
"A..Axel.." seru Thalia memastikannya dengan gugup.
Pria itu pun menoleh sambil menunjukkan sebuah senyuman yang tidak asing untuk Thalia.
"Hai,wanita tangguh." sahut Axel sembari beranjak bangkit dan membentangkan kedua tangannya.Seraya bersiap menerima sebuah pelukan dari Thalia.
Tanpa pikir panjang,Thalia pun bergegas menghampiri Axel dan memeluk pria gagah yang tidak pernah hilang karisma nya.
Axel pun memeluk tubuh Thalia dengan sangat erat.Sementara Thalia semakin mendekap kan tubuhnya ke dalam pelukan Axel.Ia pun dapat merasakan aroma tubuh Axel yang begitu khas.Terlebih aroma parfum yang selalu ia pakai sejak dulu hingga sekarang.
Lusi pun hanya bisa memandang keharmonisan mereka dari jarak jauh.
"Andai aku punya kekasih,mungkin setiap saat aku pasti bisa memeluk kekasih ku." curhat Lusi yang bicara sendiri.Karena sejujurnya ia sedikit iri melihat Thalia sedang dipeluk erat oleh pria tampan dan gagah seperti Axel.
Setelah cukup lama tidak bertemu,Thalia tidak menyangka jika Axel akan datang untuk menemuinya.Karena hampir beberapa bulan,Thalia tidak pernah mendengar kabar dari Axel.Ia merasa,Axel seperti sedang menjauhinya.Dan hal itu membuatnya sedikit berkecil hati dan mencoba untuk melupakannya.
Namun,siapa sangka jika ternyata Axel datang dengan menemui dirinya secara langsing.Dan tentunya membuat perasaan Thalia sangat senang dan bahagia.
Cukup lama mereka saling meluapkan rasa rindunya dengan berpelukan.Akhirnya mereka pun melepas pelukan dan saling bertatapan.
"Aku senang bisa melihat mu lagi." ungkap Axel sambil tersenyum.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku kalau kau akan datang langsung menemui ku?" tanya Thalia yang penasaran.
"Bukankah sebelumnya aku sudah mengirimkan email?Bahwa aku akan segera datang untuk menemui mu?Tapi kau justru tidak membalas email ku." tanya balik Axel sambil memberitahu.
"Ku kira kau tidak akan serius,dan hanya mencoba menghiburku." ujar Thalia.
Axel kembali tersenyum sambil mengacak rambut Thalia dengan manja.
"Aku memang suka bercanda,tapi ada kalanya aku pasti akan serius.Dan sekarang kau bisa lihat kan?Aku sudah berdiri di depan mata mu." jawab Axel sambil menunjukkan dirinya pada Thalia.
Thalia pun ikut tersenyum dan kembali memeluk Axel.
...****************...
__ADS_1
Kania akhirnya meninggalkan hotel,dimana dia telah menghabiskan malam panasnya bersama Brian yang ternyata sudah pergi lebih dulu meninggalkan dirinya.Tanpa sedikit pun memberitahunya,bagaimana bisa ia menghabiskan malamnya bersama Brian.
Kania pun begitu kesal dan merasa dirinya telah dijebak oleh Brian.Seketika membuat dirinya menyesal telah mengajak Brian ke sebuah klub dan mencoba minuman yang harusnya ia tahu.Minuman tersebut dapat menjerumuskan dirinya,dengan kehilangan kesucian yang selama ini sudah ia jaga.
Kania menghentikan sebuah taxi yang kebetulan akan lewat di depannya.Kania pun mengarahkan sang sopir menuju alamat rumahnya.
"Brengsek,sialan kau Brian.Beraninya kau melakukan ini padaku..!" gerutu Kania dengan mengumpat dan menyebut nama Brian.
Sang sopir pun hanya bisa melirik dari baca spionnya tanpa ingin bertanya.
"Sekarang bagaimana aku akan menjelaskan ini pada mama.Jika dia tahu ternyata semalam aku kabur,dia pasti akan ngamuk besar.Dasar bodoh.!" celoteh Kania lagi menyalahkan dirinya.
...****************...
Devan hari ini mengantar Daffa ke sekolah nya.Dia tidak ingin Daffa merasa sedih,jika melihat dirinya sebagai seorang ayah tidak memperhatikannya.Termasuk mengantarkan Daffa kesekolah.
