
Malam ini terlihat Ferrer melirik ke semua arah, ternyata Mbak Lilis dan Andre sudah terlelap saat ini dan mang yoyo sedang tidak ada di sekitar kamar, karena beliau harus berjaga malam.
dengan diam-diam Ferrer mengintip kedalam kamar Fitri, ia penasaran apa yang dilakukan Fitri sedari tadi di dalam kamar,
saat Ferrer beserta keluarga sedang menikmati makan malam, Fitri tidak ada di sana untuk melayani majikan nya itu, hanya mbak Lilis yang menyajikan makanan saat di meja makan, hingga membuat Ferrer penasaran sekaligus khawatir, dengan keadaan Fitri.
Ferrer pun mendapati Fitri tengah terbaring dengan mengunakan baju daster yang ia kenakan pagi tadi saat bekerja dan seperti nya Fitri sangat kelelahan hingga ia tidur senyenyak itu.
Ferrer pun masih mengendap-endap,namun seketika jantung nya berdebar debar tak karuan, Fitri seperti sudah menguasai jantung nya, yang tiba-tiba saja berdetak kencang seperti seorang yang habis maraton saja, walaupun yang ia lakukan ini salah, tapi Ferrer masih saja mengintip dari balik sela pintu.
Ferre memang keterlaluan, ia bahkan tidak puas hanya mengintip hingga ia memberanikan diri untuk mengendap-endap memasuki kamar Fitri dan kembali menutup nya secara perlahan, meskipun Ferrer sudah memastikan bagaimana ekspresi Fitri jika melihat dia sudah berada di kamar nya, namun Ferrer masih saja berusaha agar kehadiran nya tidak di ketahui oleh Fitri yang masih terlelap.
Dan benar saja, Fitri seketika terbangun saat mendengar bunyi deru pintu meski pun Ferrer sudah berhati-hati dalam menutup nya, hingga membuat Fitri melotot kearah Ferrer yang sudah berada di kamar nya dan ia hampir saja berteriak kalau Ferrer tidak berlari membekap mulutnya.
kaget boleh, tapi jangan membuat orang lain curiga atau salah paham terhadap mereka, begitu lah batin Ferrer.
"emmmm emmmm" Fitri menggeliat, berusaha melepaskan bekapan tangan Ferrer di mulut nya.
"sssssstttt, jangan berteriak, nanti orang-orang bisa kesini..." lirih Ferrer, sambil terus membekap mulut Fitri yang berusaha melepaskan cengkraman nya.
Tak menunggu lama, Fitri langsung mengigit telapak tangan Ferrer yang sedang membekap nya, hingga membuat Ferrer meringis kesakitan dan melepaskan cengkraman nya di mulut Fitri.
"aawww, sakit b*gok... " ujar Ferrer sambil mengibas tangan nya yang perih karena gigitan Fitri
"rasain Lo... ngapain Lo di kamar gue mengendap-endap seperti itu ? Lo mau perkosa gue, iya ?" ujar Fitri hingga membuat Ferrer membelalak kearah nya.
"kegeeran Lo..siapa juga yang mau sama pembantu seperti Lo..." alasan Ferrer sambil terus mengibas tangan nya.
__ADS_1
"gila Lo yah, gigi Lo tajam amat, entar gue kena rabies bagaimana...?" tutur Ferrer hingga membuat Fitri menjambak rambut nya kasar.
"Lo pikir gue anjing, iya...dasar bocah bodoh..." Fitri pun menarik narik rambut Ferrer , hingga mencubit dan menendang tubuh Ferrer hingga lelaki itu meringis kesakitan menahan bogem mentah dari Fitri.
"aww...ampun...ampun...sakit tahu..." teriak Ferrer meminta ampunan.
"maka nya jadi bocah jangan nakal-nakal, ngapain juga Lo di kamar gue, mengendap-endap seperti tadi..." ujar Fitri berlagak pinggang.
"seterah gue lah, ini kan juga rumah nyokap bokap gue..." bela Ferrer sambil berdiri dari duduk nya yang sempat tersungkur oleh perbuatan Fitri.
"keluar Lo dari sini..." teriak Fitri hingga membuat Ferrer kembali membekap mulutnya.
"Lo ngomong nggak bisa di rem yah, suara Lo itu nyaring, bisa-bisa seluruh orang di kompleks ini, kesini karena suara cempreng Lo..." ucap Ferrer lagi sambil mendekat kan wajah nya kearah wajah Fitri yang sedang ia bekap.
