PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
29. Asisten pribadi


__ADS_3

"tuan ini minuman nya ..."ucap Fitri sambil meletakkan jus capuccino cincau di atas meja ruang tamu, yang saat ini Ferrer sedang berbaring di atas sofa, sedang kan mbak Lilis sudah ke kamar nyonya nya yang minta di urut.


"lama amat sih, gue sudah tidak haus lagi, gara-gara menunggu Lo yang kelamaan, gue lapar, gue mau makan saja ?"ujar Ferrer sambil menatap tajam kearah Fitri.


"ouh, ya sudah ayo saya antar anda ke dapur tuan, semua masakan sudah tersaji kan di atas meja..."ucap Fitri tersenyum kencur.


"hmm, kapan Lo masakin itu ?"ucap Ferrer lagi curiga.


"tadi tuan, sama mbak Lilis, sebelum tuan sama keluarga pulang..." ujar Fitri menjelaskan, ia berusaha bersikap lembut dan baik terhadap bocah ini, supaya Ferrer tidak lagi semena-mena terhadap nya.


"iya sudah, Lo panasi sana, gue mau memakan makanan , yang masih panas..."ujar Ferrer lagi.


"tapi, makan itu masih panas tuan, asap nya saja masih mengebul, kalau tuan tidak percaya tuan bisa melihat langsung."ucap Fitri lagi.


"hmm ya sudah, ayo Lo temani gue makan," pinta Ferrer.


"baik tuan..." ucap Fitri hormat,dan berjalan mengekori Ferrer menuju ruangan makan.


Ferrer dan Fitri telah sampai di meja makan, Fitri pun membuka tutup saji, yang masih menutupi makanan lezat di balik nya.


"tuan mau sambal apa, saya masukin ?"tanya Fitri, ada begitu banyak aneka masakan, Ferrer sesekali menelan Saliva nya, ia bagaikan anak raja di negeri dongeng, saat tinggal di kediaman orang tua nya, biasa nya di kampung saat ia tinggal bersama kakek dan nenek nya, hanya terus makan tempe dan tahu berserta sayuran lain nya.


"gue mau ayam bubu saja..."ujar Ferrer dan Fitri pun langsung memasukkan nasi berserta ayam kedalam piring Ferrer, tak lupa Fitri juga memasukan minuman kedalam gelas nya, Fitri tidak suka di anggap tidak becus bekerja oleh lelaki ini, dari pada lelaki itu memerintah nya, lebih baik ia yang langsung bekerja tanpa harus diperintah.

__ADS_1


"tua tidak suka sama sayur...?"tanya Fitri, sebab Ferrer tidak pernah melirik kearah sayuran yang telah ia masak.


" gue suka terhadap sayur." jawab Ferrer langsung.


" ya sudah,saya masuki sayurnya ya tuan ?" ucap Fitri sambil memasukkan sayur sayuran ke dalam piring Ferrer.


" iya."


"ouh iya, apa mama sudah bicara sama Lo ?"tanya Ferrer lagi.


"bicara apa tuan, Nyonya tidak bicara apa pun.."ujar Fitri, rasa nya tidak ada hal penting yang Fina bicara kan dengan nya.


"mulai besok lo nggak usah lagi bekerja di dapur dan lo bukan lagi pembantu di rumah ini mulai besok..."ucap Ferrer menatap ke arah Fitri, sambil memakan makanan nya yang telah dihidangkan oleh Fitri barusan.


"emang saya salah apa sama tuan, sampai-sampai tuan mengadu kan saya, seperti itu kepada Nyonya fina dan tuan Agus, saya tidak pernah berbuat kesalahan apapun terhadap anda tuan, kalau bukan tuan yang berulah terlebih dahulu terhadap saya,. saya tidak mungkin melakukan sesuatu terhadap tuan,


saya mau kerja di mana kalau sampai saya di pecat dari rumah ini, saya mau tinggal di mana lagi...kenapa anda tega seperti itu terhadap saya tuan..."ucap Fitri, ia tak menyangka ternyata Ferrer orang yang seperti itu, ia tega mengadu kan Fitri kepada orang tua nya supaya Fitri di pecat dari rumah ini, begitu pikir Fitri.


"siapa yang bilang Lo dipecat ? gue kan cuma bilang Lo itu sudah tidak lagi bekerja di dapur mulai besok, karena mulai besok Lo akan menjadi asisten pribadi gue, yang akan antar jemput gue ke sekolah,. hanya itu gue tidak mengatakan Lo dipecat yah, Lo jadi orang ke-gr-an amat sih."sindir Ferrer sambil terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"ah, jadi asisten pribadi ?"tanya Fitri heran.


"iya, lo akan jadi supir pribadi gue mulai besok.."

__ADS_1


"Kenapa harus saya tuan, saya kan kerja di bagian dapur, Kenapa Nyonya fina sama tuan Agus tidak mencari supir yang lain, saya tidak bisa menjaga Anda tuan, saya hanya seorang wanita, lagi pula kalau terjadi sesuatu terhadap Anda bagaimana ? saya tidak bisa berkelahi saya tidak jago silat saya hanya wanita lemah yang bekerja di bagian dapur,yang hanya bisa memasak dan bersih-bersih, itu saja...."jelas Fitri panjang lebar.


"tapi Lo, wanita galak dan cerewet, pasti para preman akan lari terbirit-birit kalau Lo lagi marah-marah haha, gue aja sampai geram kalau lama-lama dekat lo..."Ferrer sangat suka menggoda Fitri, tapi Fitri berusaha bersikap sewajarnya seperti majikan dan bawahan.


"maka dari itu tuan, lebih saya tidak menjadi supir pribadi anda, dari pada anda marah-marah nggak jelas kalau bareng saya, nanti cepat tua loh tuan..." ucap Fitri mencoba merayu.


"tapi gue suka, gue tidak peduli, gue hanya ingin Lo yang menjadi supir gue..."ujar Ferrer tanpa menggubris ucapan Fitri.


"tapi tuan saya..." bantah Fitri.


"gue nggak mau tau, mulai besok Lo harus ikut bersama gue kemanapun gue pergi, ingat Lo, Lo pembantu gue saat ini, bukan lagi pembantu mama atau pun papa..."ujar Ferrer sinis.


"tapi tuan anak nya mbak Lilis juga mau menjadi sopir nya tuan, kalau tuan tidak keberatan, saya bisa mengatakan itu kepada mbak Lilis untuk meminta anaknya yang mengganti kan saya sebagai sopir, saya mau kerja di bagian dapur saja, saya nggak mau menjadi supir, karena itu terlalu beresiko buat saya tuan."Fitri tau kalau Ferrer akan semena-mena terhadap nya kalau sampai ia bekerja dengan Ferrer, ia harus mencari cara agar tidak menjadi supir pribadi Ferrer, ia akan meminta Nyonya fina dan tuan Agus, mengangkat anak nya mbak Lilis saja yang menjadi supir.


"semua sudah di putus kan dan Lo kerja dengan gue, Lo nggak boleh membantah apa pun keinginan gue,.." tutur Ferrer tegas.


"termasuk menceburkan diri saya ke laut ?" ujar Fitri lagi.


"iya, termasuk menceburkan diri Lo ke dasar laut."ulang Ferrer lagi.


"seram banget anda tuan..."


"hah, maka nya Lo, ngikut saja..."

__ADS_1


__ADS_2