
Tok Tok Tok
"masuk !"teriak Ferrer saat mendengar ketukan dari arah luar, Fitri pun masuk kedalam kamar tuan muda nya sambil meletakkan nampan berisi makanan di atas sebuah meja di samping sofa tuan nya.
"tuan, ayo di makan makanan nya..."ucap Fitri sambil tersenyum manis kearah tuan muda nya.
"ayo suap...!"ujar Ferrer sambil membuka mulutnya.
"aah,"kaget Fitri.
"hmm iya, gue akan memakannya tapi gue ingin Lo yang menyuapi nya...!"ujar Ferrer tersenyum penuh arti kearah Fitri.
"sa-saya tuan ?"tanya Fitri lagi.
"iya Lo, siapa lagi... gue hanya ingin makan kalau Lo yang nyuapin..."Ferrer sengaja mengerjai Fitri sebab ia geram karena Fitri menampar pipi nya keras pagi tadi.
__ADS_1
"tapi, apa nggak bisa anda memakan nya sendiri, anda kan bukan anak kecil lagi, lagian ada juga punya tangan kan ?"ujar Fitri ,ia sangat keberatan jika harus menyuapi bocah ini, menurut Fitri, Ferrer memang lelaki yang tidak sopan.
"kenapa? apa Lo keberatan ?"hardik Ferrer sambil menaikkan sebelah alisnya.
"iya jelas lah, gue keberatan,bocah..." batin Fitri.
"iya sudah kalau Lo nggak mau, sana Lo bawa kembali makanan ini, gue nggak Sudi memakan nya..."ucap Ferrer sambil membuang muka kearah Fitri, Fitri hanya diam mematung, bisa-bisa pekerjaan nya bisa hilang jika ia tak membuat tuan muda nya ini senang, hingga ia pun mengangguk mengiyakan permintaan tuan muda nya untuk menyuapi lelaki itu.
"hmm baik lah saya akan menyuapi , tapi anda harus makan dengan banyak, sebab mama anda, nyonya Fina sangat menginginkan anda makan banyak supaya anda bisa sehat dan subur selama tinggal di sini..." ujar Fitri sambil duduk bersebelahan dengan tuan muda nya .
"haha jangan pelototi gue seperti itu, bisa-bisa gue malah nafsu nya memakan Lo ketimbang makanan itu..."tambah nya lagi sambil menunjuk makanan yang di hidangkan Fitri, ia gemas melihat ekspresi wajah Fitri saat ini.
"jaga ucapan anda..."tegas Fitri, ia merasa di hina oleh bocah tengil ini.
"sorry sorry gue hanya bercanda, bawa santai aja say..."ujar nya lagi, Fitri pun menarik nafas panjang dan berusaha mengatur emosi nya saat ini, ia pun mulai menyuapi Ferrer dan Ferrer menerima nya dan memakan dengan sangat lahap, Fitri seperti nya sukses membuat tuan muda nya makan begitu lahap hingga sepiring nasi di piring yang ia bawa habis tak bersisa.
__ADS_1
"tolongin pijatin gue..."pinta nya lagi sambil membuka baju sekolah yang ia kenakan.
"kenapa baju nya harus di buka ?"ujar Fitri sambil memandang tubuh atletis anak majikan nya ini.
"supaya lebih mudah di pijat nya, ayo pijat ?"pinta Ferrer hingga membuat Fitri dongkol atas permintaan aneh nya.
"saya bukan tukang pijat, kalau anda mau saya bisa minta mang yoyo untuk mijatin anda..."tolak Fitri, ia merasa Ferrer sedang mengerjai nya saat ini.
"Lo nggak mau ?"lirik nya kearah Fitri sambil menatap tajam kearah Fitri.
"ingat yah, Lo kerja di sini itu di gaji, jadi jangan sampai Lo membuat majikan Lo murka atas sikap resek Lo itu !"ucap Lelaki itu sambil mengenakan kembali baju nya
"udah ah, sana Lo turun, bawa piring-piring ini pergi..."tunjuk nya kearah piring kotor bekas makan nya
"baik tuan..."ucap Fitri dan berjalan keluar dari kamar Ferrer.
__ADS_1