
Mendengar teriakkan Fitri, tentu saja membuat kaget seisi rumah itu, apa lagi orang tua Ferrer yang sedang menikmati makanan di meja makan mereka.
"ada apa pa.. ?" ujar Fina sambil melirik kearah suami nya kaget.
"ayo kita periksa, mungkin terjadi sesuatu..." sambung Agus yang tak kalah kaget nya seperti istri nya.
Namun Andre yang masih berada di antara anak tangga melerai kepergian majikan nya yang ingin memeriksa keatas.
"tuan, nyonya...tidak terjadi apa-apa kok, Andre habis dari atas untuk memanggil tuan muda di kamar nya, di sana hanya ada tikus saja, lagi pula saat ini tuan muda sedang mengusir nya..." ucap Andre mencoba membujuk kedua orang tua Ferrer.
"masa sih, di rumah kita sudah ada tikus ? perasaan setiap minggunya kita semprot alat pembasmi tikus..." jawab Fina tak percaya.
"ta-tapi benar kok nyonya, Andre lihat tuan muda dan fitri sedang mengusir tikus saat ini..." tambah Andre lagi, entah mengapa Andre ingin sekali menyelamatkan Fitri dan Ferrer saat ini, supaya mereka tidak tertangkap basah dengan majikan nya.
__ADS_1
"tapi kenapa Fitri sampai berteriak histeris seperti itu?" ucap Fina tak percaya, namun tak berselang lama Fitri pun turun dengan wajah pucat pasih sambil menunduk kan kepala nya kebawah, ia sangat syok saat ini.
"Fitri, apa yang terjadi ? apa benar di kamar Ferrer banyak tikus ? " tanya Fina seketika melihat Fitri yang menapaki anak tangga satu persatu.
Fitri masih sok atas apa yang ia lihat di kamar Ferrer barusan, hingga ia diam tanpa menjawab pertanyaan majikan nya itu.
"Fitri, apa yang terjadi ?" desak ayah Ferrer lagi hingga Fitri tersentak kaget dan melihat sejurus, sudah ada dua majikan nya dan Andre yang berdiri di ujung tangan bawah dan sudah berhadapan dengan nya saat ini.
"a-ada apa Nyonya ? ada apa tuan ? kenapa kalian berkumpul di sini ?" bukan nya menjawab, Fitri malah balik bertanya, karena ia memang tidak fokus, hingga ia tidak mendengar pertanyaan majikan nya yang sangat khawatir terhadap mereka.
"aah, ti-tidak terjadi apapun kok Nyonya..." jawab Fitri dan terlihat Agus ayah nya Ferrer bernafas lega, namun berbeda dengan mama nya yang belum puas dengan jawaban Fitri.
"terus kenapa kamu berteriak ?" tanya Fina lagi hingga membuat Fitri melirik ke arah Andre yang terdiam sambil menunduk kan kepala.
__ADS_1
"i-itu Nyonya..." Fitri menjadi gelagapan, masa iya dia harus mengatakan kalau dia berteriak karena handuk Ferrer yang melorot.
"a-andre... a-aku..." Fitri tak tahu apa yang harus ia lakukan, ia pun berharap semoga Andre bisa membantu nya lari dari pertanyaan majikan nya itu, sebab hanya Andre yang melihat apa yang terjadi di kamar Ferrer.
"apa tikus-tikus itu gangguin kamu Fitri, hingga kamu berteriak seperti itu ?" sela Andre, ia sangat peka apa yang di rasakan oleh Fitri saat ini, Andre pun berusaha untuk membantu Fitri sebisa mungkin, meski pun hati nya seperti ada duri yang menghunus saat ini, begitu sakit dan perih.
"aah ti-tikus ?" ujar Fitri terbelalak hingga ia menatap sejurus kearah Andre yang sedang mengangguk.
"aah i-iya Nyonya, i-iya tuan, di kamar tuan Ferrer ada tikus, sa-saya jijik, maka nya saya berteriak.." jawab Fitri hingga terlihat Andre menarik nafas lega nya.
"ouh gitu yah, kirain ada apa... hm iya sudah kamu lanjut lagi pekerjaan kamu di dapur, biar mbak Lilis yang menghidangkan makanan untuk Ferrer..." ucap Fina lagi.
"ba-baik Nyonya.."
__ADS_1
dengan langkah seribu Fitri sudah sampai di dalam dapur, Fitri menarik nafas panjang, ia tak menyangka nyawa nya tersisa sedikit pagi ini.