PEMBANTU GALAK TUAN MUDA

PEMBANTU GALAK TUAN MUDA
42. Kedatangan tamu


__ADS_3

"Ferrer, sudah pulang nak ?" tanya Fina, saat anak tiri nya berlenggok memasuki rumah.


"sudah ma..." jawab Ferrer tersenyum manis.


"ma, Ferrer keatas dulu yah !" sambung Ferrer, Fina pun mengangguk hingga Ferrer langsung berjalan menapaki anak tangga.


Fina sangat menyayangi Ferrer, walaupun Ferrer bukan anak kandung nya, menikah dengan Agus selama 7 tahun, Fina dan Agus belum di karuniai seorang anak pun, sehingga Fina lebih menumpahkan kasih sayang nya untuk Ferrer anak tiri nya itu.


"nyonya, ini makanan nya ! sudah saya hidangkan..." Fitri tiba-tiba muncul di sebalik dapur,dia membawa makanan yang di belikan oleh Fina untuk di hidangkan di dalam piring.


"iya sudah, kamu langsung antar keatas yah...?" ucap Fina, hingga membuat Fitri terbelalak, sebab Fitri masih mengingat apa yang telah terjadi pagi tadi antara dia dan Ferrer.


"Ferrer pasti belum makan, saya tak mau anak dia sakit nanti nya ! sana kamu antar ?" pinta nya lagi dan terpaksa Fitri pun berjalan menuju kamar Ferrer di lantai atas.


TOK TOK TOK


kamar Ferrer tertutup rapat, sehingga Fitri harus mengetuk terlebih dahulu pintu itu.


"masuk..." ucap di sebalik pintu, hingga tanpa lama-lama Fitri pun masuk dengan membawa makanan yang di beli kan oleh Fina untuk Ferrer.

__ADS_1


"tuan,ini ada makanan untuk anda..." Fitri berusaha bersikap seperti seorang pembantu dan majikan nya, meski terkadang ia juga bersikap seperti kucing dan tikus dengan Ferrer.


"hmm," Ferrer tak menjawab apapun, dia sibuk memainkan ponselnya, dengan pakaian sekolah lengkap yang masih melekat di tubuh nya, sehingga Fitri langsung bergegas meletakkan nampan berisi makanan di atas meja kecil di sebelah ranjang Ferrer, setelah itu Fitri pun berpamitan dan memutar badan menuju arah pintu keluar.


"hei..." tiba-tiba Ferrer bersuara, hingga Fitri menghentikan langkahnya, tanpa menghadap ke arah Ferrer.


"malam nanti dandan yang cantik, Lo temani gue ke suatu tempat..." Fitri terbelalak dan memutar badan nya mengarah langsung kearah Ferrer.


"kemana ?" tanya Fitri seketika.


"Lo ikut aja, jangan banyak protes..." ujar Ferrer tanpa beralih melirik ponsel nya, karena tak ingin lama-lama meladeni Ferrer, Fitri pun mengangguk saja, dan pergi meninggalkan kamar Ferrer, sehingga Ferrer tersenyum puas, setelah melihat persetujuan Fitri tanpa menanyakan terlebih dahulu kemana ia akan membawa nya.


"tuan Ferrer ada di dalam kan ?" tanya Andre saat melihat Fitri keluar dari kamar Ferrer.


"ada..." lirih Fitri, hingga Andre langsung saja naik ke atas.


Fitri sudah berada di ujung tangga saat ini, namun seperti nya tuan Agus sudah pulang dan membawa seorang pria bersama nya dan terlihat Nyonya fina juga ikut bergabung dengan mereka.


"Fitri buat kan minuman yah buat tamu kita..." ucap tuan Agus sambil tersenyum bahagia dan kembali bercengkrama dengan lelaki itu.

__ADS_1


"baik tuan..."


Tak berselang lama Fitri datang dengan membawakan beberapa gelas berisi minuman di tangan nya dan menghidangkannya di atas meja.


"silahkan di minum tuan..." ujar Fitri sambil mempersilahkan.


"iya terima kasih..." ucap lelaki itu tersenyum manis.


"saya permisi dulu tuan, nyonya..." Fitri menunduk hormat dan pergi setelah menghidangkan minuman tersebut.


"dia siapa ?" tanya lelaki di samping Agus.


"dia pembantu di rumah ini, nama nya Fitri." jelas Agus.


"cantik..." lirih lelaki itu, sambil menatap punggung Fitri yang sampai di ambang pintu dapur.


"apa kamu suka sama dia ? dia seorang janda loh..." timpa Agus lagi.


"wah, bagus itu..." jawab lelaki itu menatap kearah Agus dengan tersenyum bahagia.

__ADS_1


"kapan-kapan aku boleh dong, kesini untuk bertemu pembantu mu itu ?" tanya lelaki itu dan Agus pun mengangguk setuju, tak kecuali Fina yang menatap aneh terhadap lelaki itu.


__ADS_2