PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
43. Di paksa


__ADS_3

Malam itu Ferrer langsung menuju kamar Fitri di belakang rumah nya, terlihat Fitri masih acak-acakan sambil membaca novel favorit nya.


"hei, bukan kah gue minta Lo dandan yang cantik tadi ?" ujar Ferrer berteriak di depan pintu kamar, saat melihat Fitri terbaring dengan pakaian yang masih sama ia kenakan bekerja tadi.


Fitri pun melirik sekilas dan kembali fokus pada novel di tangan nya.


"Lo tuli yah ?" ujar Ferrer geram, karena tak di pedulikan oleh Fitri.


Fitri pun mengangkat kepalanya dan menatap tajam kearah Ferrer yang sedang kesal terhadap nya.


"siapa Lo ngatur-ngatur gue..." ujar nya sinis


"gue majika Lo yah ! jaga ucapan Lo.." ucap Ferrer tak terima, hingga membuat Fitri tersenyum lirih kearah Ferrer.


"Lo !" tunjuk Fitri dengan tatapan tajam.


"lelaki seperti Lo, majikan gue...hahaha..." Fitri tertawa meledek Ferrer hingga Ferrer geram terhadap nya.

__ADS_1


"gue kerja sebagai pembantu bro, bukan buat jagain bocah ingusan kayak Lo..." tunjuk Fitri lagi hingga Ferrer mendekat kearah nya.


"Lo ikut gue..." Ferrer menarik kasar tangan Fitri hingga wanita itu memberontak seketika.


"maksud Lo apa maksa gue seperti itu hah..." hardik Fitri sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Ferrer di tangan nya.


"lepas kan !" Fitri berusaha melepaskan diri, namun Ferrer malah menarik nya hingga terpaksa Fitri harus mengikuti langkah kaki lelaki itu.


"tuan, mau dibawa kemana Fitri tuan ?" tanya Mbak Lilis yang sudah berdiri di depan kamar nya saat melihat Ferrer menarik tangan Fitri menuju mobil nya.


"tuan, maksud anda apa kasar seperti itu terhadap wanita !" Andre melerai dan berdiri pasang badan untuk membantu Fitri.


"minggir..." teriak Ferrer hingga memasukan paksa Fitri kedalam mobil nya di kursi belakang.


Ferrer pun berlari kearah kemudi, meski pun mbak Lilis,mang yoyo dan Andre berusaha untuk mencegah nya, sebab Fitri yang memberontak karena di paksa kan oleh Ferrer.


"lepasin gue... maksud Lo apa paksa-paksa gue seperti itu hah !" ujar Fitri menatap kesal.

__ADS_1


"Lo bisa diam tidak, atau gue nggak akan segan-segan melakukan hal yang lebih kasar dari ini pada Lo..." ucap Ferrer dengan ekspresi muka merah padam, sebab Fitri yang menolak ajakan nya itu.


Mobil melaju dengan kecepatan penuh meninggalkan rumah mewah keluarga Fina dan Agus, namun seketika mobil itu pun menepi di jalan raya, hingga membuat Fitri merasa aneh terhadap Ferrer.


"pindah ke depan ! gue bukan supir Lo !" ujar Ferrer seketika saat mobil nya berhenti, namun Fitri hanya diam dan menatap lelaki itu dengan tatapan jengkel.


"Lo nggak tuli kan !" gertak Ferrer lagi dengan memutar kepalanya kearah Fitri yang masih diam mematung.


karena tak ingin berdebat lagi, Fitri pun terpaksa turun dan mengikuti keinginan Ferrer untuk pindah ke kursi depan dan duduk berdampingan bersama nya.


dan bisa di bayangkan, mereka berdua hanya diam sepanjang jalan, mereka membisu, tidak ada percakapan apapun antara mereka,bahkan mereka berdua sama-sama enggan untuk memulai percakapan apapun.


selang beberapa menit, akhirnya mobil yang di kendarai Ferrer berhenti, Ferrer langsung saja berlenggak lenggok memasuki sebuah butik ternama di kota itu dan beberapa menit kemudian Ferrer kembali menuju mobil nya dengan membawa sebuah paper bag di tangan nya.


"ganti baju Lo ! gue nggak mau orang-orang malah mengira gue menemukan gembel di jalanan..." ujar Ferrer memberikan paper bag itu kepada Fitri dengan di ulur kan di jendela kaca mobil.


"gue tunggu Lo di cafe sana ! " tunjuk Ferrer. "kalau selesai Lo langsung ikuti gue kesana..." Ferrer langsung saja meninggalkan Fitri pergi setelah itu, hingga membuat Fitri semakin dongkol terhadap nya.

__ADS_1


"dasar bocah nggak ada akhlak... menyebalkan..." geram Fitri menatap kepergian Ferrer, sedang kan Ferrer tersenyum puas, ia tak menyangka akting nya bersikap dingin dan kejam membuat Fitri terdiam seperti itu.


"hahaha, nggak nyangka gue udah jadi mafia saat ini...hahaha" lirih Ferrer saat memasuki restoran.


__ADS_2