Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 41


__ADS_3

Kania menghampiri sang ibu yang tengah bersantai di ruang tv.


"Ma." sahut Kania menyapa Kamila dan duduk di sampingnya


"Hemm." jawab Kamila.


"Belikan aku mobil donk ma." ujar Kania dengan santainya


Yang seketika membuat Kamila langsung menoleh kaget.


"Apa??Mobil?" tanya Kamila.


Kania pun mengangguk pelan. "Iya ma,mobil seperti kak Kevin." jawab Kania


"Untuk apa??Bukankah selama ini kau selalu diantar sopir." tanya Kamila yang masih kaget.


"Tapi aku ingin pakai sendiri ma.Teman-teman ku sudah banyak yang pakai mobil sendiri.Cuma aku yang masih diantar jemput sopir.Beliin ya ma." ujar Kania yang langsung merengek meminta beli mobil.Setelah ia menceritakan tentang teman-temannya.


"Kenapa tidak mobil itu saja?Kalau kau memang ingin pakai mobil sendiri?" tanya Kamila menyarankan.


"Ah ma..itu kan cocoknya dipakai untuk keluarga.Tidak cocok jika dipakai siswi SMA." kata Kania yang menolak memakai mobil di rumahnya.Karena dia ingin memakai mobil yang seperti di pakai Kevin.Mobik sedan yang hanya cocok di pakai seorang diri dan anak muda.


"Memangnya mobil yang seperti apa yang kau inginkan?" tanya Kamila yang sesaat merasa penasaran.


"Mobil yang mereknya Tesla ma.Mobil putih yang simpel dan elegan.Itu sangat cocok dipakai untuk gadis muda seperti ku ma." jawab Kania memberitahu Kamila.


"Mobil Tesla?" tanya Kamila yang sesaat berpikir dengan harganya.


"Iya ma..Boleh ya belikan aku mobil itu." kata Kania berusaha membujuk Kamila untuk membelikan dirinya sebuah mobil.


Kamila pun langsung teringat akan harga mobil tersebut


"Kania,bukankah harga mobil itu sangat mahal?Apa kau tidak tahu berapa harga mobil itu?" seru Kamila yang langsung mengingatkan Kania.


"Aku tahu ma,harga mobil itu sangat mahal.Tapi dengan harga segitu papa pasti tidak keberatan untuk membelikan ku mobil ma.Bujuk papa untuk belikan aku mobil ya ma..Please ..Aku malu terus diejek teman-teman ma." rengek kembali Kania pada Kamila.


"Ya sudah,nanti mama akan coba bujuk papa mu dulu."jawab Kamila mengiyakan permintaan Kania.


...****************...

__ADS_1


Thalia pun menemui Axel di parkiran mobilnya.Terlihat Axel dengan sabarnya menunggu kedatangan Thalia.


"Maaf kak,aku membuat mu menunggu lama." ujar Thalia yang menghampiri Axel.


"Tidak apa-apa,justru aku mengkhawatirkan keadaan mu.Kau baik-baik saja kan?" tanya Axel dengan wajah cemasnya


Thalia pun hanya tersenyum tipis.


"Kau tenang saja,aku baik-baik saja kak.Akujustru merasa lega,sudah membereskan satu masalah dan dendam ku selama ini." jawab Thalia.


"Maksud mu?" tanya Axel tidak mengerti dengan perkataan Thalia.


"Aku sudah menolak dia.Aku sudah menegaskan bahwa aku tidak pernah memberinya harapan untuk bisa membalas perasaannya." ungkap Thalia.


"Begitu kah?" tanya Axel memastikan.


"Yah, 'kan aku sudah bilang aku tidak memiliki perasaan apa pun padanya.Aku hanya memanfaatkan dia untuk membalaskan dendam ku pada mantan istrinya.Setelah rencana ku berhasil,untuk apa aku melanjutkan sandiwara ini.Yang berpura-pura senang berada didekatnya." jelas Thalia panjang lebar.


"Ya sudah jika menurut mu itu yang terbaik.Yang terpenting kau harus tetap berhati-hati.Kita tidak akan pernah tahu bagaimana pemikiran seseorang.Mungkin mereka bisa menyadari kesalahannya atau mungkin mereka bisa berbuat nekat." ucap Axel menasehati Thalia.


