
"ada apa tuan, apa yang sebenarnya terjadi ?" ujar mang yoyo yang sambil berlari menuju kamar Fitri, terlihat Ferrer sedang mendudukkan diri di atas kasur lantai tipis di kamar itu dengan di temani oleh mbak Lilis dan Andre yang entah sudah sejak kapan juga ikut berada di kamar Fitri.
"Apa yang terjadi nak..." ujar Nyonya fina yang ikut berlari bersama suami nya,
karena saat Fitri memanggil mang yoyo, Fitri berpapasan dengan tuan dan nyonya yang baru pulang ke rumah, hingga mereka juga ikut berlari kearah kamar Fitri, setelah mengetahui bahwa Ferrer tidak bisa berjalan saat ini.
"Ada apa Ferrer..." tanya ayah nya lagi, sedang kan Ferrer hanya diam, ia seperti nya sok saat melihat ada begitu banyak orang di kamar itu, dan ia tidak mungkin mengatakan kalau dia mengendap-endap masuk ke kamar Fitri hingga Fitri menendang anu nya dan dia tidak bisa berjalan saat ini.
"i-itu pa... Ferrer..." ujar Ferrer gelagapan, sambil memikirkan alasan untuk berbohong, sedang kan Fitri juga menatap sejurus kearah nya, Fitri juga takut jika Ferrer mengatakan itu adalah perbuatan nya, bisa-bisa Fitri di pecat dan di narapidana atas kasus melukai Ferrer.
__ADS_1
"Fitri, tolong jelas kan kenapa Ferrer bisa berada di sini ? dan kamu Ferrer apa yang kamu lakukan di sini, kenapa Fitri mengatakan kamu tidak bisa berjalan ?" tanya ayah nya tegap sambil meminta penjelasan.
"gi-gini tuan, ta-tadi Fitri ketemu Ferrer, sudah terbaring di depan rumah, kata nya Ferrer terjatuh hingga ia tak bisa jalan, karena kaki nya sakit..." ucap Fitri berbohong sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Ferrer, hingga membuat Ferrer tersenyum simpul kearah nya.
"bisa-bisa nya, dia beralasan bodoh seperti itu ? mana mungkin bokap nyokap gue percaya..." batin Ferrer.
"Ferrer apa itu benar ?" tanya ayah nya lagi.
"Fitri, kamu kasar banget yah... Ferrer jadi nggak bisa jalan seperti ini?" tutur nyonya Fina sambil mendekati anak nya dan berusaha membantu mendirikan Ferrer, sedang kan Ferrer hanya tersenyum senang, entah mengapa ia merasa bahagia saat Fitri terdiam membisu seperti itu.
__ADS_1
"nyonya, itu bukan salah Fitri...tapi itu karena Ferrer yang..." belum selesai Fitri berbicara Ferrer sudah memotong pembicaraan nya.
"udah ah ma... Ferrer mau ke kamar Ferrer aja..di sini gerah dan banyak nyamuk, nanti Ferrer malah kena penyakit malaria lagi.." sela Ferrer sambil mendirikan tubuh nya dan berjalan dengan di bopong oleh mama nya yang sudah mendirikan Ferrer.
Seperginya Ferrer beserta keluarga nya, Fitri hanya terdiam, ia merasa kesal karena di persalah kan, padahal itu semua ulah Ferrer sendiri.
"nak Fitri... jadi cewek nggak boleh kasar dan main tangan, apa lagi sampai melakukan KDRT terhadap suami sendiri, bisa-bisa nggak ada yang mau..." ucap mang yoyo menasihati Fitri.
"iya nak Fitri, kalau kelakuan nak Fitri seperti itu ! mbak jadi takut kalau Andre nikah sama nak Fitri, bisa-bisa anak mbak setiap hari di siksa oleh nak Fitri..." tambah mbak Lilis hingga membuat Fitri dan Andre menatap kearah beliau.
__ADS_1
"Mak bicara apa sih !" ucap Andre yang merasa tak enak atas ucapan ibu nya.
"iya, memang begitu ! Mak ingin kamu menikah dengan Fitri supaya dia menjaga kamu nak, bukan malah menyiksa kamu..." sambung mbak Lilis, Sedang kan Fitri hanya diam, tidak ada gunanya menjelaskan kepada mereka, toh mereka juga akan tetap mempercayai Ferrer nanti nya.