PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
40. Wanita kesayangan Ferrer


__ADS_3

"Mama, Ferrer ingin berbicara dengan mama ?" ujar Ferrer sambil melirik kearah mama nya.


"ada apa nak, serius amat.." jawab mama Fina lagi.


"Ferrer sudah sembuh ma, Ferrer nggak butuh supir lagi ! kalau mama masih memperkerjakan Andre di rumah ini , minta saja dia jadi supir mama ! tapi bukan supir Ferrer, Ferrer butuh kebebasan ma..." tatap serius Ferrer.


"tapi itu sudah menjadi keputusan papa nak, mama tidak bisa menolak nya...!" jawab mama Fina lagi.


"ouh, jadi mama nggak mau, meminta papa untuk tidak memperkejakan Andre ! hmm baik lah, Ferrer akan angkat kaki dari rumah ini dan kembali ke Surabaya lagi...."tutur Ferrer sambil berjalan meninggalkan mama nya.


"nak, bukan seperti itu ! kami hanya khawatir terjadi hal yang tak diinginkan lagi dengan mu, maka nya kami memperkerjakan Andre untuk menjaga mu." jelas mama Fina.


"tapi Ferrer tak butuh dia, Ferrer bisa menjaga diri Ferrer sendiri, Ferrer sudah besar ma..." tambah Ferrer.


"baik lah nak jika itu mau mu, nanti mama akan usahakan untuk berbicara langsung dengan papa mu..." pasrah Fina.


"hmm iya ma..."


Ferrer pun melangkah kan kaki nya kearah bagasi, ia langsung meraih motor kesayangan nya di sana dan melajukan dengan kecepatan penuh.


"tuan....tuan..." teriak Andre saat melihat Ferrer melaju pergi.


"sial..."


Ferrer melaju kan motor nya ke suatu tempat, Ferrer berniat bolos hari ini, karena ia ingin menemui seseorang yang sangat ia cintai dan ia sayangi.


setelah 6 jam melacu gas, apa lagi sempat ada kemacetan di jalan dan akhirnya Ferrer sampai di kota Bandung.


Tanpa berlama-lama Ferrer langsung mencari keberadaan rumah seseorang lewat google map di handphone nya dan akhirnya ia pun telah sampai di sebuah rumah megah di kota Bandung.


Ferrer celingak-celinguk, sebab ini adalah kali pertama nya ia kesini, apa lagi ia sudah sangat lama tidak bertemu dengan wanita itu.


Ferrer pun menghubungi sebuah nomor telepon di handphone nya, terdengar suara seorang wanita di sebalik telepon.

__ADS_1


"Ferrer sudah di depan pagar...!" ucap Ferrer, sebab pagar menjulang tinggi ini sedang tertutup rapat-rapat dan Ferrer tidak mau meminta penjaga rumah membukanya karena mereka memang tidak mengenal Ferrer.


"baik sayang..." Jawab wanita itu.


Tak berselang lama seorang wanita cantik yang berusia sekitar 40han pun keluar dan langsung menghampiri Ferrer yang berdiri di depan pagar rumah nya.


"nyonya dia..." sekuriti itu bingung saat majikan nya langsung melayangkan pelukan kearah pemuda itu.


"dia putra ku, Ferrer..." jelas wanita itu tersenyum manis.


"ouh maaf Nyonya, saya tidak tau !" ujar lelaki itu menunduk hormat.


"selamat datang tuan Ferrer, maaf kan atas kelancangan saya yang tidak membuka pagar untuk anda." lelaki itu pun menunduk hormat.


"tidak, semua ini salah Ferrer yang tidak meminta lo membuka pagar..." ujar Ferrer, hingga wanita yang mengaku sebagai ibu nya pun menatap anak nya dan merangkul pundak nya, membawa lelaki itu masuk ke rumah.


"ternyata, kamu masih seperti dulu nak..! ketus... hehe" Lirih wanita itu.


"aah, Ferrer masih sama seperti dulu ma, sama seperti waktu mama meninggal kan Ferrer..." ucap lelaki itu lagi.