"lepas kan..." ujar Fitri di sela tangan Ferrer mulai renggang, hingga membuat Ferrer kembali membekap nya dan mendorong nya kearah tembok, hingga tubuh Fitri terbentur di sana.
Namun seketika Fitri tertawa terbahak-bahak di dalam dekapan Ferrer, hingga lelaki itu keanehan dan melepaskan dekapannya.
"Lo gila yah, kok Lo ketawa seperti itu ?" Ferrer sangat kebingungan dengan ekspresi wajah Fitri yang seketika berubah begitu cepat.
"haha, gue nggak nyangka, ternyata majikan bocah tengil seperti Lo, mesum juga yah...haha..." ujar Fitri seketika hingga membuat Ferrer sok di katakan mesum oleh pembantu nya itu, namun dengan sergap Ferrer langsung ******* bibir manis Fitri dengan sangat rakus, hingga membuat Fitri yang sedang menertawakan nya menjadi terdiam dan melotot kearah Ferrer.
"ini kan yang di nama kan mesum..." lirih Ferrer sambil tersenyum simpul.
"a*Jing Lo..." Fitri pun menendang Ferrer hingga tanpa sadar Fitri mengenai hal inti di tubuh Ferrer hingga lelaki itu mengerang kesakitan dengan wajah Semerah tomat sambil memegang bagian utama tubuh nya.
"awwww gila Lo... ! sakit tau.... ! Lo ingin gue kena impoten ?" ujar Ferrer melirik Fitri dengan wajah kesakitan nya.
__ADS_1
"aduhhh sumber kehidupan ku..." lirih nya lagi kesakitan, terlihat genangan air mata berada di pelupuk mata nya, Ferrer benar-benar kesakitan saat ini, hingga membuat Fitri merasa bersalah terhadap nya.
"a-apa masih sakit..." tanya Fitri,ia bingung mau berbuat apa untuk membantu Ferrer, sebab ia dan Ferrer memang bukan suami istri saat ini.
"iya iya lah...! kek kuda saja Lo..! main sepak...!" ujar Ferrer sambil menghapus kasar air mata yang sempat mengalir di pelupuk mata nya.
"aduh bagaimana ini, jangan-jangan nanti nya anu punya nya mati, bisa-bisa aku diperkarakan!" ujar batin Fitri ketakutan.
"Lo sih ngapain juga pakai acara mengendap-endap ke kamar gue...? kan jadi seperti ini..." ujar Fitri lagi, meski ia pun sangat mengkhawatirkan Ferrer saat ini.
"terus gimana ? gue nggak bisa jalan nih ?" ucap Ferrer sambil terus membungkuk kan tubuh nya.
"iya sudah, gue bantu yah..." ucap Fitri sambil mendekati Ferrer.
"nggak usah, nanti Lo sepak lagi..." ujar Ferrer menatap tajam kearah Fitri.
"Lo tau ? rasa nya sakit dan perih tau, ini aja masih berdenyut..." tambah nya lagi.
"kalau berdenyut nama nya nggak sakit bodoh..." ujar Fitri lagi dengan menatap lekat kearah Ferrer yang masih menatap tajam kearah nya.
"Gue yang merasakan sakit nya...kok Lo yang protes..." ujar Ferrer melotot, ia tak terima jika Fitri mengatakan yang dia rasakan saat ini tidak lah sakit.
"ya terus bagaimana ?" tanya Fitri lagi.
"Lo panggil mang yoyo atau siapa kek kesini buat bantuin gue, gue nggak bisa jalan kalau seperti ini..." timpa nya dan tanpa membuang waktu Fitri pun mencari siapa yang bisa ia minta tolong buat membantu Ferrer keluar dari kamar nya.
"gini amat punya majikan bocah seperti dia, udah cengeng, bodoh dan idiot lagi !
__ADS_1
bukan kah gue yang seharusnya marah-marah sama dia, ngapain juga dia diam-diam buntuti gue ? dan sekarang kenapa gue lagi yang di salah kan ? palingan sepakan kaki gue juga nggak terlalu keras, mending disepak lebih keras lagi kalau tau nya juga seperti itu, biar mati rasa sekalian anu nya..." tutur Fitri sambil berjalan mencari mang yoyo.