PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
41. Perceraian Agus


__ADS_3

...FLASH BACK...


Seorang wanita cantik yang menangis tersedu-sedu di depan sebuah foto seorang wanita tua yang sangat ia cintai.


"ibu, kenapa secepat ini ibu meninggal kan maira, maira sangat mencintai ibu, maira sangat menyayangi ibu, kenapa ibu meninggal kan maira... hiks hiks hiks " air mata mengalir deras di pelupuk mata wanita cantik itu.


"ibu...hiks hiks hiks"


"sudah lah...., dia juga sudah mati, untuk apa terus-menerus kau tangisi maira...!" ujar seorang pria yang seketika sudah berdiri di depan wanita cantik bernama maira.


"apa maksud mu Agus ?" jawab seorang wanita yang bernama maira.

__ADS_1


"dia ibu ku, wanita yang melahirkan dan membesarkan kan aku, apa maksud mu berkata seperti itu ?" hardik wanita itu lagi.


"sudah lah maira, aku capek menghadapi wanita cengeng seperti mu ! aku ingin kita pisah saja maira, toh ibu mu juga sudah meninggal..." ujar Agus lantang.


"maksud kamu apa ? kamu bercanda kan Agus ?" maira menatap dalam mata lelaki itu.


"haha, apa kamu lupa maira, aku sama sekali tidak pernah mencintai kamu, aku terpaksa menikah dengan mu, hanya karena kasihan terhadap ibu mu yang sakit-sakitan itu, dan sekarang dia pun sudah meninggal, untuk apa lagi aku harus mempertahankan pernikahan bohongan seperti ini !" ujar lelaki itu menatap lekat kearah maira, sedang kan maira hanya menangis tersedu-sedu, mendengar ucapan yang keluar dari mulut suami nya, ia tak menyangka ternyata Agus tidak benar-benar menginginkan nya menjadi seorang istri kala itu.


"itu karena aku di paksa ! dan aku juga butuh modal untuk menikah dengan kekasih ku Fina, dan sekarang aku sudah punya banyak uang, aku sudah kaya raya, aku sudah bermodal, aku tidak membutuhkan mu lagi maira..." jelas lelaki yang bernama Agus lagi.


"haaah" maira tersentak kaget, ternyata Agus menikahi nya, hanya untuk merenggut kekayaan nya saja.

__ADS_1


"maksud kamu apa Agus ? 10 tahun bukan waktu yang sedikit, bahkan Ferrer anak kita pun sudah mau beranjak remaja ! tidak bisa kah kamu belajar mencintai ku Agus ? seperti aku mencintaimu...? " tutur maira lagi, sambil memandang bocah lelaki kecil yang bersandar di pintu kamar nya.


"hah, bagaimana mungkin aku bisa mencintai wanita seperti mu maira, gara-gara kamu, aku kehilangan Fina selama bertahun-tahun, dan sekarang aku sudah menemukan nya lagi, aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu lagi..." tambah Agus, sambil menatap tajam mata maira.


"aku tidak pernah mencintai kamu maira! hati ku hanya untuk Fina, kekasih ku ! aku cepek terus berpura-pura menjadi suami yang baik untuk mu, aku ingin kita berpisah, apa pun alasannya aku akan mengurus perceraian kita sekarang juga !" Agus pun pergi meninggalkan seorang wanita yang bernama maira menangis tersedu-sedu dengan sebuah bingkai foto ibu nya di tangan nya.


"ma-ma..." anak lelaki itu pun berjalan memeluk tubuh mama nya yang terduduk di lantai depan kamar nya.


"maaf kan mama nak, maaf kan mama..." maira mencium wajah anak nya yang ikut menangis bersama nya.


Entah apa yang di pikirkan wanita itu, setelah perceraian nya dengan Agus , maira pun menghilang bagai di telan bumi, ia tak bisa mempertahankan hak asuh Ferrer, dia terpaksa meninggalkan Ferrer hidup bersama Agus dan wanita gelap nya, yang bernama Fina.

__ADS_1


...FLASH BACK ON...


__ADS_2