Pembalasan Dendam Sang Anak

Pembalasan Dendam Sang Anak
Part 43


__ADS_3

"Oh..kami bertemu secara tidak sengaja tuan Devan."jawab Lusi apa adanya.


"Papa,Tante ini baik sudah nolongin Daffa ambil cemilan ini.Dia juga cantik pa ." sahut Daffa yang tiba-tiba memuji Lusi di depan Devan.


"Benarkah?" seru Devan sedikit kaget.


"Cuma tidak sengaja melihat anak tuan kesusahan mengambil snack ini tuan." ujar Lusi menjelaskan lagi.


"Oh begitu,terima kasih sudah membantu anak ku." ucap Devan langsung berterima kasih pada Lusi.


"Sama-sama tuan." jawab Lusi sambil tersenyum.


"Lusi kenapa kau lama sekali?Apakah kita bisa pulang sekarang?" sahut Thalia yang datang menghampiri Lusi.


Tanpa diduga Devan pun kembali bertemu dengan Thalia.Dan kali ini Devan pun langsung memasang wajah dingin tanpa sedikit pun tersenyum pada Thalia.Dan juga tidak ada sapaan yang biasanya Devan tunjukkan pada Thalia.


"Ayo nak,kita pulang." sahut Devan yang justru langsung mengajak Daffa sang anak pergi dan meninggalkan mereka berdua.


"Dah Tante cantik." tukas Daffa sambil melambaikan tangannya dan tersenyum lebar.


Lusi pun ikut membalasnya dengan tersenyum.


Setelah Devan meninggalkan mereka berdua.Sesaat Lusi justru memandang bingung dan heran.Karena melihat sikap Devan yang tidak biasanya pada Thalia.


"Nona,kenapa sikap tuan Devan tidak seperti biasanya pada nona?Bahkan tidak menyapa sedikit pun pada nona?" tanya Lusi ingin tahu.


Karena ternyata Thalia belum menceritakan tentang hubungannya dengan Devan yang sudah berakhir.


"Hubungan kami sudah berakhir Lusi." ungkap Thalia.


"Hah??Nona serius??Bagaimana bisa??Bukankah tuan Devan begitu mengejar nona?" tanya Lusi yang tercengang kaget.


"Ya seharusnya,tapi aku memilih untuk menyudahinya.Karena Casey mengadu padanya dan memergoki ku sedang jalan dengan Axel.Jadi ku pikir lebih baik aku akhiri saja semua." jawab Thalia menjelaskan.


"Lalu bagaimana dengan balas dendam nona?" tanya Lusi mengungkitnya.

__ADS_1


"Sudah berakhir juga.Karena Devan sudah menceraikan wanita itu.Untuk apa aku teruskan?Lagi pula kau 'kan tahu kalau aku tidak memiliki perasaan apa-apa padanya.Jadi aku tidak mau berlarut-larut memainkan sandiwara ini." jelas Thalia lagi.


Seketika membuat Lusi mengangguk paham.Namun disisi lain,Lusi justru merasa prihatin dan kasihan melihat Devan.Yang sebenarnya hanya lah menjadi korban karena obsesi Thalia yang ingin membalaskan dendamnya pada Casey.Seakan Devan hanya dijadikan tumbal untuk memancing Casey masuk kedalam jebakannya selama ini.


...****************...


Kania terlihat sedang mencari sesuatu di kamarnya.


"Dimana ya earphone bluetooth ku?Sepertinya aku masih menaruhnya disini??Apa jangan-jangan tertinggal dirumah Bella??Ck.." ujarnya masih terus mencari earphone kesayangannya.


Merasa tidak berhasil menemukannya,Kania pun berniat ingin meminjam earphone milik Kevin.Tapi sayangnya,Kania tidak bisa meminjamnya langsung karena Kevin sedang bekerja.


Akhirnya Kania memutuskan untuk mengambilnya langsung di dalam kamar Kevin.Dan beruntungnya,kamar Kevin tidak dikunci.Memudahkan dirinya untuk mengambil earphone milik Kevin.


"Maaf ya kak,aku pinjam earphone mu.Kalau pinjam langsung ,sayangnya saat ini kau tidak di rumah." ujarnya langsung mengambil earphone yang ada di laci nakasnya.


Melihat Kania keluar dari kamar Kevin,Kamila pun langsung menghampiri Kania.


