PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
15. Gue bete sama Lo Fitri


__ADS_3

"tuan anda kenapa?"tanya Fitri yang sudah berada di kamar Ferrer, semenjak siang tadi Ferrer tidak pernah turun lagi hingga teman-teman nya bubar tanpa ia temui kembali.


"gue lagi malas aja ?"ujar Ferrer sambil membaringkan tubuhnya dan membuang muka dari Fitri.


"Lo bisa keluar nggak, gue bete sebenarnya sama Lo..."ujar nya sambil kembali melirik tajam kearah Fitri.


"saya..."Fitri pun menunjuk dirinya,ia bingung ia punya salah apa.


"iya Lo..."


"apa salah saya tuan, saya hanya menjalankan tugas di sini, mengantarkan minuman, mengantarkan makanan,membuat makanan, mencuci pakaian, membersihkan rumah hanya itu saja..."ucap Fitri mengingat kembali.


"tapi Lo senang kan di goda seperti tadi...?"ujar Ferrer menatap tajam.

__ADS_1


"hahh di goda, ya saya senang lah tuan, saya kan memang sudah lama nggak di goda, apa tuan cemburu ?"sergah Fitri sambil tertawa terbahak-bahak di dalam hati.


"aah udah ah, gue bete sama Lo, malas gue ngomong sama Lo, sana keluar..."ucap nya lagi, meski hati nya sebenarnya tak ingin Fitri keluar.


"tapi tuan, saya hanya menjalankan tugas untuk memanggil anda makan malam, ayo kita makan..."ajak Fitri.


"gue lagi nggak mut, sana Lo pergi ..."teriak Ferrer sambil menunjuk kearah pintu.


"iya udah kalau gitu, saya turun dulu yah tuan, kalau ada apa-apa tuan panggil kan saja saya..."Fitri pun berjalan meninggalkan Ferrer di dalam kamar saat sampai di ambang pintu Fitri di kaget kan oleh teriakan Ferrer dari arah dalam kamar.


"dasar bocah bodoh, udah gila kali, gue salah apa sama nih anak haaah...Mak...Fitri mau pulang aja lah Mak... enak tidur sama emak di kampung, Fitri nggak sanggup ngurusin bocah tua ini, semua nya serba salah, apa mau nya dia sih, Fitri bingung, kalau bukan anak majikan udah gue cincang-cincang Lo kayak bawang, kesel gue, kan dia yang nanya ya gue jawab, kenapa gue yang di salahi seperti ini, dasar bocah tengil...". batin Fitri.


Fitri pun langsung berjalan menuruni anak tangga ia tak peduli dengan Ferrer yang merengek sekali pun di kamar, siapa Ferrer, anak bukan, adik bukan, Salah nya dia juga kenapa mau menaruh hati dengan janda yang masih trauma ini.

__ADS_1


"tuan muda mana fit...?"tanya Mbak Lilis.


"masih di kamar, udah kenyang kata nya..."ujar Fitri berbohong, biar sekalian ia rasain nggak makanan sekalian toh orang tua nya juga nggak ada di sini.


"beneran, perasaan dari siang tuan belum makan..."sambung mbak Lilis.


"udah kata nya, makan di luar..."bohong nya lagi.


"ouh ya sudah, kita makan aja ini, nanti keburu dingin, nggak enak, sisihkan saja untuk tuan muda, mana tau dia mau makan nanti nya..."ujar mbak Lilis


"iya mbak, ayo kita makan, Fitri udah lapar juga soal nya...hehe "cercah Fitri.


"iya ayo..."

__ADS_1


mereka pun menikmati makanan dengan sangat lahap Hingga melupakan seorang pria yang sedang kelaparan di kamar nya, karena gengsi dan malu ia pun memilih menahan rasa laparnya.


__ADS_2