"Aku paham maksud mu kak.Dan sejauh ini apa yang kulakukan sudah sangat berhati-hati." jawab Thalia.


...****************...


Setelah seharian membiarkan Daffa bermain,akhirnya Devan membawa Daffa pulang ke rumah Sonia ibunya.


Sonia pun langsung menyambutnya dengan tersenyum.


"Cucu Oma sudah pulang." ujar Sonia sambil memeluk cucu kesayangannya.


"Iya Oma,Daffa harus ini seneng banget,bisa ditemani mama main ke mall.Tapi Daffa sempat hilang.Untungnya ada tante dan om baik yang menolong Daffa." ujar Daffa yang dengan polosnya menceritakan apa yang dia lakukan selama di mall.


"Hilang??Bagaimana bisa Devan?" tanya Sonia langsung pada Devan.


"Daffa,sebaiknya kamu ganti baju setelah itu langsung istirahat ya nak." kata Devan pada Daffa sebelum ia menjawab pertanyaan Sonia


"Iya pa,Oma Daffa ke kamar dulu ya " jawab Daffa langsung meninggalkan Sonia dan Devan.


"Iya sayang." jawab Sonia tersenyum.

__ADS_1


Setelah Daffa meninggalkan mereka berdua.Sonia pun kini menatap bingung pada Devan.Yang justru terlihat lesu dan murung.


"Devan??Apa yang sebenarnya terjadi?Kenapa Daffa bisa hilang?" tanya Sonia yang penasaran.


"Itu karena Casey yang sudah lalai mengawasinya ma." jawab Devan dengan nada datar dan tidak bersemangat.


"Kau kenapa??Kenapa wajah mu terlihat murung??Apakah terjadi sesuatu pada kau dan Casey??Atau ada masalah lain?" tanya Sonia dengan nada pelan.Karena ia merasa sedikit khawatir melihat sikap Devan yang tak biasanya.


"Sepertinya aku memang tidak bisa mencintai wanita mana pun ma." ungkap Devan sambil menghela nafas panjangnya.


"Apa maksud mu Devan?" tanya Sonia yang tidak mengerti.


"Hari ini,aku harus menerima penolak kan dari wanita yang sangat ku cintai.Dia tega menolak perasaan yang selama ini ku perjuangkan untuknya.Dan bahkan aku harus melihatnya sedang jalan dengan pria lain." ungkap Devan apa adanya.


"Bagaimana bisa itu terjadi Devan?" tanya Sonia yang kaget.


"Entah lah.Aku jadi merasa telah dipermainkan olehnya.Membuatku menghancurkan pernikahan ku demi dia.Tapi kenyataannya aku tetap tidak bisa memilikinya.Kenapa dia tega sekali melakukan ini pada ku ma." ungkap Devan mencurahkan seluruh isi hatinya yang telah hancur dan kecewa karena Thalia.


Sonia pun seketika merasa prihatin setelah mendengar keluh kesah tentang masalah percintaannya.


...**************...


Ketika Edward baru saja pulang,Kamila pun langsung menyambutnya.Kini terlihat Kamila menyambutnya dengan wajah yang manis tanpa menunjukkan wajah yang ketus.Yang pada akhirnya mengundang keributan untuk berdebat.


"Kau sudah pulang sayang.Bagaimana dengan hari ini?Apakah kau merasa lelah?" tanya Kamila dengan nada yang begitu lembut


Yang seketika membuat Edward memandang Kamila dengan tatapan yang aneh.


"Ada apa dengan mu??Kau bersikap seperti tidak biasanya." tanya Edward yang justru merasa curiga dengan sikap Kamila yang tidak biasanya.


"Aku hanya bersikap baik layaknya seorang istri."jawab Kamila sambil mencoba memijat kedua bahu Edward.


"Apa yang kau inginkan?Katakan saja,jangan berpura-pura merayu ku.Karena sikap mu ini tidak seperti biasanya yang kau lakukan." ujar Edward langsung to the point.Karena tidak ingin melihat sikap Kamila yang terlihat seperti sedang menginginkan sesuatu darinya.


"Baik lah,kau memang mudah menebak gerak gerik istri mu sayang." ujar Kamila.


Edward pun memilih diam.


"Begini,bagaimana kalau kita membelikan Kania mobil Tesla terbaru?" ungkap Kamila memberitahu Edward

__ADS_1


__ADS_2