"Papa." panggil Daffa saat mereka masih dalam perjalanan.
Sesaat Devan pun menoleh.
"Kenapa mama tidak tinggal bersama kita??Kenapa aku tidak boleh bertemu dengan mama?" tanya Daffa dengan polosnya.
Walaupun dia merasa Casey jarang memperhatikan dirinya.Tapi,biar bagaimana pun Daffa tetap menyayangi Casey sebagai ibu kandungnya.
"Ada beberapa hal yang papa belum bisa jelaskan pada mu.Tapi suatu saat,kamu pasti mengerti kenapa mama tidak bisa lagi tinggal bersama kita." jawab Devan dengan kalimat yang mungkin bisa dimengerti oleh Daffa.
"Jadi papa mama mau berpisah ya?" tanya Daffa yang tiba-tiba mengerti yang dimaksud Devan.
Seketika membuat Devan terkejut.
"Bagaimana kamu mengerti tentang itu Daffa?" tanya Devan ingin tahu.
"Karena teman Daffa pernah bercerita.Kalau orang tuanya juga sudah berpisah.Papa mamanya tidak tinggal barengan lagi,sama seperti papa dan mama." jelas Daffa.
Devan pun tak bisa menjawab hanya bisa tersenyum ketir.Karena seperti pukulan keras untuk dirinya.Melihat bocah polos seperti Daffa sudah bisa mengerti apa yang terjadi antara dirinya dengan Casey.
__ADS_1
...****************...
Setibanya di rumah,Kania perlahan berjalan memasuki rumah.Ia pun langsung mengawasi situasi rumah sembari berjalan menuju kamarnya.
Namun,baru akan membuka pintu kamarnya.Suara teriakan tidak asing pun langsung terdengar memanggil namanya.
"Kania.!!" teriak Kamila memanggil Kania dengan berjalan menghampirinya.
Kania pun sontak merasa kaget dan berdiri mematung.
"Dari mana saja kau??Jam segini kau baru pulang??Gadis macam apa sudah berani tidak pulang semalaman.!" tegur Kamila dengan nada marah dan kesal.
"I..itu aku habis acara ulang tahun teman semalam ma."jawab Kania berbohong.
"Acara ulang tahun??Dengan sengaja kau kabur diam-diam??Kau pikir mama akan percaya??Katakan dengan jujur,semalam kau pergi kemana??" tanya Kamila yang tidak begitu saja percaya dengan jawaban Kania.
Melihat penampilan Kania yang terlihat kusut dan seperti bau alkohol.
"A..Aku berkata jujur ma..Sumpah." jawab Kania lagi sembari menunjukkan dua jarinya berbentuk V.
"Apa acara ulang tahunnya sambil minum-minum??Jangan coba membohongi mama Kania.Mama bisa cium bau alkohol yang masih tercium dari tubuh mu.!!Ternyata kau sudah berani minum-minum tanpa sepengetahuan mama.!" sentak Kamila mulai emosi dengan sorot mata yang tajam.
"Maaf ma..Aku beneran tidak minum,yang minum itu teman ku.Jadi baunya pasti ke cium ke tubuh ku.Aku berani sumpah ma." jawab Kania yang masih terus berbohong karena tidak mau dirinya ketahuan.
"Awas saja kalau kau ketahuan berbohong dan berani kabur secara diam-diam..Mama akan memotong semua uang jajan mu..Paham.!" ucap Kamila memberi peringatan tegas pada Kania.
"I..Iya ma,aku paham." jawab Kania langsung mengangguk paham.
Setelah Kamila meninggalkan dirinya,Kania langsung memasuki kamarnya.Dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.
Ia langsung menarik nafas dengan leganya.Karena Kamila tidak mencurigai apa yang sudah ia lakukan semalam.
Dirinya pun menyadari jika apa yang dilakukannya dengan kabur secara diam-diam memang lah salah.Tapi yang membuat dirinya sangat menyesal adalah kenapa ia bisa menyerahkan tubuhnya pada Brian.Yang belum lama ia kenal dan dengan tidak sadarnya juga jika ia menyerahkan kesuciannya dengan suka rela.
"Kuharap pria itu tidak meninggalkan benihnya di rahim ku." ujar Kania dengan penuh harap.
__ADS_1