Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 54


__ADS_3

Bagaimana tidak,jika disaat posisinya yang terpuruk karena ulah Edward sang suami.Tapi Kania sang anak justru tidak mengerti posisinya saat ini.


Sementara Jasmine perlahan mulai sedikit demi sedikit menghindar dari Edward.Bahkan ia juga jarang untuk menghabiskan waktu bersama Edward.Ia mulai merasa jijik setiap Edward ingin menyentuh tubuhnya.


Disaat Jasmine akan pulang ke apartemennya,seperti biasa Jasmine langsung disambut oleh Edward.


"Sayang,kau dari mana saja?Kenapa akhir-akhir ini kau jarang disini?" tanya Edward penasaran.


"Aku sibuk." jawab Jasmine dengan nada datar.


"Sibuk apa??Bukankah di kantor tidak ada kerjaan yang membuat mu sibuk?" tanya Edward lagi yang merasa heran.


"Kau tidak perlu tahu tuan,yang jelas ini urusan ku." jawab Jasmine dengan datar lagi.


Dan ia pun berjalan melalui Edward,tapi Edward langsung menahan tangan Jasmine.


"Hei,kenapa dengan sikap mu?Kau tidak seperti biasanya?" tanya Edward yang penasaran.


"Tidak apa-apa.Memang seperti ini lah sifat ku." jawab Jasmine.


"Tidak,kau tidak seperti biasanya.Apa karena proyek perusahaan ku gagal.Hingga membuat mu mulai berubah?" tanya Edward menebak.


"Menurut mu?Jika proyek mu sudah gagal dan perusahaan mu benar-benar akan bangkrut,apa yang akan aku dapat dari mu?" jawab Jasmine dan bertanya dengan lantang.


"Tenang sayang,soal itu kau tidak perlu khawatir.Aku pasti akan cari jalan keluarnya.Perusahaan ku tidak akan bangkrut,aku juga tidak akan membiarkan perusahaan ku hancur hanya karena Thalia.Dan apa pun yang kau minta,aku akan tetap turuti.Jadi ku minta kau jangan berubah sayang.Jangan tinggalkan aku.Aku tidak bisa hidup tanpa mu." ungkap Edward yang tidak rela ditinggal oleh Jasmine


"Kalau begitu buktikan perkataan mu.Karena aku tidak mau bersama pria yang hanya akan menjadi beban untuk ku." ucap Jasmine dengan tegas.


"Oke sayang.Aku pasti akan buktikan,aku tidak akan berjanji apa pun.Karena aku akan buktikan semua ucapan ku.Asal kau tidak meninggalkan aku begitu saja." jawab Edward yang langsung mengiyakan perkataan Jasmine.


Edward pun langsung mendekap tubuh Jasmine.Sementara Jasmine justru hanya memasang wajah sinis tanpa Edward tahu


Tua bangka sialan,Kau pikir aku mau bersama mu.!' batin Jasmine.


...****************...


Devan tengah menjemput seseorang di suatu tempat.Tanpa diduga ternyata ia menjemput wanita yang berada dikediaman Thalia.Thalia yang membukakan pintu dan melihat kedatangan Devan,seketika terkejut.

__ADS_1


"Devan." seru Thalia yang kaget melihat kedatangan Devan.


"Hai Thalia,maaf aku menganggu waktu mu.Aku kesini ingin menjemput Lusi." sahut Devan memberitahu Thalia.


"Lusi?" tanya Thalia yang sedikit bingung.


"Devan,kau sudah datang." sahut Lusi yang tiba-tiba meghampiri dari belakang Thalia.


Membuat Thalia langsung menoleh ke arah Lusi.


"Lusi,kenapa Devan menjemput mu?Apakah kalian?" tanya Thalia seakan ingin menebak hubungan mereka.


"Maaf nona Thalia,aku belum sempat menceritakan pada nona.Bahwa saat ini kami sedang mencoba menjalin hubungan dekat." ungkap Lusi memberitahu.


Thalia pun langsung kaget,mengetahui hubungan Lusi dan Devan yang tiba-tiba menjalin hubungan.Karena ia pikir Devan tidak akan lagi melibatkan dirinya lagi.


Thalia pun sesaat memandang Devan. "Apa benar itu?" tanya Thalia memastikan.


"Yah,itu benar Thalia..Maaf kalau ini membuat mu terkejut.Lusi,ayo kita berangkat." jawab Devan yang kini menunjukkan sikap datar padanya.


