PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
10. Lelucon Ferrer


__ADS_3

"Gue kangen sama kakek dan nenek di Surabaya, apa mereka baik-baik saja yah ?"ujar Ferrer sambil meletakkan kedua tangannya di atas kepala nya.


"gue dari kecil sudah hidup bersama mereka dalam kesederhanaan, sehingga gue merasa aneh setelah sampai di kota dan di perlakukan bak raja..."ujar nya lagi.


"meski begitu gue tetap senang sampai di sini, karena dengan berada di sini gue bisa kenal dengan mbak Lilis,mang yoyo dan Lo kak Fitri..." Fitri sangat tertegur ternyata bocah tengil ini bisa juga memanggil nya dengan sebutan kakak juga.


"dan gue juga memiliki banyak teman di sekolah,bahkan banyak cewek-cewek yang antrian buat jadi pacar gue sedari tadi, coba Lo lihat mereka cantik-cantik semua kan...?" Ferrer pun membuang ponsel nya kearah Fitri dan Fitri melirik beberapa barisan pesan masuk dari wanita di sekolah Ferrer.


"gue tidak begitu tertarik dengan mereka sebenarnya, karena gue sudah punya seorang wanita yang membuat jantung gue berdebar-debar tak karuan setelah pertama kali melihat nya..."tambah Ferrer sambil melirik ke arah Fitri.


"Sebenarnya gue suka sama Lo kak Fitri,Lo itu jinak-jinak merpati, hehehe... tapi Lo galak amat, masa iya wajah gue di tampar kayak mukul kasur aja, mentang-mentang kerja nya jadi pembantu malah pukuli gue kayak hancurin cabe..." ujar nya hingga membuat Fitri tergelak membayangkan rasa gemas nya menampar wajah Ferrer pagi tadi.

__ADS_1


"gue tau gue salah, pasti Lo kesal kan gue perlakukan Lo tidak baik, saat awal bertemu dan di saat gue cium bibir Lo malam tadi, tapi percaya lah kalau itu bukan kesengajaan, gue sedang dalam pengaruh alkohol sehingga gue berbuat seperti itu, gue minta maaf yah..." ucap nya sambil melirik kearah Fitri, sebenarnya Fitri malu saat Ferrer kembali mengingat kan nya pada malam itu, tapi apa boleh buat, hal itu juga sudah terjadi, Fitri hanya bisa mengangguk menerima permintaan maaf Ferrer.


"tapi, bibir Lo manis tau, gue jadi candu...serius ..."ujar Ferrer santai, Fitri tidak menyangka anak remaja 17 tahun seperti Ferrer, berani-berani nya mempermainkan Fitri seperti itu.


"haha tapi Lo suka kan ?" ujar Ferrer hingga membuat Fitri dongkol atas ucapan nya, Fitri pun bangun dari dudukannya dan menatap tajam kearah Ferrer, yang sedang menertawakan nya saat ini.


"gue bercanda, soal nya Lo kelihatan serius banget mendengar cerita gue, gue sedang tidak mendongeng yah..."ucap nya lagi.


"gue suka sama Lo, tapi gue bingung mau memulai dari mana, soal nya gue nggak pernah nempak cewek, gue lebih sering di tambak dari pada menembak..."ujar Ferrer membuat Fitri kembali tertawa.


"bisa mati donk anda... hahaha" Fitri tidak menyangka ternyata Ferrer yang terlihat angkuh bisa selucu ini juga ketika sudah akrab.

__ADS_1


"iya, tapi aneh nya gue nggak pernah mati bahkan sakit setelah beberapa kali di tembak, gue malah senang bisa mempunyai koleksi peluru,"ujar nya hingga membuat Fitri kembali duduk di kasur nya.


"dasar play boy..."hardik Fitri seketika.


"gue bukan cowok seperti itu lagi jika gue sudah dapati Lo, percaya lah !"ujar Ferrer lagi, Fitri merasa apa yang di ucapkan oleh Ferrer hanya lelucon semata ia tak menganggap serius ucapan Lelaki yang 8 tahun lebih muda dari nya itu.


"apa Lo tau, aneh nya gue yang sering di tembak ini, kelihatan malah senang-senang aja, tapi cewek-cewek yang nembak gue itu malah yang mati-matian sakit hati karena permainan cinta gue, hahaha cewek memang lucu yah, dia yang nembak dia yang sakit... hahaha"


"itu berarti cewek itu tulus sama anda tuan..." ujar Fitri lagi.


"hahaha, tapi gue mau nya seriusan sama Lo Kak Fitri, gue benar-benar suka sama Lo serius..."

__ADS_1


__ADS_2