
"masak apa kita hari ini mbak ?"tanya Fitri sambil lirik mbak lilis yang sedang memotong bawang di meja dapur.
"tuan pulang ke rumah hari ini, jadi nyonya ingin kita masak yang banyak untuk tuan, dengan begitu banyak aneka masakan."jelas mbak Lilis dan dijawab anggukan oleh Fitri.
"Fitri tolong giling cabe sebentar?"pinta mbak Lilis.
"baik mbak" Fitri pun berjalan sambil membawa cabe-cabe yang sudah tidak bertangkai ke arah pergiliran, mereka masih mengenakan lesung batu untuk menggiling cabe, karena nyonya Fina lebih suka di giling manual dari pada harus di blender.
"Fitri, besok hari gajian mu kan ?"tanya Mbak Lilis, ya benar saja, waktu begitu cepat berputar, hingga tanpa terasa sudah sebulan Fitri berada di rumah mewah itu.
"iya mbak..."jawab Fitri tersenyum bahagia, karena ini adalah hasil pertama dari titik peluh kerja keras keras nya, tanpa harus menadah kan tangan lagi ke keluarga.
__ADS_1
"kamu mau beli apa fit, dengan uang gajian mu itu?" tanya Mbak Lilis lagi.
"hmm apa ya mbak ?, Fitri masih belum kepikiran soal itu, yang penting sekarang di tabung terlebih dahulu, kalau sudah terkumpul banyak dan sudah kepikiran mau di pake buat apa, jadi gampang karena uang nya sudah ada..."jelas Fitri dia memang belum memikirkan apa pun saat ini, yang jelas separuh gaji nya akan ia kirim ke kampung halaman nya.
"hmm, iya Fitri, mbak juga gitu, uang gajian mbak sama mang yoyo di tabung terus, jadi kapan-kapan anak di kampung mendadak minta di kirim kan uang, jadi gampang uang nya sudah ada,atau kita yang nantinya mendadak sakit, kita di kota orang, tidak ada keluarga, setidaknya kalau dalam keadaan sakit kita bisa berobat dengan uang yang kita punya, kalau pun begitu kita juga harus berhemat fit, supaya ada hasil yang kita bawa saat pulang kampung nanti..."ujar mbak Lilis, mbak Lilis memang benar, apa pun yang akan kita lakukan, berhemat dan menabung itu adalah solusi yang terbaik, terus mengumpulkan puing-puing uang, supaya cepat kaya nanti nya.hehe.
"mbak, kenapa anak mbak yang cowok itu nggak di ajak kerja di sini sekalian, kan gaji nya lumayan dari pada jadi pemadam kebakaran...? uang bulanan saja masih juga mbak sama mang yang ngirim?"tanya Fitri, mang yoyo dan Mbak Lilis hanya memiliki seorang anak di kampung dan anak mereka seorang lelaki yang bekerja di pemadam kebakaran,setiap bulan nya saat gajian pasti mbak Lilis dan mang yoyo mengirimkan uang bulanan untuk nya, sebagai tambahan biaya hidup sehari-hari.
"iya mbak, mbak benar, kita harus selalu yakin dan percaya bahwa selalu ada pencipta yang akan menjaga dan melindungi kita, sebaik-baiknya pelindung adalah dia, tuhan yang maha esa."ucap Fitri, sambil tersenyum bahagia kearah mbak Lilis.
"iya begitu lah, "
__ADS_1
"iya"
"ouh ya mbak, nyonya Fina kan ada mobil dan tuan Agus juga ada mobil, kenapa tuan atau nyonya nggak minta anak mbak Lilis jadi supir atau kerja di kebun aja, biasa nya kan orang kaya memang seperti itu mbak, pengen punya sopir pribadi, dari pada capek sendiri nyetir nya..." tutur Fitri, ia sangat ingin bertemu dengan anak mbak Lilis yang setiap hari di katakan anak baik, penurut, tampan dan begitu banyak pujian lain nya yang di ucapkan oleh ibu nya.
"aaa,itu mbak mana tau, nanti lah mbak coba nanya lagi, kalau benar nyonya atau tuan pengen punya sopir, anak mbak juga bisa nyetir dia juga pasti mau..."lanjut mbak Lilis sambil memetong kentang yang akan di goreng nanti nya.
"iya mbak, semoga ada pekerjaan untuk anak mbak..."ujar Fitri lagi
"iya..."
"hmm, iya sudah, cepetan giling cabe nya biar bisa di goreng, kalau ngobrol Mulu, kapan kerjaan nya selesai, hahaha..."
__ADS_1
"aaah iya mbak hehe, "