Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 51


__ADS_3

Edward telah tiba di perusahaan Thalia bersama dengan Jasmine, langsung saja mereka melangkahkan kakinya dengan wajah Edward yang terlihat begitu datar menuju ke ruang Direktur Utama, sesuai arahan dari Lusi yang memang sengaja menyambutnya di luar tadi.


Setelah tiba di depan ruangan yang mereka tuju, di saat itu pun Lusi mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk oleh pemilik perusahaan. Saat pintu terbuka lebar dan Edward masuk ke dalamnya, di saat itu pula terlihat dua orang yang berada di dalam ruangan tersebut tersenyum menyambut kedatangannya.


"Selamat datang Tuan Edward," ucap mereka secara serentak, membuat Edward begitu sangat terkejut.


Bagaimana tidak jika ternyata orang yang seharusnya ia temui justru Thalia dan Kevin,yang menyambut dirinya langsung.


"Kau-" seru Edward saat masih terkejut melihat Thalia.


"Kevin,apa yang kau lakukan disini?" tanya Edward yang kini pandangannya tertuju pada Kevin.


"Maaf pa,disini aku mendampingi atasan ku,nona Thalia." jawab Kevin dengan sikap yang datar.


Membuat Edward langsung mengernyitkan tatapannya,karena merasa bingung.


"Apa maksud semua ini??Kenapa kalian disini??" tanya Edward yang masih tak mengerti dengan kehadiran Thalia dan Kevin.Karena ia masih berpikir jika orang yang ia temui bukanlah Thalia.Sebab ia masih tidak mengetahui jika orang yang akan merugikan perusahaannya,tak lain adalah Thalia sendiri.


Thalia pun hanya memasang wajah tersenyum miring.


"Kenapa anda tidak percaya,jika anakmu memang bekerja dengan ku??Apakah kau masih belum mengetahui jika selama ini Kevin bekerja di perusahaan ku?" tanya Thalia sembari kembali duduk dengan santainya.


"Soal itu aku tidak peduli.Yang ku tanyakan adalah kenapa kalian disini??Kedatangan ku kesini bukan untuk menemui kalian berdua.!" tanya Edward dengan nada tegas.


"Tapi sayangnya orang yang sebenarnya ingin kau temui adalah memang aku.Pemilik perusahaan yang akan berkerja sama dengan perusahan mu sekaligus membatalkan kerja sama kita." ungkap Thalia dengan nada jelas dan tegas.

__ADS_1


Seketika membuat Edward pun langsung terkejut.


"Apa yang sudah kau bicarakan Thalia??Jangan coba permainkan aku.! kau pikir aku akan percaya.!" hardik Edward yang tak percaya begitu saja.


Karena ia masih tidak yakin jika Thalia adalah pemilik perusahaan yang sebelumnya akan berkerja sama dengan perusahaan,sekaligus akan mendanai proyek yang sudah dijanjikan untuk perusahaannya.


"Lusi." panggil Thalia pada Lusi.


Tak berapa lama Lusi pun datang menghampiri Thalia. "Iya nona" jawab Lusi.


"Jelaskan padanya siapa aku,supaya dia percaya bahwa ucapan ku tidak mengada-ngada." ucap Thalia memberi perintah pada Lusi.


"Baik nona." jawab Lusi mengangguk.


Lusi pun kini berhadapan dengan Edward.


Hal itu seketika membuat Edward langsung menatap tajam.


"Apa maksud dari semua ini??Kenapa baru sekarang kau mengatakan jika dia adalah pemilik perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan ku??Dan sekarang kalian tiba-tiba saja membatalkan nya tanpa alasan yang jelas.Apa kau sengaja melakukan ini pada papa mu Thalia?" sentak Edward yang tidak terima dengan penjelasan Lusi.


"Maaf tuan,hal ini terpaksa dilakukan karena perusahaan anda tidak sesuai dengan yang perusahaan kami harapkan." jawab Lusi menjelaskan lagi.


