
"Papa mu sudah tega mengkhianati kita.Dia sudah berselingkuh dari mama mu nak." jawab Kamila yang langsung menceritakan tentang Edward.
Seketika membuat Kania pun syok dan kaget.
"A..apa??Papa selingkuh?Dari mana mama tahu?" tanya Kania yang belum percaya sepenuhnya.
"Soal itu tidak penting Kania.Papa mu sudah menghancurkan kebahagiaan kita.Sekarang dia justru lebih memilih wanita ja*ang itu.!" ucap Kamila masih dengan perasaan yang hancur.
"Kenapa ini bisa terjadi ma?Kenapa papa tega sekali dengan kita??" tanya Kania yang semakin syok mendengar semua cerita Kamila.
"Entah lah,mama tidak tahu harus berkata apa lagi.Dan Kevin kakak mu,juga memilih pergi dari rumah ini.Dia tidak mau lagi tinggal lagi di rumah ini.Mama tidak mengerti kenapa sikap Kevin semakin berubah." ungkap Kamila tentang Kevin.
Kania kembali terkejut. "Hah??kenapa kak Kevin harus melakukan itu ma?Apa dia begitu marah karena earphone yang ku pinjam?"tanya Kania yang menebak tentang earphone milik Kevin.
Kamila pun tak menjawab dan justru memilih pergi ke kamarnya.Kania pun tidak memaksa Kamila untuk menjawab pertanyaannya.Karena ia mengerti perasaan ibunya saat ini.Wanita mana yang hatinya tidak hancur,jika kesetiaan dan cinta yang selama ini dipertahankan.Telah dikhianati begitu saja karena kehadiran seorang wanita yang dianggapnya lebih menarik dan masih muda.
...****************...
Edward pun langsung menuju ke apartemen Jasmine.Jasmine pun tampak bingung melihat Edward tiba-tiba datang dengan membawa koper besar disampingnya.
"Ada apa tuan?Kenapa tuan membawa koper besar?" tanya Jasmine pura-pura bingung.Karena dia bisa menebak jika Edward pasti bertengkar besar pada Kamila istrinya.
"Mulai sekarang aku akan tinggal bersama mu.Aku sudah muak hidup seatap dengan wanita sialan itu." ungkap Edward memberitahu Jasmine.
Seketika membuat Jasmine langsung menatap panik dan khawatir.
Ah..sialan,kenapa dia harus datang kesini..Padahal aku juga sudah muak bersandiwara melayani na*su tua bangka ini.'umpat Jasmine dalam hati karena merasa kesal .
...****************...
Kevin akhirnya tiba di kediaman Thalia.Ia pun langsung di sambut oleh Lusi.
"Oh,tuan Kevin..Silakan masuk." ujar Lusi yang mempersilahkan Kevin masuk.Lusi yang sudah mengetahui jika Kevin akan tinggal di kediaman Thalia.Ia pun bertanya lagi apa tujuan Kevin datang.
Thalia yang mengetahui kedatangan Kevin,langsung menghampiri dan menyambutnya.
"Oh,kau sudah datang Kevin." seru Thalia.
"Iya kak,maaf aku datang tanpa memberitahu mu dulu." ujar Kevin.
__ADS_1
"Jangan pikirkan itu,kau datang saja kesini sudah bagus." kata Thalia.
"Lusi." panggil Thalia ke arah Lusi.
"Iya nona." jawab Lusi.
"Tolong tunjukan kamar untuk Kevin.Dan suruh art siapkan makan malam untuknya." perintah Thalia menyuruh Lusi untuk mengantarkan Kevin.
"Baik nona.Mari tuan Kevin,saya akan tunjukkan kamar tuan." jawab Lusi mengangguk dan mengajak Kevin menunjukkan kamarnya.
Kevin pun langsung mengangguk. "Terima kasih kak." ucap Kevin pada Thalia.
Thalia pun langsung tersenyum sambil memandangi Kevin menuju kamarnya.
Satu persatu kehancuran akan menghampiri mu Kamila.Kau akan merasakan bagaimana rasanya kehilangan apa yang sudah kau miliki selama ini.' batin Thalia.
...****************...
Beberapa hari kemudian..
Casey seperti biasa pergi menuju ke tempat pemotretan.Setibanya di sana,tiba-tiba saja ia merasa bingung dengan seluruh orang yang memperhatikannya.
Nindy sang manager pribadi pun datang menghampiri Casey.
Nindy pun langsung menarik nafas panjangnya.
"Justru aku ingin bertanya pada mu Apa yang sudah kau lakukan kemarin?" tanya Nindy dengan serius.
"Memangnya ap yang ku lakukan??Aku tidak paham maksud mu?" tanya balik Casey yang tidak mengerti maksud Nindy.
