
"Lilis....Lilis ..."teriak mang yoyo, Fitri dan Mbak Lilis yang sedang membersihkan rumah pun melirik secara bersamaan melihat mang yoyo yang berlari dengan keadaan panik.
"ada apa mas..."tanya Mbak Lilis pada suami nya.
"tu-tuan, tuan muda di rawat di rumah sakit..."ujar mang yoyo panik, Fitri yang sedang memegang pel pun berlari mendekat kearah mang Yoyo , begitu pun dengan mbak Lilis yang sedang membantu Fitri menyapu rumah.
"sakit apa mang ?"tanya Fitri menyela dan berjalan mendekati mang yoyo yang sudah berdiri di depan istri nya.
"tadi ke sekolah baik-baik saja, mas jangan ngada-ngada yah..."ujar mbak Lilis, Kepada suami nya.
"siapa yang ngada-ngada, barusan nyonya Fina yang telpon sendiri, kata nya tuan Ferrer di keroyok di sekolah, sekarang lagi di rumah sakit, di bawa tadi sama teman-teman nya ke rumah sakit..."ujar mang yoyo dengan nafas yang menggebu ngebu.
"kenapa bisa seperti itu mas..."terlihat wajah kekhawatiran yang terpampang di antara mbak lilis dan mang yoyo,
"ya mana aku tau, kamu kira aku ini Kodam nya apa, yang selalu ikut kemana dia pergi..."ucap mang yoyo lagi.
__ADS_1
"emang tuan muda Ferrer punya Kodam mang?"tanya Fitri penasaran.
"aah, kamu ini ngada-ngada aja mas, Jangan di percaya omongan dia fit..." sambung mbak Lilis dan Fitri hanya diam mengamati kedua nya.
"sudah ah, ayo kita ke rumah sakit, kita jenguk tuan Ferrer..." ajak mang Yoyo dan mbak Lilis pun mengangguk setuju, hingga Fitri dan Mbak Lilis mengikuti mang yoyo yang berlari keluar rumah.
"pintu nya jangan lupa di kunci fit ?"ucap mbak Lilis saat sampai di ambang pintu.
"iya mbak..."jawab Fitri sambil menutup pintu rumah dan mengunci nya dari luar.
setelah beberapa detik menunggu, akhirnya mang yoyo pun menemukan taksi di depan pagar, Fitri dan Mbak Lilis pun berlari kearah mang yoyo dan sopir taksi tersebut.
mereka telah berada di dalam taksi saat ini, mang yoyo dan Mbak Lilis sangat mengkhawatirkan keadaan Ferrer, hingga terlihat manik-manik di sela mata mbak Lilis.
"mbak, tuan Ferrer pasti baik-baik saja, mbak jangan khawatir yah, kita doa kan saja, semoga tidak terjadi hal yang serius..."ujar Fitri menenangkan, entah mengapa Fitri terlihat biasa-biasa saja setelah mendengar Ferrer yang berada di rumah sakit.
__ADS_1
"iya, mudah-mudahan seperti itu."jawab mbak Lilis dengan wajah murung nya.
"tuan Ferrer anak baik, pasti teman nya yang jahat itu yang mulai mengeroyok nya."tambah mang yoyo yang duduk bersebelahan dengan supir.
"iya mas, Lilis juga yakin begitu, pasti teman nya yang tega berbuat seperti itu, kenapa main keroyok segala sih, nggak jantan banget..." ujar mbak Lilis dan mang yoyo sambil mengangguk bersama.
"baik apa nya, dia bahkan telah mempermalukan gue di hadapan nyonya Fina dan tuan Agus, pagi tadi, gue hampir saja, kehilangan pekerjaan gara-gara bocah tengil itu...". batin Fitri sambil membuang muka kearah jendela.
"rasain Lo, kena karma kan, sudah berani-berani nya ngerjain gue hahaha...". Fitri tersenyum puas sambil melihat pemandangan kota di kaca mobil, ia sangat puas setelah mengetahui Ferrer terbaring di rumah sakit saat ini.
"pak, berhenti di warung makan dulu yah, sebelum ke rumah sakit ..."pinta mang yoyo.
"mas, kamu Mikirin perut Mulu, kita harus ke rumah sakit terlebih dahulu, kenapa kamu mau makan lagi..."teriak mbak Lilis yang mendengar suami nya mau ke warung makan.
"iih kamu ini, tuan Ferrer kan lagi di rumah sakit, pasti dia belum makan, ya sudah sebelum ke sana kita beli makanan dulu untuk tuan..."jelas mang yoyo dan terlihat mbak Lilis mengangguk paham.
__ADS_1
"ya sudah, cepat cari warung makan pak..."ujar mbak lilis dan di jawab anggukan oleh sopir taksi itu.