
Seorang wanita sedang berjalan mendekati suatu ruangan di rumah sakit, ia pun membuka pintu tersebut, hingga terlihat seorang pria yang tak lain adalah Ferrer sedang terbaring di atas ranjang dengan impus yang masih menancap di punggung tangan nya, Ferrer pun melirik kearah wanita yang mengunjungi nya hingga ia terbelalak memandang wanita itu tersenyum sambil meletakkan sekeranjang buah yang ia bawa di atas meja kecil di rumah sakit tersebut.
"selamat pagi sayang,"ucap wanita itu tersenyum manis.
"ngapain Lo kesini ?"ucap Ferrer sambil menatap tajam kearah wanita itu.
"tenang sayang,aku hanya datang menjenguk mu saja, lagi pula aku sudah izin sama Tante Fina, Tante Fina malahan izinin loh aku kesini..."ujar wanita itu dan Ferrer hanya menatap tajam kearah nya.
"dasar wanita gila, wanita sinting, gara-gara Lo kan gue seperti ini ?"tuduh Ferrer kepada wanita tersebut.
"cup cup cup sayang, aku tidak sejahat itu..."senyum nya sangat mengembang hingga membuat Ferrer merasa takut berada di sekitar wanita itu, Ferrer pun beberapa kali memundurkan tubuh nya dari wanita itu.
"gue nggak perlu di jengukin sama Lo, sekarang Lo pergi dari sini !"pinta Ferrer sambil menunjuk kearah pintu, ia sangat ingin wanita ini keluar dari kamar nya.
"sayang, kenapa kamu tega seperti itu sih, aku ini pacar kamu loh, kekasih kamu, kok kamu kasar seperti itu, aku kan jadi takut..."ujar wanita itu, ia semakin ingin menakuti Ferrer setelah ia melihat Ferrer seperti ketakutan atas kehadiran nya.
"tidak, kita tidak ada hubungan apapun, kamu pergi dari sini, aku jijik sama kamu j*lan..."teriak Ferrer,ia sangat ingin wanita ini pergi cepat-cepat dari hadapan nya.
__ADS_1
"hahaha Ferrer, Ferrer, ternyata cinta tulus ku kamu balas seperti ini yah, haha, dan ternyata kamu belum puas juga menerima pelajaran praktek yang aku berikan,haha..."sinis wanita itu menatap tajam kearah Ferrer.
"aku serius suka sama kamu, aku juga cinta sama kamu, bahkan aku mau melakukan apa pun dengan mu, meskipun kamu mau berada di ************ ku, aku siap..."ucap wanita itu sambil mendekat kan tubuh nya kearah Ferrer.
"wanita gila, pergi kamu, aku tidak suka, wanita panggilan seperti kamu..."teriak Ferrer sambil mendorong wanita itu pergi dari hadapan nya.
"awww,sakit Sayang, kamu memang lelaki yang kasar sayang,Monika kan jadi kesakitan..."ujar nya manja.
"Ferrer,apa sih kekurangan aku, bahkan Lelaki di sekolah semua nya masih menginginkan aku, tapi aku hanya ingin kamu seharusnya kamu bersyukur..."ujar nya lagi.
"Ferrer,kamu tidak apa-apa nak ?"ucap mama Fina khawatir.
"ma, aku ingin wanita ini pergi dari sini, dia wanita gila, aku nggak Sudi di jenguk wanita ini..."ujar Ferrer menatap tajam kearah monika.
"Ferrer Jangan seperti itu nak, dia datang niat baik buat jengukin kamu..."bantah nyonya Fina.
"sudah lah Tante, Monika tidak apa-apa, Monika langsung pulang saja Tante, kapan-kapan boleh kan Monika main ke rumah Tante..."ujar wanita itu tersenyum manis kearah Fina.
__ADS_1
"boleh donk sayang, kapan-kapan kamu boleh mampir "ucap Fina membalas senyuman wanita itu tanpa ia sadari Ferrer sedang memelototi kedua orang ini.
"iya sudah Monika pulang dulu yah Tante, da da... tante, Ferrer..."wanita itu pun melambaikan tangan nya dan pergi dari ruangan Ferrer di rawat.
"mama apaan sih, kenapa malah izinin wanita gila itu ke rumah ?" tanya Ferrer geram.
"apa salah nya fer, dia kan teman kamu "ujar mama Fina.
"dia bukan teman aku ma, dia adalah wanita stress yang membuat aku seperti ini, gara-gara dia aku seperti ini ma, dia yang meminta lelaki bayaran itu mengeroyok ku " jelas Ferrer hingga membuat Fina terbelalak mendengar ucapan Ferrer.
"kamu yakin nak ?"tanya Fina lagi.
"iya ma, dia sakit hati karena aku putusin pagi itu, hingga sepulang sekolah dia langsung meminta preman untuk menghadang ku, untung aku masih bernapas setelah beberapa kali Kena bogel mentah."ucap Ferrer lagi,ia sengaja membicarakan itu kepada mama nya, supaya mama nya bisa menjaga jarak dan tidak mengizinkan lagi Monika menemui nya, setelah tahu siapa Monika sebenarnya.
"maaf kan Mama nak, mama tidak tahu..."sesal Fina.
"ini bukan salah mama, mama nggak perlu minta maaf..."Ferrer pun mengelus punggung tangan wanita yang ia panggil mama itu dengan sangat lembut.
__ADS_1