
TOK TOK TOK
"masuk !"
Seorang wanita cantik berlenggak lenggok memasuki sebuah kamar di hotel berbintang di kota metropolitan, melihat siapa yang datang membuat seorang pria di dalam nya tersenyum senang.
Wanita cantik itu tak lain adalah Monica, ayam sekolah di SMA ternama di kota metropolitan.
Setelah Monica masuk, Monica bisa melihat pelanggan selanjutnya yang akan dia layani di dalam kamar itu, seorang lelaki yang berusia sekitar 40han, dengan kemeja hitam nya dan di padu-padankan dengan kacamata hitam nya.
"hallo saya Agus..." sapa lelaki itu memandang Monica, namun Monica yang kikuk karena memikirkan sesuatu langsung tersenyum kearah lelaki itu.
"kayak nya dari semua barang milik mami Luna, hanya kamu yang paling bagus..." puji Agus sambil membenarkan kacamata nya dan menatap lekat kearah Monica yang masih terdiam mematung.
"om, aku boleh ke toilet terlebih dulu?" ujar Monica sebab, ia seperti tak asing dengan wajah pak Agus.
"iya, silahkan !" Agus pun mengizinkan Monica untuk ke toilet.
Setelah sampai di toilet, Monica pun menghidupkan keran di wastafel, ia berada di pinggiran wastafel sambil memandang wajah cantik nya di kaca besar di dalam toilet tersebut.
"lelaki itu ! seperti nya aku pernah melihat nya, tapi dimana yah ?" Monica mencoba mengingat sesuatu dengan memejamkan kedua matanya, hingga seketika ia terbelalak dengan mulut yang menganga lebar karena ia sudah mengingat nya.
"bokap nya Ferrer!" ujar Monica tersentak kaget.
...FLASH BACK...
"Ini keluarga lu fer ?" tanya teman sekelas Ferrer saat mereka mengadakan kerja kelompok di rumah Lelaki itu.
__ADS_1
"iya ini keluarga gue.."mereka memandang sebuah foto besar di ruang tamu tersebut.
terlihat ada tiga orang anggota keluarga yang tersenyum bahagia di dalam nya.
"Bokap Lo ganteng yah !" ujar teman sekelas Ferrer.
"iya, nyokap nya juga cantik !" timpa teman cowok yang lain.
"gaya nya rapi amat untuk usia bapak-bapak, terlihat maskulin." ujar yang lain.
"iya, papa memang selalu jaga penampilan, kan setiap hari nya harus ketemu client penting." jawab Ferrer.
"Lo mirip banget sama bokap Lo fer !" tutur yang lain dan terlihat Ferrer hanya terdiam tanpa menanggapi.
"dan nyokap Lo juga kelihatan beribawa dan terlihat mahal." ujar teman yang lain lagi.
..."TN.AGUS DAN NY.FINA"...
Setelah itu baru mbak Lilis dan Fitri masuk ke rumah itu hingga mereka langsung memulai kerja kelompok.
...FLASH BACK ON...
"nama kamu Monica kan ?" tanya Agus setelah Monica duduk di hadapan nya.
"iya om." jawab Monica tersenyum manis.
"masih sekolah ? kelas berapa ?" tanya Agus lagi.
__ADS_1
"kelas XI om." jawab Monica langsung.
"ouh, kelas 11 yah ! berarti kamu seumuran dengan anak om !" tutur Agus lagi.
"memang seumuran kok, bahkan kami satu sekolah dan satu kelas, apalagi lagi ! Ferrer itu mantan ku om.". lirih batin Monica.
Monica hanya diam, ia sangat canggung, bagaimana mungkin dia harus melayani ayah dari mantan nya itu, apa lagi mereka satu kelas, namun Agus seperti nya tidak mengenal Monica dan memang merasa tidak pernah ketemu sebelum nya.
"sudah makan ?" tanya Agus sambil meletakkan ponsel nya di meja kecil sebelah ranjang.
"hm, sudah om." jawab Monica berbohong, sebenarnya Monica belum mengkonsumsi apapun sepulang sekolah tadi.
"kalau belum kita makan terlebih dahulu yah ! saya nggak mau kamu kehabisan tenaga nanti nya." tutur Agus menggoda.
"bukan kah nyokap Ferrer sangat cantik yah ! kenapa bokap Ferrer lebih suka jajan di luar juga ?". batin Monica.
Akhirnya Monica mengangguk dan memang ia sangat lapar saat ini, sehingga Agus pun menghubungi pihak hotel untuk di kirim kan makanan.
Mereka menunggu makanan datang saat ini, karena Monica tidak banyak bicara di hadapan Agus, Agus pun berusaha mencair kan suasana diantara mereka.
"kamu cantik !" lirih Agus tersenyum manis.
"tapi sayang, kamu masih terlalu minim pengalaman, kamu seharusnya harus bersikap mahal supaya menyeimbangkan dengan kecantikan mu, supaya tidak di manfaatkan oleh pria rendahan." tutur Agus.
Monica pun mengangguk dia memang sering mendapatkan pelanggan yang receh, seperti teman di sekolah nya atau lelaki miskin yang mampu membayar 200san.
"tuh kan, kelihatan berwibawa dan mahal." tutur Agus tersenyum kearah Monica.
__ADS_1