PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
28. Pijatan


__ADS_3

"selamat datang kembali tuan muda..."ucap mbak Lilis, mang yoyo dan Fitri yang menyambut kedatangan Ferrer yang pulang dari rumah sakit.


"mari saya bantu nyonya..."Fitri pun langsung bergegas mengambil barang-barang yang sedang di bawa oleh nyonya Fina tersebut.


"terima kasih Fitri..."ucap nyonya Fina, mereka pun bergegas menuju ruangan tamu dan mendudukkan diri di atas sofa ruangan tamu tersebut.


"aaah, akhirnya bisa kembali ke rumah lagi..."ujar Ferrer, ia sangat bosan kalau berlama-lama di rumah sakit.


"bukan tambah sehat, tapi tambah sakit yang ada, kalau lama-lama di sana, mana bau, gerah lagi, mana tangan pada pegal-pegal kena jarum infus..."ujar Ferrer sambil membuka satu persatu kancing baju nya dan hanya memperlihatkan baju dalaman putih yang ia kenakan.


"mau saya buat kan minuman dingin tuan ?" tanya Mbak Lilis namun mata Ferrer langsung tertuju kearah Fitri yang duduk di bawah lantai dengan posisi bersimpuh yang bersebelahan dengan mbak Lilis dan mang yoyo, sedang Ferrer berserta keluarga nya duduk di atas sofa.


"mbak, urut Ferrer saja mbak, badan Ferrer sakit-sakitan rasa nya, mbak bisa ngurut kan ?" tanya Ferrer dan Mbak Lilis pun langsung berdiri dari duduk kan nya dan langsung menuju ke arah belakang Ferrer.


"bisa donk tuan, mbak sangat jago kalau masalah ngurut, nyonya bahkan selalu minta mbak buat urutin, iya kan nyonya?" lirik mbak Lilis kearah majikan nya.


"iya, enak pijatan mbak Lilis, nanti kalau bisa saya juga di urut yah mbak ?" jawab Fina lagi, sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"baik Nyonya..."ucap mbak Lilis sambil memijat Pelan pundak Ferrer.


"heh Lo....buat kan gue minum,gue haus, gue mau minuman dingin, tapi tidak banyak es dan tidak usah di masukin gula, juga tidak pake susu, buatkan jus capuccino cincau buat gue..."ujar Ferrer menatap fitri.


"ah, capuccino cincau ? maaf tuan, di dapur tidak ada cincau nya ?"sergah Fitri, ia tau Ferrer pasti mengerjai nya lagi saat ini.


"gue tidak mau tau, Lo harus buat kan gue minuman dingin capuccino cincau, secepat nya, gue haus...sana..."ujar Ferrer dengan tangan mengusir.


"tapi tuan..."ujar Fitri ia tak tau mau dapat kan cincau di mana.


"Fitri, di minimarket pasti ada, coba tanya ?" sambung Fina yang melihat kebingungan Fitri.


"kamu sengaja ngerjain Fitri seperti itu?"ujar Fina sambil menatap anak nya.


"apaan sih ma, mama asal nuduh saja, Ferrer beneran mau capuccino cincau ma..."ujar Ferrer,tak mau di persalah kan.


"ouh ya, papa kembali ke kantor yah, kerjaan papa masih menumpuk di kantor..." ujar papa Agus sambil berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"iya sudah, hati-hati yah pa..."ucap Ferrer dan Fina bersamaan.


"saya juga izin ke depan, yah nyonya, tuan, saya mau lanjut berjaga..."izin mang yoyo.


"ya sudah sana mang..." ucap Fina.


"misi, nyonya..." mang yoyo pun pergi meninggalkan Ferrer,Fina dan mbak Lilis yang sedang memijit Ferrer.


"gimana, enak kan pijatan mbak...?" tanya Lilis kepada majikan nya itu.


"enak mbak, tidak terlalu keras..."Jawab Ferrer.


"setelah ini saya lagi yah mbak, jangan lupa..."ujar Fina kembali mengingat kan.


"baik Nyonya, nanti setelah tuan muda selesai, saya akan pijatkan Nyonya..."


"iya sudah kalau begitu, saya mau ke kamar dulu, mau istirahat, capek, kalau Ferrer sudah selesai kamu ke kamar saya saja yah mbak..."pinta Fina.

__ADS_1


"baik Nyonya..."


__ADS_2