"Apa yang sedang kau lakukan di kamar kakak mu?" tanya Kamila penasaran.


"Apa kau sudah minta ijin dengannya?Kau tahu 'kan sekarang sikap kakak mu mulai berubah.Jangan coba buat masalah dengannya." tukas Kamila mengingat kan Kania.


"Soal itu mama tenang saja,nanti pasti aku akan bilang padanya.Dan,oya bagaimana soal mobil itu ma??Papa pasti mau beliin 'kan ma?" tanya Kania yang beberapa saat langsung teringat akan permintaannya.


Kamila pun langsung menghela nafas.


"Maaf Kania,papa mu tidak mengijinkan mama membelikan mobil untuk mu.Papa untuk saat ini melarang kita membeli barang-barang mewah." jawab Kamila memberitahu Kania.


"Apa??Kenapa papa sekarang jadi pelit ma??Bukankah selama ini papa selalu menuruti apa pun yang ku inginkan?Kenapa mendadak melarang kita membeli barang-barang mewah.Apa lagi ini cuma sebuah mobil agar aku tidak selalu diejek teman-teman ku ma." jawab Kania yang langsung protes pada Kamila.


"Mama sudah berusaha membujuk papa mu,tapi papa mu sudah tidak mau menuruti kemauan kau lagi Kania." kata Kamila berusaha menjelaskan pada Kania.


"Aku tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini papa jadi banyak berubah ma.Papa tidak pernah sepelit ini.Aku kecewa sama kalian berdua." protes Kania lagi dan langsung meninggalkan Kamila.


Kamila hanya bisa menarik nafas panjangnya.

__ADS_1


...****************...


Semenjak perpisahan dirinya dengan Devan,kini Casey lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermabuk-mabukan.Hidupnya semakin hampa dan tidak bersemangat untuk melakukan apa pun.Terlebih Devan sudah melarang tegas dirinya untuk menemui Daffa sang anak.


Kini terlihat Casey tengah duduk disebuah bar seorang diri.Entah sejak kapan ia masih berada di dalam bar tersebut.Dan entah berapa banyak juga ia sudah meminum minuman berjenis alkohom tersebut.


Sang bartender yang melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya.Melihat Casey yang seperti kehilangan semangat hidup dan kacau.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya sang bartender bernama Andrew pada Casey.


Casey yang sudah setengah mabuk,langsung menoleh dan tersenyum palsu.


"Apa kau lihat aku sedang baik-baik Sajam" tanya balik Casey dengan nada yang sudah mabuk.


"Lebih baik kau pulang saja nona,sepertinya keadaan mu sudah mabuk berat." kata Andrew menyarankan Casey untuk pulang.


"Memangnya kau dibayar untuk menyuruh ku pulang?Kau bukan siapa-siapa ku dan kau tidak berhak mengusir ku dari tempat ini.paham.!" sentak Casey langsung marah karena kesal dengan ucapan Andrew.


Andrew pun langsung memilih diam dan mengabaikan Casey yang memang sudah dalam keadaan mabuk berat baginya.


...****************...


Kevin yang baru saja pulang dari kuliahnya,langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


Ketika ia baru akan memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak.Sesaat perhatiannya langsung tertuju pada laci nakasnya yang terbuka.


Kevin pun langsung bangun dan berjalan menuju nakasnya.Ia baru menyadari jika laci nakas nya ternyata sudah dalam terbuka setengah.


Beberapa saat Kevin juga baru menyadari jika earphone kesayangannya tidak ada di dalam laci nakasnya.Kevin seketika panik dan mencoba mencari keberadaan earphonenya.


Bagaimana tidak jika earphone yang dimilikinya sangat berarti untuknya.Karena butuh hampir setahun ia mengumpulkan uang hanya untuk membeli earphone dengan harga yang cukup mahal.Itu sebabnya earphone miliknya menjadi earphone yang sangat berharga untuknya.


Kepanikan Kevin semakin menjadi,kala ia benar-benar tidak bisa menemukan earphone miliknya.Kevin langsung keluar kamar dengan berniat mencari diluar kamar atau bertanya pada Kamila sang ibu.


Namun,belum sempat ia menemui Kamila.Pandangan Kevin langsung tertuju pada Kania yang tengah asik mendengarkan musik dengan memakai earphone miliknya.

__ADS_1


Seketika membuat Kevin marah dan langsung menatap tajam ke arah Kania.


__ADS_2