"Ah iy..Nona Thalia saya pamit pergi sebentar.Saya tidak akan pulang terlambat.Permisi." ucap Lusi langsung berpamitan pada Thalia.


Dan akhirnya mereka pun pergi meninggalkan kediaman Thalia.Sementara Thalia masih tidak menyangka jika Lusi akan bersama Devan.Karena baginya terlalu mengejutkan,melihat Lusi memang sedikit tertutup dengan kehidupan pribadinya.


Tapi Thalia pun tak dapat melarang Lusi untuk tetap menjalin hubungan dengan Devan.Sebab Lusi berhak menentukan siapa pilihannya dan bahagia dengan orang yang dicintainya.


...****************...


Beberapa Minggu kemudian..


Edward seperti biasa pulang ke apartemen Jasmine.Ia pun seperti biasa akan membuka pintu apartemen Jasmine.


Namun,beberapa kali ia menekan tombol sandi pintu tersebut.Ternyata tidak terbuka dan mengatakan jika sandi yang ia tekan juga salah.


Hal itu membuat Edward sedikit heran dan bingung.


"Ada apa dengan pintu ini?Kenapa tidak bisa terbuka??" ujar Edward kembali mencoba membuka pintu tersebut.Dan hasilnya pun tetap sama karena gagal.

__ADS_1


Seketika membuat Edward mulai kesal dan terus mencoba membukanya.


"Brengsek !!Kenapa masih saja tidak terbuka??Apa Jasmine sengaja mengubah kata sandinya.!?" umpat Edward makin kesal.


Karena terus gagal,Edward pun mencoba menghubungi Jasmine.Dan sayangnya nomor yang dihubungi ternyata sudah tidak aktif.


Edward semakin panik dan gusar,saat menghubungi Jasmine ternyata tidak ada jawaban.


...****************...


Jasmine pergi menemui Thalia di kediamannya,tanpa sepengetahuan Edward.


"Bagaimana?" tanya Thalia pada Jasmine.


"Ini kunci apartemen yang nona inginkan berikut surat kepemilikannya." ucap Jasmine sembari menyerahkan sebuah kunci dan berkas surat yang tersimpan dalam map.


"Dan ini kunci mobil beserta surat kepemilikan mobilnya." sambung Jasmine kembali menyerahkan sebuah kunci mobil dan suratnya.


"Aku sudah mendapatkan apa yang nona inginkan.Jadi aku apakah aku sudah bisa meninggalkan ayah nona?" tanya Jasmine.


Yang ternyata sengaja pergi meninggalkan Edward tanpa sepengetahuan Edward sendiri.Karena ia sudah merasa muak dan bosan yang harus selalu melayani pria tua itu.


"Bagus,kau memang bisa diandalkan.Kunci mobil ini kau ambil saja.Anggap saja ini sebagai kompensasi untuk mu." ujar Thalia mengembalikan kunci mobil dan suratnya pada Jasmine.


"Tidak nona,aku tidak membutuhkannya." jawab Jasmine yang justru menolak.


"Kenapa?" tanya Thalia penasaran.


"Aku tidak mau terlibat lagi dengan urusan dan masalah ayah nona.Aku takut jika aku mengambil yang pernah diberikan ayah nona,akan menjadi masalah untuk ku.Karena perusahaan ayah nona sudah diambang kebangkrutan,aku justru takut harta yang pernah diberikan padaku akan menjadi mempersulit hidup ku." jelas Jasmine memberikan alasannya.


Sesaat Thalia pun memperhatikan Jasmine.Yang benar-benar tulus menolak pemberiannya.


"Baik lah,kalau kau memang ingin menolak." jawab Thalia yang sesaat mengeluarkan sebuah cek dari dalam tasnya.Ia pun menuliskan sesuatu pada secarik cek tersebut.


"Kalau begitu aku ingin kau menerima ini.Dan jangan menolak karena ini murni dari pemberian ku." kata Thalia sembari menyerahkan cek tersebut pada Jasmine.


"Tapi nona -" kata Jasmine yang kembali ingin menolak.

__ADS_1


"Ambil lah,aku tidak mau kau menolaknya."tukas Thalia yang memaksa Jasmine harus menerima pemberiannya.


Jasmine pun akhirnya terpaksa menerima cek tersebut.Dan betapa terkejutnya saat ia melihat jumlah nominal yang tertulis dalam cek tersebut.


__ADS_2