
"Ferrer,ayo kita pulang..."ujar papa Agus sambil membantu membawa peralatan yang sempat di bawa ke rumah sakit, untuk di masukkan ke dalam mobil.
"Ferrer, apa kamu sudah benar-benar baikan ?"tanya papa Agus lagi.
"iya pa, Ferrer sudah lumayan baikan sekarang..."ujar Ferrer sambil berjalan perlahan dan di bantu mama nya yang memapah menuju mobil.
"kalau masih sakit, besok nggak usah dulu sekolah nya yah nak, istirahat dulu di rumah, tunggu benar-benar pulih..."tambah papa Agus
"tidak apa-apa pa, Ferrer nggak apa-apa, Ferrer nggak mau kalau lama-lama ketinggalan mata pelajaran..."ujar nya lagi.
"Ferrer kan masih siswa baru masa libur terus..."tambah nya lagi, ia tak ingin tidak naik kelas hanya karena kebanyakan izin di sekolah.
"kamu kan sakit nak ?"ucap ayah nya lagi.
"iya sudah pa, besok kita cari supir aja buat ngantar Ferrer ke sekolah, untuk beberapa hari ke depan nya selama Ferrer masih sakit..."ucap mama Fina menyela.
"iya sudah kalau itu mau nya, nanti papa cariin supir pribadi yang bisa antar jemput kamu ke sekolah yah nak..."ucap papa Agus sambil membantu Ferrer memasuki mobil nya,Fina dan Agus pun ikut masuk ke dalam mobil,
Ferrer duduk di kursi belakang bersama mama Fina sedang papa Agus yang menyetir di depan saat ini.
__ADS_1
"pa... bagaimana kalau kita minta Fitri saja yang jadi supir pribadi Ferrer, Fitri kan bisa bawa mobil..."ujar mama Fina memberi saran.
"masa sih Fitri bisa bawa mobil, dia kan anak kampung? dan mama tau dari mana Fitri bisa bawa mobil ?"tanya Agus lagi sambil melirik kaca spion mobil.
"hmm, mama pernah dengar aja dulu, Fitri ngomong..."ujar mama Fina lagi.
"hmm, papa kurang yakin ma, apa nggak apa-apa Ferrer bareng Fitri..?"ujar papa Agus lagi.
"Ferrer nggak apa-apa kok pa, kalau bareng kak Fitri, dia kan baik pasti berguna buat Ferrer, untuk di minta-minta...hehe..."sela Ferrer.
"kok di minta-minta sih, dia kan Nemani kamu, bukan pembantu kamu ..." ujar mama Fina menatap anak nya.
"seterah kamu lah fer, yang penting kamu setuju kan kalau mama angkat Fitri sementara waktu jadi sopir kamu ?"tanya mama Fina lagi.
"iya ma, Ferrer mau..."ujar Ferrer, ia sangat ingin berduaan dengan Fitri setiap hari dan Fina seperti nya tau apa yang ada di otak anak nya itu saat ini, naluri keibuan nya mengatakan,kalau Ferrer benar-benar menyukai Fitri.
"ya sudah kalau gitu, papa sih setuju saja, kalau Ferrer sudah setuju seperti itu..."ujar papa Agus lagi.
"iya sudah besok Fitri sudah bisa Nemani kamu kemana pun, karena besok dia sudah mama resmi kan menjadi supir pribadi kamu..."ujar mama Fina lagi.
__ADS_1
"tapi masalah nya, Fitri mau nggak ma..."ucap papa Agus sambil menghidupkan mobil nya.
"Fitri pasti mau, nanti mama bujuk deh, kan besok dia gajian bulanan, nanti mama bicara langsung saja sama dia..."
"iya sudah deh, mana baik nya mama saja..."tambah papa Agus.
"iya pa, kalau Ferrer sama Fitri mama semakin percaya..."tambah Fina lagi.
"jadi selama ini mama nggak pernah percaya sama Ferrer..."hardik Ferrer menatap mama nya.
"nggak pernah, itu bukti nya, kamu bilang nggak akan pacaran,tapi tadi pagi pacar mu berkunjung...."ujar mama Fina tersenyum kearah Ferrer.
"beneran fer, pacar kamu kesini pagi tadi?"tanya papa Agus lagi.
"bukan pacar pa, tapi mantan..."ujar Ferrer menjelaskan.
"tapi tetap pernah jadi pacar kan !"sela mama Fina.
"hmm, maaf kan Ferrer pa,ma... Ferrer janji setelah ini akan serius belajar dan nggak pacaran-pacaran lagi deh, kalau wanita yang Ferrer mau nggak mau jadi pacar Ferrer,hehe..."Ferrer tekekeh geli setelah ia mengatakan itu.
__ADS_1
"Ferrer, Ferrer.."papa Agus dan mama Fina hanya menggeleng kepala melihat tingkah laku anak mereka..