Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 59


__ADS_3

Part-59


Beberapa bulan kemudian, keadaan sudah tampak kembali normal, Thalia yang ingin membalaskan dendam kepada orang-orang yang dulu pernah menyakitinya pun sudah berakhir. Dengan kondisi ayahnya yang saat ini berada di penjara, Kamila yang sudah lumpuh bahkan saat ini Kamila tinggal bersamanya sesuai dengan permintaan Kevin. Sikap ibu tirinya juga sudah berubah menjadi lebih baik karena Thalia juga belajar untuk ikhlas menerima ibu tirinya itu. Sedangkan Casey di saat ini terlihat juga sudah sangat menderita karena ia ditipu oleh pria hidung belang serta hartanya juga sudah habis dikuras oleh pria tersebut. Membuat Casey saat ini menjadi gila dan berada di rumah sakit jiwa.


Saat ini Thalia sedang belajar untuk ikhlas dan berdamai dengan hatinya. Karena pada dasarnya ia bukanlah orang jahat dan merasa sangat tidak tega melihat orang-orang yang saat ini menderita karena ulahnya. Sehingga Thalia pun masih sempat untuk menjenguk mereka dan meminta maaf, tapi Thalia tak menyesalinya, ia berharap jika orang-orang tersebut akan sadar atas kelakuan jahat mereka dan tidak akan pernah mengulanginya lagi kepada orang lain.


***************


"Sayang, bagaimana keadaan kamu sekarang? Apa kamu sudah lega?" Tanya Axel.


Saat ini mereka berdua sedang berada di sebuah restoran untuk menikmati makan malam romantis yang telah disiapkan oleh Axel.


"Iya. aku lega dan sejujurnya saat ini aku lebih tenang karena tidak ada misi balas dendam lagi di dalam hidupku. Semuanya sudah berakhir," kata Thalia.


"Syukurlah, aku juga senang. Mulai sekarang jalani hidup kamu dengan normal ya, jangan pernah lagi merasa dendam dengan orang lain. Aku yakin kok mereka semua sudah mendapatkan balasan yang setimpal. Mereka semua pasti sudah kapok dan tidak akan pernah melakukannya lagi," icap Axel.


"Iya Sayang, terimakasih ya karena kamu selalu berada disampingku dan selalu mendampingiku," kata kalian.


"Iya sama-sama, itu semua karena aku sangat mencintaimu. Oh iya tujuan aku ajak kamu ke sini karena ada sesuatu juga yang ingin aku sampaikan," kata Axel.


"Oh ya? Kamu mau menyampaikan apa?" Tanya Thalia.


Lalu Axel pun beranjak dari tempat duduknya dan beralih duduk bersimpuh di hadapan Thalia.


"Kak, apa kamu lakukan?";Tanya Thalia yanh merasa terkejut dan kebingungan.

__ADS_1


"Seperti yang sama-sama kita ketahui, jika saat ini umurmu dan juga umurku sudah tidak lagi muda. Kamu sudah berusia 31 tahun, sedangkan aku sudah berusia 36 tahun, aku rasa umur kita sudah sudah cukup matang untuk menikah. Jadi will you marry me?" Tanya Axel sembari membuka sebuah kotak beludru berwarna merah yang berisi cincin permata yang begitu Indah.


Thalia membelalakkan mata dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan karena merasa sangat terkejut.


"Kamu melamar aku Kak?" Tanya Thalia yang tak mempercayainya.


"Ya tentu saja, memangnya ada yang salah jika aku melamar kekasihku sendiri? Sekarang sudah tidak ada lagi alasan untuk menundanya 'kan, misi buat balas dendam juga semua sudah selesai. Jadi apakah masih ada alasan lain untuk kamu menolakku?" Tanya Axel.


"Tentu saja tidak, aku tidak akan mungkin menolakmu Kak, karena aku juga mencintaimu. Aku bersedia menikah denganmu," ucap Thalia.


Axel tersenyum mendengarnya, lalu ia pun memakaikan cincin tersebut di jari manis calon istrinya itu yang terlihat sangat indah melingkah di sana.


