
Malam ini nyonya Fina dan tuan Agus sudah berangkat ke Surabaya, Ferrer terlihat murung karena ia juga memaksa ingin ikut dari tadi namun orang tua nya enggan untuk membawa nya, mereka takut jika Ferrer ikut bersama mereka, bisa-bisa Ferrer tidak mau kembali ke kota lagi.
"hay, mau saya temani !" ujar Fitri yang merasa iba melihat Ferrer yang duduk melamun di perkarangan rumah, tidak ada jawaban dari Ferrer hingga Fitri berusaha untuk mencair kan suasana.
__ADS_1
"saya mempunyai seorang adik yang seumuran dengan anda, adik saya juga laki-laki tuan,"ujar Fitri hingga membuat Ferrer melirik kearah nya, Fitri tersenyum bahagia ternyata Ferrer terlihat tertarik dengan cerita nya.
"adik saya seorang laki-laki seumuran dengan tuan, tapi dia sudah tidak bersekolah lagi dan sekarang sudah menjadi pengangguran, dia korban dari pergaulan bebas, dia tidak bisa menempatkan diri saat menempati masa remaja, sehingga adik saya terjerat kasus narkoba dan dia di keluar kan dari sekolah nya." lirih Fitri sambil menatap langit malam yang sudah sangat gelap dengan di hiasi sebuah bulan dan ribuan bintang.
__ADS_1
"orang tua saya telah berpisah sejak saya dan adik-adik saya masih kecil, awal nya saya mengira perceraian mereka hanya memisahkan ibu dan ayah saya saja, namun setelah saya sudah menempati masa remaja,saat itu saya paham, bukan hanya orang tua saya saja yang di pisah kan, bahkan kami anak-anak juga ikut berpisah dari perpisahan orang tua kami itu, kami hidup menderita dengan kondisi broken home, ibu saya pun memilih menikah lagi, begitu pula dengan ayah saya, mereka hidup dengan kebahagiaan masing-masing, hingga kami yang selaku anak-anak mereka, menjadi korban atas keegoisan mereka, saya memiliki dua orang saudara tuan, adik pertama saya seumuran dengan tuan, dia sedang mendapat kan hukuman di rumah tahanan khusus untuk anak di bawah umur, atas kasus penyalahgunaan narkoba, sedang kan Adik kedua saya, seorang perempuan yang sedang duduk di bangku sekolah menengah pertama, dan tinggal bersama bibi saya, keluarga dari ibu saya,.
"tuan, apa anda mau kopi,saya buat kan ?"tanya Fitri seketika ia tak ingin terlihat lemah di hadapan anak majikan nya ini jika air mata nya mengalir saat bercerita,
__ADS_1
" kata mbak Lilis tuan muda Ferrer sangat menyukai kopi, apa tuan mau saya buat kan?" ujar Fitri lagi.
"hmm boleh,"jawab Ferrer sambil tersenyum manis kearah Fitri, Ferrer merasa kasihan terhadap Fitri setelah Fitri menceritakan kisah hidup nya, entah mengapa Ferrer merasa prihatin terhadap nya, ingin sekali rasanya dia membantu Fitri saat ini.
__ADS_1