PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
44. Dinner yang terpaksa


__ADS_3

Fitri membuka paper bag yang di berikan oleh Ferrer, ternyata di dalam nya sudah ada dress selutut berwarna merah muda, sepatu heels dan beberapa alat kosmetik lain nya.


"ternyata dia tau juga kosmetik favorit ku "ujar Fitri tersenyum senang, sebab kosmetik nya di rumah memang sudah habis dan ia belum sempat ke minimarket untuk membeli nya.


Setelah beberapa menit selesai mengganti pakaian dan berdandan dengan rapi, Fitri pun keluar dari mobil Ferrer dan langsung memasuki restoran yang di masuki oleh Ferrer tadi.


Fitri celingak-celinguk mencari keberadaan Ferrer di dalam restoran, sebab resto ini sangat ramai dikunjungi malam ini, apa lagi ini adalah malam Minggu.


setelah sekian detik mencari akhirnya ia menemukan kebenaran Ferrer yang sedang sangat asyik memainkan handphone nya di depan meja pesanan nya, hingga tanpa membuang waktu Fitri pun langsung saja menghampiri lelaki itu dan berdiri mematung pas di hadapan lelaki yang sedang sibuk itu, Ferrer pun melirik kearah Fitri yang sudah berdiri di depan nya, Ferrer sangat kaget sekaligus kagum melihat Fitri yang sudah berdiri dengan pakaian yang ia berikan, Fitri sangat cantik dengan makeup sederhana nya, hingga Ferrer tidak bisa menahan gejolak jiwa nya yang sangat mengagumi kecantikan pembantu nya itu, meski usia wanita itu sangat jauh dari usia nya.


Fitri langsung saja mendudukkan bokong nya tanpa mengindahkan tatapan Ferrer yang menatap aneh kearah nya.


"ehm ehmm" Ferrer berusaha mengatur ulang jiwa nya, supaya kembali ke mode ketus dan tak bersahabat lagi, namun seketika ia terbelalak dan menertawakan diri nya sendiri kala ia berusaha untuk kembali berakting.


"Lo kenapa ? gila yah ?" ujar Fitri yang menatap aneh kearah Ferrer yang tertawa terbahak-bahak seperti itu.


"hahaha, gue nggak nyangka aja, ternyata pembantu seperti Lo berwajah princess juga yah..." puji Ferrer seketika, tapi Fitri bukan nya tersanjung ia malah merasa terhina dan terendah kan oleh Ferrer.


"ouh ya, Lo mau pesan apa ?" sambung Ferrer lagi sambil memberikan buku menu pada Fitri.

__ADS_1


"sama kan saja..." jawab Fitri enteng, ia sangat malas membuka menu makanan, sebab dia memang orang yang tidak pilih-pilih makanan, kecuali kopi, dia memang tidak suka minum kopi atau makanan yang pahit.


"lo mau apa pilih saja, ntar gue yang bayar kok ! lagian gue mau pesan kopi, Lo nggak suka kopi kan ?" Fitri kembali mendengus mendengar perkataan Ferrer, dan ia juga lupa lelaki itu kan doyan kopi.


"hmm seterah ! yang penting tidak pahit-pahit, gue nggak suka makanan atau minuman yang pahit." jelas Fitri, hingga Ferrer pun memanggil pelayan untuk segera memesan makanan.


"tunggu sebentar yah mas." ucap pelayan itu setelah mencatat pesanan Ferrer.


namun Fitri hanya tercengang sebab Ferrer memesan begitu banyak makanan saat ini.


"siapa yang mau menghabisi nya ? " batin Fitri.


memang Fitri belum sempat makan saat di bawa oleh Ferrer tadi dan ia juga sempat bersorak senang saat Ferrer membawa nya ke resto, namun tiba-tiba nafsu makan nya seketika hilang karena kengerian melihat ada banyak makanan di depan nya ini.


"Habiskan !" lirih Ferrer menatap fitri yang sedang memandang menu makanan di hadapan nya, sedang kan Fitri hanya terdiam, dia sedang memikirkan makanan mana yang akan dia makan terlebih dahulu.


"Lo tidak tuli kan ! kalau iya apa perlu gue temani kedokteran THT ?" tanya Ferrer seketika, hingga membuat Fitri tersentak dan memandang kearah Ferrer.


"Lo makan ini semua ! gue tau Lo pasti belum makan kan dari tadi ! jadi jangan coba-coba protes ?" terang Ferrer lagi, Ferrer ingin sekali mencubit wajah lucu Fitri yang ternganga seperti itu, ia sangat gemas melihat ekspresi Fitri, bukan nya malah memakan makanan yang ada di hadapannya, namun fitri hanya memandang saja dengan ekspresi anak kecil yang di berikan es krim oleh orang tua nya.

__ADS_1


Tak menunggu lama, karena Fitri memang sudah sangat lapar dan sudah lama tak menikmati makanan enak, jadi Fitri langsung saja melahap makanan di depan nya ini, tanpa mempedulikan Ferrer yang masih duduk di depan nya.


''emm enak..." lirih Fitri tersenyum senang sambil menikmati seafood yang di pesan kan oleh Ferrer, Ferrer tersenyum puas melihat Fitri yang sangat menikmati makanan yang ia pesan tersebut, sedang kan Ferrer hanya memilih menikmati kopi pahit kesukaan nya saja.


"enak yah ?" tanya Ferrer, hingga membuat Fitri mengangguk cepat dan Ferrer pun tersenyum kearah nya, meski Fitri tidak melihat senyuman yang terukir di bibir pria itu, ia sangat asyik menikmati makanan yang berada di depan nya ini.


"habis kan semua nya, jangan ada yang tersisa atau mubazir." tutur Ferrer, Fitri tidak mengindahkan ucapan Ferrer, sebab dia memang sangat kelaparan saat ini, dia memang belum mengkonsumsi makanan apapun hari ini.


"pelan-pelan saja, tidak ada yang akan merebut makanan Lo..." ujar Ferrer saat melihat Fitri makan dengan rakus nya.


"ini minum ! nanti keselek loh !" Ferrer pun menyodorkan segelas air kepada Fitri dan langsung di teguk habis oleh wanita itu.


Tak berselang beberapa menit, semua piring-piring pun kosong dan berpindah semua ke dalam perut Fitri, Ferrer sangat takjub melihat Fitri memakan makanan yang ia pesan tanpa tersisa sedikit pun.


"kayak orang kesurupan aja Lo makan ? mau tambah lagi ?" tanya Ferrer, namun Fitri langsung menggeleng kepala nya kearah Ferrer, sebab perut nya sudah sangat kenyang saat ini.


"haaah, gue kenyang banget...thank yah..." ucap Fitri tersenyum senang sedang kan Ferrer sangat bersyukur sebab sudah membuat dinner pertama mereka berhasil, meski secara kekerasan.


"gue senang kalau Lo suka makanan itu, nanti kapan-kapan gue bakal ajak Lo lagi makan di sini yah ?" ujar Ferrer, hingga membuat Fitri terbelalak.

__ADS_1


__ADS_2