PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
34. Makan bakso


__ADS_3

"sudah siap...!"ujar Andre sambil menunggu di depan kamar Fitri, Fitri pun mengangguk dan berjalan bersama Andre


"kita mau kemana ndre ?"tanya Fitri lagi.


"kemana yah, aku juga nggak tau, hmm kita makan bakso aja yah di jalan depan, kamu nggak apa-apa kan makan di pinggir jalan?"tanya Andre lagi, meski ia pernah mendengar Fitri berujar bahwa ia sering makan di pinggir jalan, tetap saja ia merasa tak enak, apa lagi kurang romantis saat mereka mulai pendekatan seperti ini.


"nggak apa-apa donk, aku kan sering makan di luar .."jawab Fitri sambil berjalan beriringan dengan Andre.


"ouh, syukurlah kalau begitu..."


mereka pun berjalan menuju pagar rumah, terlihat mang yoyo dan Ferrer sedang duduk minum kopi di sana.


"mau kemana kalian ?"tanya Ferrer seketika melihat Fitri dan Andre sudah berdandan rapi.


"biasa tuan, mau jalan-jalan..."ucap Andre sambil tersenyum manis, baru kali ini ia mendengar Ferrer berbicara seperti itu.


"mau kemana?"tanya nya lagi, sambil melirik tajam kearah Fitri.

__ADS_1


"mau makan bakso di depan, tuan mau ikut ?"ujar Andre hingga membuat Fitri terlihat membelalakkan matanya menatap Andre, ia tak menyangka dinner nya malam ini malah akan di ganggu dengan Ferrer.


"hmm, sebenarnya gue nggak terlalu suka dengan makanan di luar, tapi karena gue menghargai ajakan Lo, ya sudah gue terpaksa ikut "ucap Ferrer sedikit Songgon.


"ouh Bagus lah, ayo tuan, kita pergi.."ajak Andre, dia ingin lebih dekat dengan Ferrer, ia tak ingin berkesan buruk saat bekerja dengan tuan nya Ferrer ini.


"iya, ayo..."


Ferrer pun berjalan beriringan bersama Andre, sedang Fitri malah mengekor di belakang mereka, terlihat Fitri sedikit dongkol dengan kehadiran Ferrer, yang seperti sengaja merusak kencang nya malam ini.


"tuan kita makan nya di sini yah, kata Mak di sini bakso nya enak-enak "ucap Andre sambil memandang kearah tuan nya, dan majikan nya itu pun mengangguk setuju, mereka pun masuk kedalam sebuah warung penjual bakso, di sana sudah tersedia bakso, mie ayam, pangsit.


"bakso saja ,tapi nggak usah pake mie, sedikit cabe, sedikit kecat, sedikit saus dan tidak usah di masukkan bawang goreng, air nya teh dingin."ujar nya menjelaskan terlihat Andre mengangguk paham.


"sekalian saja nggak usah pake kuah..."ujar Fitri sambil membuang muka, Andre pun langsung melirik kearah Fitri,ia seketika lupa dengan kehadiran Fitri saking bersemangatnya bersama tuan muda nya itu.


"eeh, Fitri mau apa ?"tanya Andre, Fitri pun kembali melirik kearah nya, ia merasa tak enak, ia yang mengajak Fitri, malah ia sendiri yang melupakan kehadiran wanita itu.

__ADS_1


"aku nggak lapar, kalian makan saja, aku minum kopi saja."ucap Fitri, padahal ia sengaja tidak makan di rumah, hanya karena ingin makan berduaan dengan Andre, namun nafsu makan nya malah hancur setelah kehadiran Ferrer.


"kok gitu, kan tadi janji nya makan di luar?"ujar Andre protes.


"yah, aku lupa tadi, kapan-kapan aku janji nggak makan di rumah lagi."ucap Fitri lagi.


"hmm iya sudah, aku pesan kan yah..."Andre pun pergi berjalan untuk memasang makanan mereka, terlihat Ferrer dan Fitri saling bertatapan penuh arti dan Ferrer seperti nya senang melihat Fitri yang kesal seperti itu.


"biasa nya kan Lo nggak suka kopi, kenapa malam ini malah mau minum kopi ?"tanya Ferrer dan seketika membuat Fitri terbelalak, ia tak menyangka kenapa ia malah memasang kopi, seumur umur ia tak pernah meminum kopi sama sekali.


"ini semua salah bocah tengil itu, coba dia nggak ikut gue akan seperti ini kan ?". batin Fitri.


"hmm lagi pengen minum kopi tuan..."ucap Fitri berdalih.


"ouh gitu, kirain mau coba-coba ikuti minuman kesukaan gue, mana tau kan gue jadi suami Lo kelak Lo sudah doyang minum kopi sama kayak gue...hehe..."kekeh Ferrer, Fitri pun menjulurkan lidahnya kearah Ferrer.


"kegeeran anda, level saya tidak seperti anda..."ujar nya lagi.

__ADS_1


"haha kita lihat saja nanti..."ucap Ferrer lagi hingga Andre datang menghancurkan kegundahan mereka.


__ADS_2