"Thalia.! Apa yang sebenarnya kau rencanakan??Jangan kaitkan masalah pribadi dengan kerja sama perusahaan.!Apa kau pikir yang kau lakukan ini masuk akal?Kau sudah merugikan perusahaan papa.!" tegur Edward pada Thalia dengan perasaan marah.


"Dalam dunia bisnis bukankah kita menginginkan sebuah keuntungan??Karena perusahaan ku menjadi investor utama di perusahaan mu,jelas aku harus mendapatkan keuntungan yang besar.Tapi sayangnya perusahaan mu sama sekali tidak menjanjikan keuntungan besar untuk perusahaanku.Jadi jangan asal ambil kesimpulan jika kau menuduhku dengan mengkaitkan masalah pribadi dan bisnis papa ." jawab Thalia panjang lebar dan tetap bersikap santainya.

__ADS_1


"Lalu apakah yang kau lakukan ini tidak merugikan ku??Itu sama saja kau sengaja menghancurkan perusahaan ku.!! Kalau saja aku tahu jika ternyata dalang dibalik ini semua adalah kau,aku tidak akan sudi menerima kerja sama dengan perusahaan mu.!!" ucap Edward meluapkan seluruh amarahnya pada Thalia.


"Maaf pa,bisnis tetap lah bisnis.Jadi aku berhak melakukan apa pun demi keuntungan perusahaan ku.Maaf saja kalau aku sudah merugikan perusahaan mu." jawab Thalia sambil menunjukkan senyuman kemenangan.


"Kevin,apakah kau akan diam saja melihat papa mu diperlakukan seperti ini??" tegur Edward kali ini pada Kevin.


"Maaf pa,aku tidak bisa berpihak pada mu.Karena ini urusan pekerjaan,aku tidak bisa mencampuri urusan mu dengan nona Thalia.Aku hanya akan mengikuti apa pun perintah nona Thalia.Karena aku bekerja untuknya.


"Oh,jadi sekarang kau menjadi pengkhianat untuk keluarga mu sendiri.Padahal kau tahu jika yang dilakukan nya hanya untuk membalas dendam dan menghancurkan keluarga kita.!" ungkit Edward semakin marah dengan Kevin


"Aku tahu,tapi apa yang dilakukan nona Thalia semua juga berawal dari mu sendiri pa.Kau yang ingin menghancurkan keluarga mu sendiri.Jadi untuk hal ini aku tidak ingin melibatkan diri dan mencampuri urusan mu." jawab Kevin dengan sikap yang tenang.


Edward pun hanya bisa menatap tajam dan mengepalkan kedua tangannya.Dan tak bisa berbuat apa pun.Melihat dua orang yang seharusnya tetap berbakti sebagai anak untuknya.Justru menjadi seorang pengkhianat dan musuh yang berusaha akan menghancurkan hidupnya.


"Baj*angn kalian semua.!!Aku tidak akan melepaskan kalian berdua.!" sentak Edward yang akhirnya memilih pergi.Karena tidak ada yang bisa dia lakukan lagi.Setelah ia telah di permalukan dan ditindas secara tidak langsung oleh Thalia dan Kevin.


Setelah Edward pergi,Thalia pun menoleh Kevin.


"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Thalia pada Kevin.


"Maksud mu?" tanya Kevin bingung.


"Yah,karena aku sudah perlahan berhasil menghancurkan perusahaannya.Tapi imbasnya kau harus menerima kebencian dari dia?" jawab Thalia menjelaskan.


"Hal itu kakak tenang saja.Aku justru merasa puas,karena biar bagaimana pun semua memang berawal dari dia sendiri.Dan bahkan dia juga sudah mengkhianati ibu ku.Kurasa apa yang diterima nya saat ini,tidak sebanding dengan apa yang sudah dia lakukan." jawab Kevin panjang lebar.

__ADS_1


"Bagus Kevin,aku suka pemikiran mu.Sekarang kita tinggal menanti kabar terburuk nya dari perusahaannya.Dan disaat itu lah dia akan perlahan menyesali semua perbuatan yang sudah dia lakukan selama ini pada kita." ucap Thalia mendukung pemikiran Kevin.


__ADS_2