PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
30. Anak mbak Lilis


__ADS_3

"nyonya..."ujar Fitri, menemui Fina yang sedang duduk santai di bangku taman.


"iya, ada apa Fitri..."ujar nyonya Fina, Fitri pun berjalan kearah majikan nya itu.


"nyonya, saya ingin menanyakan sesuatu kepada nyonya ?"ucap Fitri sambil mendudukkan bokong nya di samping majikan nya.


"kamu ini membicarakan apa Fitri ?"tanya nyonya Fina, sambil membalikkan badannya menghadap ke arah Fitri.


"saya ingin bertanya, apakah benar mulai besok saya sudah tidak bekerja di dapur lagi, dan apa kah benar saya akan bekerja sebagai supir pribadi tuan Ferrer?" tanya Fitri, ia berharap dapat membujuk Fina untuk mencari supir pribadi baru untuk Ferrer.


"oh iya saya lupa mengatakan itu kepada kamu Fitri, janji nya saya ingin mengatakan nya besok sambil memberikan gaji bulanan kamu, hehe ternyata kamu tau lebih awal, apa kah Ferrer yang memberi tahu ?"tanya Nyonya fina lagi.


"iya nyonya, tuan Ferrer yang memberi tahu saya..."jawab Fitri cepat.


"sebenar nya saya dan suami berserta Ferre,telah setuju untuk meletakkan kamu sebagai supir pribadi Ferrer, dan kamu hanya bekerja antar jemput dia ke sekolah dan menemani nya kemana pun dia pergi, dia kan masih belum terlalu sehat, setelah pulang dari rumah sakit, jadi untuk sementara waktu,kamu mau kan jadi supir pribadi nya Ferrer?" tanya Nyonya fina lagi.


"tapi nyonya, bukan nya saya tidak mau, tapi itu terlalu beresiko, lebih baik Nyonya, cari supir yang lain, lagi pula anak nya mbak Lilis yang di kampung mau kok kerja di tempat nyonya, bahkan jadi supir pribadi tuan Ferrer, saya kan cewek nyonya, saya tidak bisa berkelahi, jika terjadi sesuatu terhadap tuan Ferrer, saya bisa apa, menolong, ? bahkan menolong diri saya sendiri pun susah." nyonya Fina pun terlihat berpikir sebentar dan ia pun melirik kearah Fitri sesaat


"kamu benar, kamu cewek, terlalu beresiko, iya sudah nanti biar saya bicara kan lagi dengan suami saya, dan seperti nya anak nya mbak Lilis juga dapat di percaya..."ujar Fina dan Fitri pun menarik nafas lega, akhirnya ia tidak menjadi supir pribadi Ferrer, kalau itu sampai terjadi, etah apa yang terjadi dengan nya, pasti setiap hari di siksa oleh Ferrer.


"syukur lah nyonya, saya senang kalau anak nya mbak Lilis bisa bekerja di sini, jadi nya mbak Lilis bisa berkumpul dengan keluarga nya lagi..."ujar Fitri tersenyum bahagia.


"hmm iya..."


"nyonya, saya izin ke dapur lagi yah, saya mau bantu mbak Lilis cuci piring di dalam..."ucap Fitri dan berdiri hormat kearah majikan nya

__ADS_1


"hmm iya, Fitri..."


Fitri pun berjalan meninggalkan Fina yang masih duduk di bangku taman di depan rumahnya.


"mbak...mbak..."teriak Fitri sambil memasuki pintu dapur.


"ada apa fit ?"tanya Mbak Lilis, panik ia takut terjadi sesuatu, karena tidak biasa nya Fitri berteriak seperti itu.


"ada apa ?" tanya nya lagi.


"mbak, Fitri punya kabar bahagia untuk mbak..."ucap Fitri garing dan tersenyum bahagia.


"kabar bahagia apa nak Fitri, jangan bikin mbak penasaran seperti ini..."ucap mbak Lilis penasaran.


"nyonya Fina punya kerjaan untuk anak mbak Lilis yang ada di kampung itu..."ujar Fitri tersenyum bahagia.


"jadi sopir tuan muda Ferrer..."ucap Fitri langsung.


"maksud nya, supir pribadi?" tanya Mbak Lilis lagi.


"iya, supir pribadi nya tuan Ferrer, dia kan baru pulang dari rumah sakit, pasti tubuh nya masih lemah kan, nyonya Fina sama tuan Agus cemas kalau tuan Ferrer ke sekolah nggak ada yang Nemani, nah maka nya di cariin supir pribadi, dan kata nya memang mencari yang cowok, supaya bisa ikut berantem kalau-kalau tuan muda di keroyok lagi... hehehe" ujar Fitri mengarang.


"waah bagus itu, anak mbak memang jago kalau berantem, nanti mbak hubungi dia biar langsung ke kota."ucap mbak Lilis bahagia.


"ya sudah, hubungi sekarang juga mbak, lebih cepat kan lebih baik..."tambah nya lagi.

__ADS_1


"iya, kamu benar juga, mbak telepon dia sekarang juga yah..."


"iya mbak..."


Mbak Lilis pun langsung menuju keluar dapur untuk menghubungi anak nya yang ada di kampung dan meminta anak nya untuk ke kota karena dia telah di terima bekerja sebagai sopir pribadi Ferrer.


"rasain Lo Ferrer, siapa juga yang mau jadi pembantu Lo, kemana-mana jadi babu Lo, gue sih ogah, jika di suruh-suruh sama bocah tengil kayak Lo, gue kan mau nya kerja sama nyonya Fina saja, yang baik dan tidak pernah marah-marah". batin Fitri tersenyum bahagia, akhirnya ide nya berhasil juga, untuk tidak menjadi supir pribadi Ferrer.


Tak berselang lama mbak Lilis pun masuk ke dalam dapur dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia dan bisa di tebak apa alasan nya.


"bagaimana mbak, anak mbak Lilis setuju kan ?" tanya Fitri langsung dan langsung di jawab anggukan oleh mbak Lilis dan langsung menghampiri Fitri untuk memeluk nya


"iya Fitri, anak mbak setuju, akhirnya mbak bisa tinggal dengan keluarga lengkap mbak lagi..."ujar mbak Lilis dengan air mata yang mengalir di pelupuk mata nya.


"iya mbak, Fitri juga senang kalau mbak senang..." tambah Fitri dengan membalas pelukan mbak Lilis itu.


"kapan anak mbak ke sini ?" tanya Fitri lagi.


"sebentar lagi langsung akan berangkat, palingan malam nanti juga sudah sampai di Jakarta, kan tinggal terbang naik pesawat..." ucap mbak Lilis dengan mimik tangan nya.


"wah bagus lah, aku jadi nggak sabar, pengen ketemu anak mbak yang kata nya tampan itu hehe..."ucap Fitri tersenyum manis.


"haha,kamu pasti langsung jatuh hati kalau ketemu anak mbak, mbak setuju loh kalau kamu jadi menantu mbak, hehe..." tambah mbak Lilis.


"hehe, mbak bisa aja...aku aja belum kenal sama anak mbak, masa langsung kawin hehe..."

__ADS_1


"hahaha iya yah..."mbak Lilis dan Fitri tertawa puas, mereka sangat bahagia dan sangat tidak sabar bertemu dengan anak mbak Lilis yang kata nya tampan itu.


__ADS_2