PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
31. Kedatangan Andre


__ADS_3

Akhirnya malam yang di tunggu pun tiba, anak nya mbak Lilis sudah sampai di kediaman keluarga Ferrer, ia pun langsung menemui nyonya Fina dan tuan Agus di rumah, awal nya Ferrer menolak jika supir nya bukan Fitri, tapi seperti nya ide Fitri berhasil setelah membujuk nyonya Fina siang tadi, dan setelah beberapa kali di pertimbangkan akhirnya keluarga Ferrer pun setuju jika anak nya mbak Lilis yang akan berkerja di rumah Ferrer sebagai sopir pribadi Ferrer, meski pun Ferrer terlihat tidak suka jika Lelaki itu yang harus menjadi sopir nya.


"hello, kenal kan nama saya Andre, ... tuan, nyonya..."ujar Andre hormat.


benar yang di katakan mbak Lilis anak nya memang berwajah tampan dan berkarisma, tapi di usia yang cukup matang 25 tahun, ia belum berniat untuk menikah sedikit pun, padahal wajah nya sangat tampan pasti banyak wanita yang mau di pinang oleh nya.


"saya Agus, ini istri saya Fina dan ini anak saya Ferrer, dan kamu akan bekerja sebagai sopir pribadi Ferrer mulai dari hari ini..." ucap Agus dan di jawab anggukan oleh Andre.


"baik tuan, saya pasti akan bekerja dengan baik, saya janji akan selalu menjaga tuan Ferrer dengan baik dan tidak akan mengecewakan Nyonya Fina dan tuan Agus.


sekali lagi terima kasih tuan,nyonya sudah mengizinkan saya bekerja di sini..."ucap lelaki itu dan di jawab senyuman oleh keluarga Ferrer.


"ouh ya, di belakang ada empat kamar, kamar yang satu nya itu di khususkan untuk gudang tempat penyimpanan barang tak terpakai, yang sebelah nya kamar orang tua mu dan kamar Fitri, kamu bisa tempati kamar kosong yang berada di sebelah kamar Fitri yah,.." ujar tuan Agus.


"baik tuan, terima kasih..."ujar Andre hormat.


"kamu bisa minta Fitri untuk bantu-bantu bersihin, dia pasti bersedia untuk membantu kamu..." tambah nyonya Fina lagi, tanpa disadari ada seseorang yang terbakar cemburu di samping Fina, yaitu Ferrer anak nya.


"baik nyonya terima kasih..." ujar Andre lagi.


Andre pun berjalan menuju kamar nya yang berada di bagian belakang rumah mewah tersebut,ada empat berjajar kamar petak di sana, yang satu nya adalah gudang, dan dua lain nya telah berpenghuni, ia pun langsung menunju kamar ibu dan ayah nya terlebih dahulu dan saat ini mang yoyo sedang berjaga di luar, hanya ada mbak Lilis saja yang berada di rumah.


"Mak..." panggil Andre dan langsung masuk ke kamar orang tua nya itu.


"iya..." mbak Lilis pun bergegas menuju ke arah anak nya.

__ADS_1


"bagaimana, apa kata tuan dan nyonya Fina, mereka setuju kan kamu kerja di sini nak ?"tanya Mbak Lilis, ia berharap semoga Andre bisa bekerja di tempat nyonya Fina dan tuan Agus supaya mereka bisa tinggal bersama lagi.


"iya Mak, hari ini Andre sudah bisa bekerja..."tambah Andre dengan senyum bahagia.


"syukur lah kalau begitu..." ucap mbak Lilis.


"ouh iya Mak, yang mana kamar kosong yang kata nya untuk kamar Andre selama di sini, Andre pengen istirahat Mak, capek soal nya..?" tanya Andre sambil melirik sederetan kamar yang rapi tanpa debu sedikit pun di sekitar luar nya


"itu, sebah kamar Fitri...mari Mak antar kan..." Lilis pun berdiri dan menunjukkan kamar anak nya.


"iya Mak..."Andre dan ibu nya pun berjalan menuju kamar kosong di sebelah kamar Fitri, saat mereka sampai di depan pintu tersebut Fitri pun keluar dari kamar nya dengan rambut yang basah dan di lilit oleh handuk.


"Fitri, kok mandi malam-malam nak, nanti kena rematik loh ?"ujar mbak Lilis menegur kala melihat Fitri yang basah kuyup.


"hehe, Fitri kepanasan mbak..."jawab Fitri sambil melirik ke arah mbak Lilis dan tatapan nya pun beralih ke arah seorang lelaki di samping mbak Lilis.


"hai saya Andre..."ucap Lelaki itu berjabat tangan.


"saya Fitri..."balas Fitri sambil membalas jabatan tangan Andre dengan tersenyum manis.


"ini yang nama nya Fitri yang sering Mak omongin itu ?"ujar lelaki itu sambil menatap kearah ibu nya sedang kan Fitri bingung tidak paham apa yang mereka bahas.


"iya, dia Fitri... cantik kan ?"tanya Mbak Lilis lagi kepada anak nya, lelaki itu pun melirik kearah Fitri dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tersenyum manis.


"iya, cantik..."jawab nya, hingga membuat Fitri tersipu malu.

__ADS_1


"aah, bisa aja..."ujar Fitri, ia sangat tak enak saat di puji lelaki ini.


"Fitri, mbak mau bantu bersihin kamar Andre sebelah."ucap mbak Lilis.


"eeh iya mbak, nanti Fitri tolong bantu yah, Fitri mau sisir rambut terlebih dahulu..."Fitri pun langsung ke dalam kamar nya


"nggak usah nak, kamu kan sudah mandi, mbak saja yang bersihin nya..."ucap mbak Lilis sambil berjalan masuk ke dalam kamar dengan di ikuti oleh Andre.


"tapi mbak..."ujar Fitri dia tidak enak jika tidak membantu mbak Lilis, bagaimana mbak Lilis sudah di anggap sebagai orang tua oleh Fitri.


tidak ada sahutan, mereka mulai bekerja membersihkan rumah tempat Andre tinggal.


"Mak, Fitri udah lama kerja di sini ?"tanya Andre, ia mulai penasaran dengan Fitri, Fitri adalah gadis yang cantik dan mempesona pikir Andre, tanpa dia ketahui bahwa Fitri adalah seorang janda yang merantau ke kota untuk melupakan mantan suami nya.


"Fitri sudah kerja di sini, baru sebulan, yang lalu..."jelas Lilis.


"ouh, dia dari mana Mak ?"tanya Andre lagi.


"dia dari Sumatra kata nya, tapi alamat jelas nya, Mak Nggak tau." jelas Lilis dan di balas anggukan pertanda paham oleh anak nya.


"Fitri cantik Mak.."puji Andre.


"iya, Fitri memang anak yang cantik dan baik, tapi sayang ia seorang janda yang di tinggali oleh suami nya, maka nya merantau ke sini.."jelas Lilis


"jadi dia seorang...?"kaget Andre ia tak menyangka ternyata Fitri adalah seorang janda

__ADS_1


"iya, dia nikah muda waktu berumur 18 tahun, karena ia seorang wanita mandul maka nya suami nya menceraikan nya."terang Lilis lagi.


"ouh, begitu Mak..."


__ADS_2