PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
20. Di hadang


__ADS_3

Ferrer sedang mengendarai motor nya saat ini, namun ia tiba-tiba di hadang sebuah mobil hitam di depan nya, terpaksa Ferrer menghentikan motor nya dan melirik siapa yang kurang ajar memotong jalan nya seperti itu, seketika keluar lah empat orang pria dewasa bertubuh kekar dari dalam mobil tersebut dengan ekspresi sangar berdiri di hadapan Ferrer.


"siapa kalian ?"tanya Ferrer sambil turun dari motor nya tersebut, tidak ada jawaban dari mereka.


"apa kamu anak yang bernama Ferrer?"tanya salah satu dari mereka dengan tubuh banyak terdapat tato.


"iya saya Ferrer, ada apa kalian mencari saya ?"ucap Ferrer, namun mereka tidak menjawab apapun dan hanya melirik satu sama lain, Ferrer sangat kebingungan, ia seperti nya tidak berbuat salah terhadap mereka, kenapa mereka menghadang nya.


"habisi dia..."ucap seorang pria.


"baik bos..."

__ADS_1


tiga orang pria pun berlari kearah Ferrer, Ferrer tidak tinggal diam dia pun Pasan basah di hadapan mereka, hingga mereka mulai menyerang nya dengan pukulan bertubi-tubi, dan Ferrer pun membalas apa yang mereka lakukan terhadap nya, dia adalah anak kampung yang pernah mengikuti pencak silat, meski begitu ia tetap kalah saing dengan preman senior seperti mereka yang menghadang nya,apa lagi segi orang mereka memang lebih banyak,


Ferrer pun di berikan beberapa hantaman bogel mental di tubuh nya, ia tidak bisa mengelak dari pukulan mereka, hingga membuat darah segar mengalir di sela bibir dan hidung nya,perut nya juga kiat kali di hantam oleh mereka dan di pukul sesadis mungkin.


beruntung nya mereka menghadang Ferrer di jalan besar dan dalam waktu pulang sekolah, sehingga ada begitu banyak anak sekolah yang baru pulang saat itu, beberapa anak sekolah yang mengenakan seragam seperti Ferrer berlari kearah Ferrer untuk membantu Ferrer yang bertubi-tubi mendapatkan pukulan,


terlihat ada begitu banyak motor yang berhamburan kearah Ferrer, dan mereka pun turun dari motor tersebut dan berlari membantu Ferrer, preman yang melihat itu tak kalah diam, mereka pun saling lirik dan langsung pergi meninggalkan Ferrer yang sudah luka lebam di sekujur tubuh nya, mereka tak ingin berurusan dengan anak-anak yang lain, setidaknya mereka bisa membuat Ferrer beberapa hari tidak sekolah.


"ayo kita bawa Ferrer ke rumah sakit ?"ujar salah seorang teman nya.


"iya..." teman-teman Ferrer pun langsung membawa Ferrer ke rumah sakit saat itu juga.

__ADS_1


****


"Fitri, sudah selesai masakan nya ?"tanya Mbak Lilis di dapur.


"sudah mbak, Fitri hidangkan yah, kan sebentar lagi tuan Ferrer pulang, bisa langsung makan siang..."ujar Fitri, meski ia sangat kesal dengan perbuatan Ferrer pagi tadi, namun ia berusaha berlaku baik, karena ia tak ingin terkesan buruk di hadapan majikan nya.


"ya sudah langsung di hidangkan saja yah..."ucap mbak Lilis.


"baik mbak..." Fitri pun langsung menata makanan di atas meja hingga ia melirik nyonya Fina ia sedang menerima telepon.


"baik saya akan ke rumah sakit sekarang juga..."ucap nyonya Fina lalu berjalan meninggalkan rumah tanpa berbicara sepatah kata apa pun.

__ADS_1


"siapa yang sakit ?"tanya Fitri sambil terus menata makanan.


__ADS_2