tanya Axel lebih dulu sebelum membiarkan Thalia pergi.


"Yah,aku harus menemui seseorang." jawab Thalia.

__ADS_1


"Siapa??Apakah seorang pria?" tanya Axel penasaran.


"Iya,kenalan ku." jawab Thalia.


"Apakah aku perlu menemani mu?" tanya Axel menawarkan diri untuk mengantarkan Thalia.


"Tidak usah,aku bisa pergi sendiri." jawab Thalia menolak tawaran Axel.


"Lalu aku bagaimana,aku baru saja datang?" tanya Axel.


"Kau tunggu saja di rumah,aku tidak akan lama." jawab Thalia menyarankan.


Axel pun langsung menghela nafas. "Tidak,sepertinya aku akan tetap menemani mu.Ayo." jawab Axel memaksa untuk mengantar dan menemani Thalia.


"Tapi..-"


"Tenang saja,aku hanya akan mengantar mu dan menunggu mu di mobil.Tidak akan menemani mu untuk menemui orang itu." ujar Axel.


Thalia pun hanya tersenyum dan mengangguk menuruti.


...****************...


Saat Kania tengah memperhatikan setiap orang yang berada didalam bar tersebut.Pandangannya pun langsung terfokus pada pria yang sedang duduk sambil menikmati segelas alkohol dan dengan ditemani beberapa wanita berpakaian sangat sexy.Pria itu pun jelas membuat Kania langsung menatap tajam.Karena pria itu tidak lain adalah Brian sendiri.


Brian tampak menikmati minumannya,sambil tertawa lepas dan bersenda gurau dengan wanita-wanita yang menemaninya.


Kania pun langsung mengepalkan kedua tangannya,seolah ia sedang menahan amarahnya saat ini.


Namun,semakin ia menahan rasa amarah dan kesabarannya.Akhirnya Kania langsung datang menghampiri Brian.Karena ia merasa tidak terima dengan sikap Brian yang seperti tidak terjadi apa pun diantara mereka.Dengan bebasnya dia bersama wanita penghibur untuk menemaninya minum.


Kania yang berjalan menghampiri Brian,langsung mengambil segala minuman yang ada di atas meja.Dan tanpa berpikir panjang,Kania pun menyiramkan segelas minuman tersebut ke arah Brian.


Byurr..


Sontak membuat Brian terkejut,begitu juga para wanita penghibur yang menemaninya.

__ADS_1


Para wanita itu langsung pergi meninggalkan Brian.Kala melihat sorot mata Kania yang begitu tajam dan tidak ingin mencampuri urusan diantara mereka.


"Kania.-" seru Brian yang kaget melihat kedatangan Brian.


Tanpa bicara,Kania kembali melayangkan sebuah tamparan ke arah wajah Brian.


Plak.


"Pria brengsek..!" umpat nya pada Brian.


"Hei..Kamu kenapa??Kenapa datang-datang langsung menampar ku?" tanya Brian seakan ia tidak mengerti dengan tindakan Kania.


"Seharusnya kau tanyakan langsung sama dirimu.!!Kenapa kau tiba-tiba menghilang dan sulit dihubungi,setelah kau meniduri ku.!!" sentak Kania dengan nada yang lantangnya.


"Tunggu,kau jangan asal menuduhku Kania.Aku tidak menghubungi mu karena memang aku sangat sibuk dan tidak berusaha menghilang mu.Dan kata-kata meniduri mu ,itu kata yang sangat kejam.Karena kenyataannya itu adalah kemauan mu sendiri.Kau harus ingat itu Kania." jelas Brian dengan tegas.


"Tidak mungkin itu kemauan ku sendiri.Kau pasti yang memanfaatkan keadaan.Disaat aku sudah mabuk berat,disitu lah kau memanfaatkan posisi ku 'kan.!" ucap Kania yang tidak begitu saja percaya.


"Heuh..Untungnya aku sudah menyimpan buktinya.Jika tidak kau pasti akan menuduh ku seperti ini." kata Brian tersenyum miring dengan santai nya.Membuat Kania justru memandang Brian dengan bingung.


Brian pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukan sebuah video yang tersimpan di galeri ponselnya.Video itu pun berisikan video Kania saat ia tengah mabuk dan meminta Brian untuk memuaskan dirinya.


Kania yang telah melihatnya langsung diam mematung,karena ia begitu syok.Akibat mabuk berat hingga membuat ia benar-benar tidak ingat apa yang sudah ia katakan pada Brian.


"Dengar Kania,gadis seperti mu sudah banyak ku temui.Kau gadis muda yang belum berpengalaman untuk mabuk berat.Kau peminum yang masih sangat amatiran,sampai akhirnya kau gampang memberikan tubuh mu pada ku.Jadi untuk hal ini kau tidak bisa menyalahkan diri ku..Oke." tukas Brian yang kini menyalahkan Kania.


"Lalu bagaimana dengan ku??Bagaimana dengan hubungan kita?" tanya Kania langsung mengalihkan pembicaraannya.


"Hubungan kita??Aku sih terserah kau saja,karena kau sudah tahu kan bagaimana diri ku.Perlu ku ingatkan lagi pada mu,bahwa aku adalah pria pemain wanita.Apa kau masih mau bertahan menjadi kekasih ku?Karena aku terkadang mudah bosan dengan wanita." jelas Brian sambil tersenyum menyeringai.


Kania kembali syok dan masih diam mematung.Ia tak mengira jika pria yang dianggap begitu sempurna dan sesuai kriteria.Tapi ternyata adalah seorang playboy yang tidak akan betah dengan 1wanita.


"Brengsek kau Brian.!!Aku tidak akan sudi berpacaran dengan pria sampah seperti mu.!!" sentak Kania langsung pergi begitu saja dan tidak ingin lagi berurusan dengan Brian.


Sementara Brian masih tersenyum menyeringai melihat Kania yang sudah pergi.

__ADS_1


"Cih..Dasar bocah ingusan." ledeknya.


__ADS_2