
"sejak kapan anda menyukai saya tuan ?"tanya Fitri sambil melirik kearah Ferrer yang tersenyum simpul.
"entah sejak kapan yah, semenjak Lo cerita kehidupan Lo barusan agak nya, hehehe..." ucap Ferrer sedang kan Fitri hanya menggeleng kepala nya tak paham.
"itu nama nya anda kasihan bukan cinta, lagian saya tidak suka di kasihani tuan,"ucap Fitri tersenyum getir,
"tapi gue peduli sama Lo..."ujar Ferrer serius.
"haha, anda tau apa dengan peduli tuan, hidup saya sudah sangat berat, jangan bikin saya tambah frustasi dengan sikap anda yang mendadak dewasa seperti itu..."ujar Fitri lagi.
"gue suka sama Lo..."ujar Ferrer lagi.
__ADS_1
"maaf kan saya tuan, saya tak suka dengan anak bau kencur seperti anda ..."ujar Fitri langsung dengan menatap tajam kearah Ferrer dia memang tidak suka di bercandai seperti ini oleh anak seperti Ferrer, Ferrer bukan lah lelaki idaman nya, lagipula ia belum sepenuhnya melupakan mantan suami nya.
"gue akan berusaha mendapatkan Lo kak Fitri..."ucap Ferrer lagi.
"lakukan lah ? berusaha lah ? saya tidak peduli, karena saya sudah tidak ingin kembali ke masa cinta monyet tuan..." hardik Fitri, ia tidak pernah takut dengan Ferrer, bahkan ia pernah berurusan dengan orang besar di kota nya yang lebih kaya berkali-kali lipat dari keluarga Ferrer.
"jangan berharap tuan, saya takut anda akan menyesal setelah mengetahui siapa saya sebenarnya..."tambah Fitri lagi, atas ucapan Fitri barusan membuat anak lelaki yang masih labil ini semakin tertantang untuk memiliki nya.
"saya bukan wanita yang seperti anda pikirkan..."ujar Fitri tersenyum sinis.
"siapa Lo sebenarnya, kenapa Lo nggak seperti pembantu yang lain nya, yang selalu patuh terhadap majikan, Lo malah dengan belagunya ingin membeli mulut gue..?"tanya Ferrer seketika, ia merasa Fitri adalah wanita yang menantang.
__ADS_1
"saya hanya wanita kampung, yang merantau ke kota untuk menyambung hidup, hingga saya bertemu dengan anda, lelaki yang sangat resek dan ingin sekali saya pukuli terus-menerus, namun semakin kesini saya jadi kasihan terhadap anda, haha...?"ujar Fitri lagi.
"gue nggak butuh di kasihani..."sinis Ferrer.
"tapi saya kasihan terhadap anda, anda seorang lelaki, kenapa bisa tidur sendirian pun ketakutan..."ledek Fitri.
"hmm, ya sudah kalau Lo nggak mau nemenin gue, gue nggak butuh bantuan Lo.." ujar Ferrer,ia sangat kesal dengan sikap Fitri saat ini.
"aaah, sudah lah tuan saya mengantuk, saya mau tidur dulu, saya harap anda tidak macam-macam terhadap saya, kalau saya bangun tanpa busana , anda akan lihat akibat nya" Fitri pun membaringkan tubuhnya,di samping Ferrer, sebenarnya Ferrer masih canggung karena ia baru pertama kali tidur bersama seorang wanita, apa lagi wanita dewasa seperti Fitri, Ferrer pun membaringkan tubuhnya di samping Fitri hingga ia merasa aroma tubuh Fitri yang sangat khas hingga ia mendekat kan tubuh nya kearah Fitri, ia ingin mencium bibir mungil Fitri, ia merasa candu menyantap bibir merona itu, ia pun berusaha mendekat hingga hidung keduanya beradu, Ferrer sangat ketakutan tapi ia memang sangat menginginkan Fitri malam ini.
"sudah, jangan mendekati saya seperti itu tuan, nanti saya takut saya yang akan menerkam anda..."Fitri pun tersenyum setelah menakuti Ferrer yang sudah membuang muka dari arah nya, hingga Fitri mendekat dan memeluk erat tubuh Ferrer.
__ADS_1
"apa yang Lo lakukan..."ucap Ferrer dengan dada naik turun.
"sudah lah tuan anggap saja ini bonus..."