PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
21. Rumah sakit


__ADS_3

Ferrer bangun dari pingsan nya, ia sempat pingsan sesaat teman nya melarikan nya ke rumah sakit.


perlahan Ferrer membuka mata nya dan mengumpulkan kesadaran nya, ia memandang ke sekeliling arah yang sangat asing bagi nya, apa lagi ada Selan impus yang sudah menancap di tangan nya.


"aku ada di mana ? apa aku ada di rumah sakit? "tanya Ferrer di dalam hati.


Ferrer mencoba bangkit dari tidur nya ia pun mencoba mengerakkan anggota tubuh nya, namun tubuh nya sangat sakit-sakit saat ini, karena ia di hantam oleh beberapa orang sepulang sekolah tadi.


"aaahhh..."ujar nya sambil menggera kesakitan.


Ferrer pun berusaha mengingat peristiwa di sekolah itu kembali, di mana ia di hadang oleh empat orang dan tiga orang di antaranya yang membuat Ferrer seperti ini.


"siapa yang mengirim mereka seperti itu?"ujar Ferrer lirih, seperti nya dia tidak pernah melakukan kesalahan terhadap orang lain bahkan tidak pernah bermasalah sama sekali


"atau, jangan-jangan pelaku nya adalah..."ujar Ferrer sambil membelalakkan matanya.


"apa mungkin ini semua ulah Monica, karena hanya dengan dia hari ini aku sempat bermasalah..."ucap Ferrer lagi, ia tak menyangka wanita seperti Monica bisa berbuat seperti itu juga.

__ADS_1


"syukur lah anda sudah sadar..."ujar seorang suster yang memasuki ruangan rawat inap Ferrer.


"saya periksa terlebih dahulu yah..."Ferrer pun mengangguk dan suster itu pun langsung memeriksa tubuh Ferrer dengan begitu talenta nya, hingga dia tersenyum manis kearah Ferrer.


"anda tidak apa-apa, hanya ada luka ringan saja..."ucap suster itu dan Ferrer hanya mengangguk paham.


"Ferrer... Ferrer...kamu sudah sadar nak..."ujar mama Fina sambil tergopoh-gopoh masuk kedalam ruangan rawat inap anak nya,


mama Fina pun memeluk erat tubuh anak nya dengan tangis yang tersedu-sedu.


"apa yang terjadi dengan mu Ferrer, siapa yang melakukan ini terhadap mu nak..."tambah mama Fina tanpa melepaskan pelukan nya di tubuh anak nya, Ferrer hanya diam, ia merasa bersalah telah membuat mama nya khawatir seperti ini.


"siapa yang melakukan ini kepada mu nak ?, siapa ? kasih tau sama mama nak, supaya mama bisa memberikan pelajaran yang setimpal untuk mereka..."ujar mama Fina, hati nya sakit melihat anak kesayangan nya terbaring seperti ini, apa lagi saat ia sampai di sini dokter malah melarang nya masuk ke ruangan Ferrer, dengan alasan nya Ferrer belum siuman.


"mama, tidak apa-apa,


Ferrer sudah baik-baik saja sekarang..."ucap Ferrer, meskipun tubuh nya masih sakit-sakitan karena bogel mentah yang di berikan Lelaki Tersebut.

__ADS_1


"tidak apa-apa, apa nya nak, kamu saja sampai pingsan seperti tadi..."geram mama Fina.


tak berselang lama muncul seseorang yang langsung memasuki ruangan rawat inap Ferrer dan dia langsung menghampiri Ferrer yang sedang terbaring lemah.


"hallo jagoan..."ujar seorang lelaki yang tak lain adalah Agus ayah nya Ferrer.


"aah papa,"ucap Ferrer tersenyum manis.


"TOS donk..."ucap papa Agus sambil mengepalkan tangannya mengahadap kearah Ferrer dan di balas oleh Ferrer dengan hal yang serupa sambil mengadukan tinju mereka.


"anak cowok memang begitu, harus tahan kena banting..."ujar papa Agus, Agus memang seperti itu,ia adalah ayah yang santai terhadap anak nya, namun berbeda dengan Fina, ia bahkan sedang menatap tajam kearah suami nya.


"anak lagi sakit, di gebukin banyak orang, bukan nya nanyain bagaimana keadaan nya, atau memberi pelajaran pada orang yang memukul nya, malah senyum-senyum seperti itu,lihat anak sendiri menderita ?"teriak mama Fina geram terhadap suami nya.


"haha, anak cowok memang seperti itu, bagaimana dia mau jagain istri dan anak nya kelak, kalau di keroyok pun takut..."ujar papa Agus sambil mendudukkan bokong nya di sofa ruangan Ferrer.


"tapi, papa lihat keadaan Ferrer seperti ini ?"ujar Fina lagi, ia sangat mengkhawatirkan keadaan anak nya tapi suami nya malah seperti biasa-biasa saja.

__ADS_1


"sudah lah ma,


Mama nggak perlu khawatir seperti itu,. orang suruhan papa sudah beraksi sekarang ini, kamu hanya fokus untuk kesembuhan Ferrer saja, supaya dia bisa sekolah nanti nya..."Ferrer hanya mengangguk ia setuju dengan apa yang di ucapkan ayah nya, Lelaki ini memang santai, tak seperti sosok ayah lain nya.


__ADS_2