
Malam ini terpaksa Ferrer harus menginap di rumah sakit, mbak Lilis dan mang yoyo sudah pulang sedari tadi, karena mereka yang akan berjaga di rumah, sedang kan tuan Agus, etah pergi kemana, kata nya beliau ada urusan mendadak,
di rumah sakit hanya tinggal nyonya Fina dan Fitri yang akan menemani Ferrer, sebenarnya Fitri mau pulang bersama Mbak Lilis dan mang yoyo,namun nyonya Fina memaksa menemani nya di rumah sakit.
"woi...mama gue kemana ...?"tanya Ferrer sambil melirik kearah Fitri yang sedang asyik memainkan handphone nya.
"kata nya, nyonya sedang keluar cari angin..."jawab Fitri sambil terus berkutik dengan handphone nya, terlihat Fitri sedang berbalas pesan dengan Seseorang hingga senyum nya pun kiat kali terukir saat membaca pesan masuk tersebut.
"Lo dengar gue ngomong nggak, orang ngomong itu di dengar dan di perhatiin kenapa Lo malah sibuk sendiri sih,..."sewot Ferrer, ia tak suka di cuekin oleh Fitri.
"maaf tuan, sedari tadi rasa nya saya tidak pernah sekalipun mendiami anda, apa pun pertanyaan anda saya selalu menjawab terus, rasa nya..."lirik Fitri sekilas lalu kembali lagi ke handphone nya.
"cihhh,rese Lo..."ucap Ferrer sambil membuang muka.
"hmm, aneh..."lirih Fitri.
"apa Lo bilang?"ujar Ferrer yang sekilas mendengar ucapan Fitri.
"saya tidak ngomong apa-apa tuan..."bohong Fitri, ia tak ingin berdebat lagi dengan Ferrer.
"gue nggak tuli yah, gue denger Lo ngomongin gue aneh tadi..."ujar Ferrer menatap lekat kearah Fitri.
"saya tidak pernah ngomong seperti itu tuan, mungkin anda salah dengar..."sambung Fitri lagi.
"jadi Lo bilang gue salah dengar gitu, Lo nganggap gue budek ?"teriak Ferrer menatap tajam kearah Fitri.
"saya tidak pernah rasa nya mengatakan anda tuli tuan, kalau anda bersikeras ya saya terpaksa berkata iya, dari pada anda ribut terus..."ujar Fitri sambil tersenyum kecur.
__ADS_1
"Lo ngomong apa barusan ? Lo benar-benar cewek resek yang pernah gue kenal, gue heran kok ada cewek songong sama kayak Lo di dunia ini..."ujar Ferrer lagi sambil menatap tajam Fitri dengan jari telunjuk yang mengarah ke arah nya.
"seharusnya saya yang ngomong seperti itu tuan, kok ada lelaki seperti anda yang main tuduh seperti itu, apa lagi tukang ngadu..."sindir Fitri dengan tersenyum kearah Ferrer.
"Lo bilang gue tukang ngadu ? sejak kapan gue suka ngadu hah, Lo sok tau jadi cewek..."teriak Ferrer lagi.
"hahaha, saya minta maaf kalau saya salah, lebih tepat nya tukang adu, bukan tukang ngadu..." ujar Fitri lagi dengan mode sok kul nya, ia sengaja seperti itu karena ia memang tidak suka dengan lelaki seperti Ferrer yang selalu mencari gara-gara dengan nya.
"Lo ngomongin gue tukang adu, kapan gue aduin Lo..."tanya Ferrer dengan mata melirik kearah Fitri.
"hahaha anda selalu memojokkan saya tuan di hadapan nyonya Fina dan tuan Agus, seolah-olah saya manusia yang selalu berbuat salah kepada anda, saya rasa, saya tidak pernah sekalipun berulah kepada anda terlebih dahulu, semua nya berawal dari anda yang berlaku tidak sopan terhadap saya..." ujar Fitri sambil tersenyum kearah Ferrer.
"saya harap anda jangan menggangu saya lagi, saya ingin bekerja dengan baik, bukan ingin meladeni anda yang berlaku kekanak-kanakan itu..."tutur Fitri sambil membuang muka kearah Ferrer, sedang kan Ferrer sangat geram kearah nya ia tidak suka di katakan kekanak-kanakan seperti itu.
