
Fitri terbangun dan ia pun melirik jam dinding yang terpajang di kamar Ferrer sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, tanpa membangun kan Ferrer terlebih dahulu, Fitri pun langsung berjalan keluar rumah dengan cara mengedap endap, Fitri tak ingin mbak Lilis dan mang yoyo mengetahui apa yang telah ia dan tuan muda mereka lakukan, kalau sampai itu terjadi ntah bagaimana lagi nasib Fitri nanti nya.
setelah sampai di belakang rumah terlihat ada empat deretan kamar yang telah tersedia di rumah mewah itu, namun hanya ada dua kamar yang berpenghuni sedang kan kamar yang satu nya lagi sudah di sulap sebagai gedung penyimpanan barang barang yang tidak terpakai, sedang kan yang satu nya di biar kan kosong begitu saja.
setelah sampai di depan pintu kamar yang berukuran sekita 4*4 meter, Fitri pun langsung bergegas memasuki kamar nya ia yang tidak terkunci itu dan langsung menutup kembali setelah berada di dalam kamar.
__ADS_1
"sebenarnya gue kasihan terhadap Ferrer, tapi bocah itu memang sangat mengemas kan, sehingga gue tak sengaja mengerjai nya, haha pasti dia ketakutan setelah ini karena gue tantang malam tadi, rasain Lo Ferrer, Lo kira Lo aja yang bisa bermain api bikin GeEr gue seperti itu, gue juga bisa menghempaskan Lo ke dasar jurang, Lo hanya anak kecil pemula, berani-berani nya ngomong cinta seperti itu hahaha nggak cocok Ferrer...kalau bukan karena kakek, gue nggak mungkin gue mau sampai menjadi pembantu seperti ini, aaah ini semua karena Lo mas, Lo tega mengkhianati cinta gue dengan berselingkuh seperti itu, gue sayang sama Lo, gue cinta sama Lo, gue salah apa coba sama Lo, gue yang telah membuat Lo sukses seperti ini, tapi Lo malah menyia-nyiakan cinta gue..
dasar cowok tak berperasaan Lo mas, Lo anggap apa cinta gue selama ini mas, gue mati-matian mempertahankan cinta kita, tapi Lo mati-matian membunuh perasaan gue.
setelah Lelah beradu dengan bayangan masa lalu Fitri pun tertidur nyenyak,ia tak ingin mengantuk saat bekerja nanti nya, biar lah masa lalu menjadi sebuah pembelajaran untuk nya mencoba menjadi lebih baik.
__ADS_1
suara ketukan membangun kan Fitri yang masih berbalut selimut tipis nya,ia pun berjalan gontai membuka pintu, terlihat mbak Lilis sudah berada di depan pintu kamar nya tersenyum menyapa Fitri yang sedang mengucek kedua matanya.
"sana mandi, waktu nya kita bertempur di dapur nyonya Fina..."ucap wanita itu dengan senyum manis nya dan di jawab anggukan oleh Fitri dengan membalas senyuman manis mbak Lilis.
"sudah hampir jam 7 sekarang, nanti malah telat bangunin tuan muda, sana cepatan mandi, mbak tunggu di dapur yah..." mbak Lilis memang selalu membangun kan Fitri, sebab itu adalah permintaan Fitri sendiri karena ia memang suka lupa waktu kalau ngebo, karena ia sudah mandi jam 3 tadi, Fitri pun hanya mencuci wajah nya saja, serta berdandan alakadarnya dan berjalan menuju dapur.
__ADS_1
Fitri dan Mbak Lilis memasak makanan untuk sarapan pagi ini, setelah meracik bumbu-bumbu dan menggiling cabe serta menggoreng ayah dan sebagainya, ayam goreng balado pun akhirnya siap untuk di lahap, Fitri pun menata di atas meja makan yang berada di dapur tersebut.