"Jadi kau belum tahu berita hari ini??" tanya Nindy memastikan.
Casey pun menggelengkan kepalanya. "Tidak,kenapa?" tanya Casey lagi.
Sesaat Nindy pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah berita panas tentang keributan Casey yang terjadi dengan Marisa istri Alfred sang produser.
"Lihat ini." ujarnya sembari menunjukkan berita tersebut.
Beberapa saat Casey pun membacanya dan membulatkan matanya.Ia begitu syok dan kaget saat isi berita tersebut telah memfitnah dirinya.Menyebut dirinya sebagai model ja*ang yang sengaja merayu pria tua dari suami orang yang tak lain adalah sang produser sendiri.
__ADS_1
Hal itu jelas membuat seluruh para staff kantor langsung memandang sinis,saat Casey masih berani menampakkan dirinya di kantor. Mereka beranggapan bahwa Casey ternyata wanita yang tidak punya rasa malu.Sebab masih berani datang ke kantor tanpa menyadari ulahnya.
"Ti..Tidak Nindy,ini tidak benar..Ini semua fitnah.Aku tidak merayu tuan Alfred,dia sendiri yang datang padaku dan meminta ku untuk menemaninya makan malam.Aku tidak punya tujuan lain,apa lagi sengaja merayu dia." ucap Casey mencoba menjelaskan pada Nindy.
"Tapi kurasa penjelasan mu tidak ada gunanya Cas.Berita ini sudah tersebar luas di media.Semua sudah beranggapan bahwa kau sengaja melakukannya.Kau tahu sendiri kan bagaimana istri tuan Alfred??Dia pasti tidak akan tinggal diam,dan akan terus menyerang mu.Termasuk menghancurkan karir mu." tukas Nindy mengingatkan Casey.
"Lalu bagaimana aku akan menjelaskan ini pada mereka??Aku difitnah Nindy,ini semua tidak benar.Aku merasa aku dijebak." kata Casey yang berusaha menjelaskan lagi pada Nindy.
"Sudah kubilang Casey,percuma saja kau menjelaskan dan membela diri.Karena ini sudah terlanjur dan berita mu sudah tersebar dimana-mana.Persiapkan saja diri mu untuk menghadapi resiko terburuknya." ucap Nindy kembali mengingatkan Casey dan langsung pergi.
Sementara Casey pun tak bisa berbuat apa pun.Ia tak mengira jika hanya menemani Alfred tanpa niat ingin merayunya.Tapi justru membuat karirnya akan diambang kehancuran.
...****************...
Ketika jam sekolah telah usai,Daffa seperti biasa langsung keluar kelas dan menunggu jemputan untuk pulang.Tapi sayangnya hampir sejam,Daffa yang masih menunggu belum juga dijemput oleh sang sopir.
Akhirnya Daffa memilih berjalan keluar dari lingkungan sekolah.Ia berniat ingin pulang sendiri dengan berjalan kaki ke rumah Sonia sang nenek.Tapi,sesaat Daffa sedikit bingung karena ia tidak tahu arah jalan pulang.Hingga membuatnya hanya bisa berdiri diam dan memperhatikan situasi jalan.
"Bagaimana ini?Aku tidak tahu arah jalan pulang." keluh Daffa sambil menundukkan kepalanya.
Disaat Daffa masih berdiri tak bergerak,tanpa sengaja Lusi yang kebetulan sedang mengendarai mobil Thalia seorang diri,melihat Daffa yang tengah berdiri seorang diri di pinggir jalan.Merasa penasaran,Lusi pun menepi kan mobilnya dan hendak turun menghampiri Daffa.
"Kamu Daffa kan?" sahut Lusi memastikan Daffa yang ia kenal.
Daffa pun langsung menoleh.
"Tante cantik.." seru Daffa langsung tersenyum melihat Lusi yang datang menghampirinya.
"Kamu sedang apa disini??Kenapa sendirian sayang?" tanya Lusi sedikit mencemaskan Daffa.
Daffa pun menceritakan dirinya yang lupa arah jalan pulang.
"Jadi begitu,Ya sudah ayo biar Tante antar kamu pulang ke rumah." ujar Lusi mengajak Daffa untuk diantar pulang.
"Memangnya Tante tahu rumah Oma ku?" tanya Daffa dengan polosnya.
"Tenang saja,Tante akan tanyain langsung sama papa mu.Ayo sayang." jawab Lusi menjelaskan.
Daffa yang mengerti langsung mengangguk dan mengikuti ajakan Lusi."Iya Tante,Terima kasih untuk bantuannya Tante." ucap Daffa pada Lusi.
__ADS_1
"Sama-sama sayang." jawab Lusi sambil tersenyum.
Akhirnya Lusi pun mengantarkan Daffa pulang ke rumah Sonia sang nenek.