"sudah lah ma, Ferrer sudah memaafkan mama, Ferrer percaya sama mama, pasti mama seperti ini karena papa kan ? sebab Ferrer sudah mengetahui lebih jelas bagaimana tabiat nya papa..." tambah Ferrer lagi.


"syukur lah nak, kalau kamu tidak menyalahkan mama, mama sempat merasa takut, kalau-kalau kamu membenci mama karena meninggalkan mu di Surabaya waktu itu..." ucap wanita itu lagi.


"mana mungkin Ferrer membenci seseorang wanita yang susah payah mengandung dan melahirkan Ferrer ! apa lagi mama setiap bulan nya selalu mentransfer Ferrer, untuk kebutuhan Ferrer...." ujar Ferrer lagi.


"hmm iya sudah nak, ayo kita makan, kamu pasti lapar kan ?" tanya wanita itu.


"iya ma, Ferrer lapar..."


Ferrer dan wanita yang di panggil nya mama itu pun menikmati makanan di atas meja, Ferrer sangat menyayangi mama nya, namun dia harus berpisah sebab suatu hal.


"mama dengar-dengar kamu kecelakaan nak, Tempo hari ? apa itu benar ?" tanya mama nya.

__ADS_1


"hmm iya ma, Ferrer di keroyok waktu sepulang sekolah, tapi mama nggak usah khawatir, semua sudah di selesai kan oleh papa..." jelas Ferrer.


"hmm syukur lah, ternyata Agus masih peduli terhadap mu..." ucap wanita itu.


"hmm, tapi karena itu Ferrer tidak di beri kebebasan ma, Ferrer di kekang oleh papa dengan alih-alih seorang supir yang akan menjaga Ferrer, padahal Ferrer tahu itu pasti akal-akalan papa saja..." ujar lelaki itu sambil terus memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Agus memang seperti itu nak, tapi jika Ferrer bosan berada di sana, Ferrer bisa berada di rumah ini bersama mama, rumah ini terbuka lebar untuk Ferrer, dan mama akan sangat senang jika Ferrer mau menemani mama disini, sebab mama juga kesepian di rumah sebesar ini seorang diri..."


"hmm, Ferrer belum siap ma, masih ada yang harus Ferrer lakukan, Ferrer akan tetap tinggal di rumah papa, apa lagi saat ini ada seorang wanita yang membuat Ferrer betah berada di sana..." ujar Ferrer tersenyum manis.


"wah anak mama sudah dewasa akhirnya, sudah punya pacar nak ?" tanya mama nya antusias.


"bukan pacar sih ma, tapi lebih tepatnya musuh, karena Ferrer dan dia memang sering ada masalah kalau berdua, hehe...."


"siapa wanita itu ? pasti wanita cantik yang bisa membuat anak mama jadi jatuh cinta seperti ini..." mama Ferrer pun mencium wajah anak nya.


"dia seorang pembantu sih ma, di rumah papa, dia memang cantik tapi usia nya jauh di atas Ferrer..." jelas Ferrer.


"Keren, sejak kapan Agus punya pembantu cantik ? atau jangan-jangan malah di selingkuhi lagi oleh nya..." tambah wanita itu.


"tidak mungkin ma, Fitri kan selalu Ferrer jaga..."


"Fitri ? nama nya Fitri ?" tanya mama nya kaget.


"iya ma, nama nya Fitri, dia seorang janda dari Sumatra..." jelas Ferrer.


"aaahhhh" mama Ferrer pun terbelalak kearah nya, terlihat Ferrer merasa aneh dengan ekspresi mama nya.


"ada apa ma, apa ada yang salah ?" tanya Ferrer.


"ouh tidak nak, mama seketika mengingat sesuatu tentang anak sahabat mama di Sumatra, anak nya juga bernama Fitri, dia juga seorang janda, tapi dia menghilang entah kemana, keluarga nya sudah susah payah mencari keberadaan nya."


"hmm, mungkin Fitri yang lain ma, kata Fitri dia sudah tak memiliki keluarga, bahkan adik nya di narapidana kan..." jelas Ferrer.

__ADS_1


"ouh iya, mungkin itu bukan Fitri yang itu, sebab Fitri anak teman mama dia adalah anak tunggal, mana mungkin punya saudara yang di narapidana kan..."


__ADS_2