"gue bukan anak-anak yah..."titah Ferrer tajam.
"kalau anda bukan anak-anak,terus apa ? masa sih orang dewasa bersikap seperti itu...haah" tutur Fitri, ia ingin mengajarkan Ferrer tentang sopan santun.
"Lo pergi deh dari sini, gue nggak butuh di temani orang seperti Lo..."ucap Ferrer tanpa melihat Fitri, ia malas melihat kearah seorang yang telah menghina nya seperti itu.
"dengan senang hati tuan..."Fitri pun berjalan meninggalkan Ferrer sendirian di ruangan rawat inap nya.
"rese Lo...cewek begok..."teriak Ferrer dan Fitri yang masih di ambang pintu hanya menggeleng kan kepalanya tak paham dengan sifat Ferrer yang menurut nya sangat kekanak-kanakan.
"nyonya..."ujar Fitri saat bertemu dengan nyonya Fina yang sedang duduk di taman rumah sakit.
"eeh iya Fitri, ada apa ? apa Ferrer sudah tidur...?"tanya nyonya Fina.
__ADS_1
"belum nyonya,tuan belum tidur,
nyonya saya izin pulang ke rumah terlebih dahulu yah nyonya, seperti nya tuan muda tidak menyukai saya berada di sini, saya izin pulang menemui mbak Lilis dan ikut dengan mereka menjaga rumah anda Nyonya."ujar Fitri memohon, Fina pun langsung mengangguk ia tau Ferrer kiat kali ingin berulah terhadap Fitri, bahkan Fitri hampir di pecat suami nya Hanya karena Ferrer.
"ya sudah hati-hati yah..."ucap nyonya Fina.
"iya nyonya, nyonya juga hati-hati di sini yah nyonya..."
"iya..." Fitri pun berjalan menuju keluar rumah sakit, sedang kan Fina langsung masuk menemui Ferrer yang sedang duduk di ranjang rumah sakit.
"kamu ada masalah dengan Fitri ?"tanya mama Fina saat menemui anak nya.
"hmm, dia rese ma...masa dia bilang Ferrer kekanak-kanakan dia juga ngomongin Ferrer tukang ngadu..."ujar Ferrer sambil memasang wajah geram.
"kamu suka terhadap Fitri ?"tanya Fina langsung hingga membuat Ferrer terbelalak.
"maksud mama apa ?"tanya Ferrer ia tak menyangka mama nya akan menanyai perihal itu.
"kalau kamu suka sama Fitri, mama setuju..."tambah Fina lagi sambil tersenyum manis.
"mama gila, Ferrer nggak mau sama janda kayak dia, udah jadi bakas, apa lagi dia wanita tua yang gila..."ujar Ferrer, ia kaget kenapa mama nya bisa bicara seperti itu.
"kalau mama menjodohkan kalian apa kamu mau ?"tanya Fina lagi, Ferrer pun langsung menatap tak percaya terhadap mama nya.
"maksud mama apa, Ferrer nggak suka yah mama bicara seperti itu,lagi pula Ferrer masih sekolah, Ferrer masih ingin kuliah, masih ingin bermain-main sama teman-teman."sergah Ferrer, dia memang memiliki sedikit perasaan terhadap Fitri, namun dia juga tidak ingin menikah dengan wanita janda dan 8 tahun lebih tua dari nya.
"iya sudah kalau begitu, kamu istirahat dulu aja, mama juga udah mengantuk saat ini..."mama Fina pun berbaring di bawah Ferrer dengan sebuah kasur khusus untuk keluarga pasien.
__ADS_1
"apa maksud mama, kenapa mama malah membahas perasaan ku dengan kak Fitri, apa mama sudah tau kalau aku memiliki sedikit perasaan kepada nya, tapi itu lebih tepat nya kekaguman, bukan perasaan suka,
tapi... kenapa mama ingin menjodohkan ku segala dengan wanita itu, apa mama hanya bercanda atau mama malah berbicara serius barusan...?". batin Ferrer.