Lalu Axel menggenggam tangan Thalia dan menuntunnya untuk berdiri. Keduanya saling bertatapan dan tersenyum, lalu Axel pun mencium lembut bibir mungil calon isitrinya itu hingga tercipta ciuman yang begitu mesra. Untungnya Axel memesan ruangan VIP, sehingga tidak ada yang mengetahui perbuatan yang saat ini sedang mereka lakukan.


***************


Thalia juga sudah datang ke penjara untuk meminta izin agar ayahnya bisa menjadi wali nikahnya. Saat ini Edward juga sudah bisa ikhlas berada di penjara untuk menjalani sisa masa hukumnya dan dia juga sangat senang karena Thalia memintanya untuk menikahkan putrinya itu bersama pria yang dicintainya.


"Thalia, Mama harap kamu bisa bahagia dengan pernikahan kamu ini. Mama ingin melihat bahagia setelah dulu Mama sudah membuat hidup kamu menderita," ucap Kamila saat mereka sedang berada di meja makan.


"Ma, sudah ya Ma jangan di bahas lagi. Semua sudah berlalu, aku sama sekali sudah tidak mengingat itu lagi. Yang penting sekarang ini kita jalani kehidupan kita untuk kedepannya ya Ma," ucap Thalia. Untuk pertama kalinya ia memeluk ibu tirinya itu dengan penuh kasih sayang, begitu juga dengan Kamila yang telah sadar bahwa selama ini ia telah salah berbuat jahat kepada anak tirinya itu.


Kevin dan Lusi yang ikut makan bersama pun sangat terharu bahagia melihat pemandangan yang ada di depan mata mereka saat ini.


***************

__ADS_1


Hari yang dinanti telah tiba, yaitu hari pernikahan Thalia dan Axel. Di saat itu terlihat semuanya datang secara berpasang-pasangan termasuk Kevin yang saat ini sudah dekat dengan salah satu staf di perusahaan Thalia.


Hingga yang paling mengejutkan adalah Devan yang datang bersama Lusi dengan bergandengan sangat mesra, lalu menghampiri kedua mempelai yang terlihat begitu cantik tampan, sangat serasi dan membuat semua orang yang melihatnya pun menjadi iri.


"Selamat atas pernikahan kalian, semoga kalian berdua langgeng dan bahagia," ucap Devan sembari berjabat tangan kepada Thalia dan Axel.


"Terimakasih ya, semoga kalian berdua cepat menyusul," ucap Axel yang ikut mendoakan.


"Terimakasih ya, kalian berdua ini diam-diam sudah menjalin hubungan. Aku harap kamu tidak akan pernah menyakiti adik Lusi Dev, karena Lusi ini sudah aku anggap seperti adik aku sendiri," ucap Thalia.


"Uh … aku jadi terharu, terimakasih ya Kak. Selamat atas pernikahan kalian berdua. Aku senang karena akhirnya Kakak bisa menemukan kebahagiaan. Kalian tenang saja ya, kita berdua juga akan menyusul kok," ucap Lusi.


"Oh ya? Secepatnya?" Tanya Thalia.


"Iya secepatnya. Kalian doakan saja ya mudah-mudahan bulan depan tidak ada halangannya," ucap Devan.


"Hah? Bulan depan?" Tanya Thalia dan Axel secara bersamaan. Mereka begitu terkejut, tetapi juga merasakan sangat senang.


Setelah itu pun mereka melakukan sesi pemotretan keluarga dan juga sahabat. Semua ikut merasakan bahagia atas pernikahan Thalia dan Axel.


Thalia merasa jika hidupnya saat ini benar-benar bahagia, setelah lama ia tidak merasakan kebahagiaan itu semenjak ibunya meninggal. Ia juga tidak menyangka setelah menjalani hidupnya beberapa tahun ini dengan hidup menderita, lalu ia pun mencoba untuk bangkit pada akhirnya ia bisa menemukan kebahagiaannya sendiri bersama orang-orang itu dan ia juga dapat menikah dengan pria yang dicintainya.


Intinya dengan kesabaran, keikhlasan dan kegigihannya selama ini, Thalia bisa mencapai tujuan dan kebahagiaannya tersendiri. 1 lagi karena selama hidupnya Thalia tidak pernah menyerah.


*** TAMAT ***

__ADS_1


Sekian dulu ya kisah Thalia. Terimakasih buat yang sudah mendukung dan sudah setia mengikuti. Sampai jumpa lagi. 😘🥰


__ADS_2