
"eeh Lo..."ujar seorang pria, hingga membuat Fitri yang tengah menjemur pakaian melirik ke asal suara.
"eeeh, a*jing ngagetin aja..."ujar Fitri sambil membalikkan badannya.
"apa Lo bilang..."ujar Ferrer dengan tatapan tajam nya.
"aah sorry saya nggak lihat tuan..."ucap Fitri menunduk sedikit tubuh nya, ia sangat menyesali mulut nya yang asal bicara itu.
"maksud Lo apa ? gue majikan Lo, sadar diri donk..."ucap Ferrer sambil bertolak pinggang.
"aah, sorry tuan, saya tidak tau, ternyata anda yang memanggil saya, hehehe..." ucap Fitri, meski sejujurnya ia sedikit muak memanggil Ferrer dengan sebutan tuan, karena Ferrer sangat jauh di bawah usia nya, meski ia sudah bergelar majikan nya saat ini.
__ADS_1
"ouh ya, ada apa anda memanggil saya tuan ? bukan kah anda bilang mau istirahat tadi ?"tanya Fitri, berusaha beralih topik pembicaraan, ia memang salah tidak mengkondisikan mulut nya saat berbicara.
"mau ngapain Lo nanya-nanya,. iya seterah gue lah, mau ngapain, diri-diri gue, rumah-rumah gue..." ujar Ferrer dengan suara ketus nya
"iya, terus ngapain anda manggil saya..."ujar Fitri sambil menaikkan sebelah alisnya.
"eeh, Lo itu babu, jangan belagu kayak gitu deh..."ujar Ferrer dengan suara khas nya.
"Lo itu seharusnya minta maaf karena berbicara tidak sopan kepada majikan, ingat Lo itu cuma babu di rumah gue, gue ingin pembantu tidak tau diri seperti Lo, minta maaf ke gue dengan cara Lo cium kaki gue, supaya gue maafin Lo...." tambah Ferrer tersenyum kecur.
"eeh, mentang-mentang gue pembantu di sini, gue juga nggak terima Lo hina seperti itu, Lo itu hanya bocah ingusan, seharusnya Lo itu sopan sedikit terhadap orang yang lebih tua dari Lo..."tatap tajam Fitri, ia sangat tidak terima di rendah kan seperti itu oleh Ferrer, apa lagi sampai meminta nya bersujud di kaki Lelaki itu.
__ADS_1
"hahaha, gue... "ujar Ferrer sambil menunjuk tubuh nya sendiri.
"gue...hormat sama babu kayak Lo...mimpi..."ucap Ferrer sambil menunjuk kearah Fitri dengan geram.
"dasar, bocah tengil... heran gue, kok ada ya, manusia seperti Lo...kita ini baru bertemu hari ini, kok Lo malah mau buat masalah sama gue, gue kan cuma ingin kerja dengan baik tanpa ada gangguan sama sekali..."ujar Fitri, sejujurnya ia tak ingin membuat masalah dengan Ferrer, mengingat ia baru bekerja di rumah ini, namun jika harga diri nya di injak-injak seperti ini, apa boleh buat, kehilangan pekerjaan pun tak masalah untuk nya.
"eeh Lo, babu cerewet, Lo jadi cewek galak amat sih... santai donk, ingat kodrat, babu mana bisa bicara ngegas di hadapan majikan..."tambah Ferrer lagi, hingga membuat wajah Fitri memanas saking marah nya.
"eeh bocah, jaga mulut lo yah, pembantu pun manusia juga, gue sama kayak Lo sama-sama makhluk ciptaan Tuhan juga, Lo jadi anak songgon amat, gue bisa aja tahu, beli tuh mulut Lo, kalau gue mau..." tambah Fitri geram sambil bertolak pinggang.
"hahaha, lucu Lo... garing... kalau Lo bisa beli mulut gue, kenapa pekerjaan Lo harus jadi babu di rumah gue ? kenapa Lo nggak jadi CEO aja, atau jadi Presdir seperti novel-novel yang lain, hahaha..." tawa Ferrer pecah, ia sangat senang membuat masalah dengan Fitri.
__ADS_1
"dasar bocah tengil..."Fitri pun pergi meninggalkan Ferrer, ia tak ingin berlama-lama meladeni bocah itu, meski ia sedikit geram dengan anak itu.